Harga Emas dan Perak Dunia Pecah Rekor Tembus USD 5.097 dan USD 115 Per Troy Ounce
- Harga emas dan perak dunia kembali mencetak sejarah baru. Logam mulia melonjak tajam hingga menembus level USD 5.097 per troy ounce, pada perdagangan Senin (26/1) atau Selasa (27/1) waktu Indonesia.
Mengutip The Wall Street Journal, harga emas dunia yang naik didorong meningkatnya ketidakpastian global mulai dari ancaman tarif Amerika Serikat hingga potensi penutupan pemerintahan AS.
"Reli emas semakin kuat setelah harga berjangka logam mulia naik sekitar 2 persen dan untuk pertama kalinya melampaui level psikologis USD 5.000 per troy ounce," tulis WSJ, seperti dikutip Selasa (27/1).
Sementara itu, pada penutupan perdagangan, harga emas berjangka tercatat di USD 5.079,70 per troy ounce. Lonjakan tak hanya terjadi pada emas, bahkan harga perak berjangka bahkan melonjak 14 persen dalam satu hari, menjadi kenaikan harian terbesar dalam 40 tahun terakhir.
Dalam hal ini, perak ditutup di level tertinggi sepanjang masa, menembus USD 115 per troy ounce. Kenaikan harga logam mulia ini dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap kondisi geopolitik dan ekonomi global.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu lalu menyatakan akan mengenakan tarif hingga 100 persen terhadap Kanada jika Perdana Menteri Mark Carney mencapai kesepakatan perdagangan dengan China.
Dolar melemah terhadap sekeranjang mata uang. Faktor yang mendorongnya melemah adalah lonjakan nilai yen , setelah Washington dan Tokyo memberi sinyal bahwa mereka siap untuk melakukan intervensi guna mendukung mata uang Jepang.
Sementara itu, di AS, harga gas alam melanjutkan kenaikan pekan lalu karena badai musim dingin mengganggu sebagian besar wilayah negara itu, mengganggu penerbangan dan menyebabkan ribuan orang kehilangan aliran listrik.
Tag: #harga #emas #perak #dunia #pecah #rekor #tembus #5097 #troy #ounce