5 Tips Menghindari Penipuan Saat Membeli Jam Tangan Mewah
Jakarta Watch Exchange di Gandaria City, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2026).(Kompas.com / Nabilla Ramadhian)
12:10
17 Januari 2026

5 Tips Menghindari Penipuan Saat Membeli Jam Tangan Mewah

- Minat masyarakat Indonesia terhadap jam tangan mewah terus meningkat, baik sebagai penunjang gaya maupun aset bernilai tinggi.

Namun, di balik tren tersebut, risiko penipuan juga ikut membayangi, terutama saat transaksi dilakukan secara perorangan lewat marketplace online, pembelian daring, hingga sistem cash on delivery (COD).

Berikut sejumlah tips menghindari penipuan saat membeli arloji mewah, berdasarkan co-owner dealer jam Kevinta, Advisor Watches Trader Felix, dan Event Director Jakarta Watch Exchange (JWX) Nike April.

Tips menghindari penipuan saat beli arloji mahal

1. Jangan pernah melewatkan riset

Kevinta menyebut, kurangnya riset dan pemahaman dasar tentang arloji mewah masih menjadi celah utama yang kerap dimanfaatkan pelaku penipuan.

“Bisa dari situs mereknya karena setiap merek itu kan pasti punya situs, kita bisa riset dari sana,” kata dia di JWX 2026 di Gandaria City, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2026).

Jakarta Watch Exchange di Gandaria City, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2026).Kompas.com / Nabilla Ramadhian Jakarta Watch Exchange di Gandaria City, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2026).

Ada sejumlah indikator penting yang bisa digunakan calon pembeli untuk meminimalisir risiko kena tipu, yaitu seri dan desain arloji mewah yang diincar, yang mana semua tertera di situs web merek tersebut.

Menurut Kevinta, penipu kerap menawarkan jam dengan kombinasi warna atau seri yang sejatinya tidak pernah diproduksi oleh merek terkait.

2. Waspadai harga yang terlalu murah dan tidak masuk akal

Harga menjadi indikator krusial berikutnya. Kevinta mengingatkan, arloji mewah memiliki kisaran harga yang tidak akan turun terlalu jauh dari harga asli.

Ini tidak hanya berlaku untuk arloji baru, tetapi juga untuk arloji bekas (pre-owned) dan yang tidak pernah dipakai usai dibeli (unworn).

“Kalau misalnya di situsnya harganya Rp 200 juta, tapi lihat di online kok harganya Rp 50 juta, nah itu kan udah enggak mungkin, apalagi dia bilang sama-sama barangnya baru,” kata Kevinta.

Ia menambahkan, selisih harga yang masih wajar biasanya berada di kisaran tertentu, seperti beda Rp 10 juta sampai Rp 20 juta.

Jakarta Watch Exchange di Gandaria City, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2026).Kompas.com / Nabilla Ramadhian Jakarta Watch Exchange di Gandaria City, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2026).

Harga yang terlalu murah patut dipertanyakan, baik dari sisi keaslian produk maupun asal-usul jam tersebut.

3. Cek harga di platform internasional

Berkaitan dengan harga yang sekiranya tidak masuk akal, Nike menyarankan agar kamu memeriksa harga arloji terkait di platform jual beli arloji mewah internasional, misalnya Chrono24.

“Itu adalah salah satu platform internasional untuk para watches enthusiasts melihat referensi harga. Too good to be true kalau nemu model yang kisaran harganya Rp 500 jutaan, tiba-tiba nemu yang jual Rp 300 jutaan,” tutur dia.

4. Punya sertifikat dan nomor seri

Kevinta dan Felix mengungkapkan bahwa arloji mewah asli memiliki kelengkapan berupa sertifikat dan nomor seri unik.

“Nomor seri yang ada di sertifikat itu ada di dalam jam. Ada yang tulisannya di bawah jam, ada yang di belakang jamnya, ada angkanya kecil,” kata Kevinta.

Jika nomor seri pada jam dan sertifikat tidak cocok, Kevinta menegaskan bahwa itu merupakan tanda bahaya.

Jakarta Watch Exchange di Gandaria City, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2026).Kompas.com / Nabilla Ramadhian Jakarta Watch Exchange di Gandaria City, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2026).

“Dan di jam tangan mewah itu wajib komplet, dalam artian ada kartu garansi, buku manual, tag jamnya, boks, dan kelengkapan lainnya. Kalau salah satu dari itu tidak ada, patut dicurigai keasliannya,” lanjut Felix.

Inilah mengapa Kevinta menyarankan agar kamu tidak tergoda dengan “jam batangan”, alias arloji yang dijual tanpa kelengkapan apa pun, bahkan boks.

“Mau dia beli jam tangan yang harganya Rp 30 jutaan atau Rp 40 jutaan pun, pasti ada sertifikat dan kelengkapan lainnya kalau beli asli,” tutur Kevinta.

5. Hindari pembelian daring

Pembelian daring memang menggiurkan karena harganya lebih murah dibandingkan beli ke toko offline, mengingat toko offline juga harus membayar pajak dan sewa tempat, sehingga harga produk harus dinaikkan.

Pembelian daring pun kerap menawarkan berbagai diskon, ditambah proses transaksi berjalan lebih singkat dan lebih mudah.

Namun, Felix mengingatkan, untuk menghindari pembelian daring jika baru beberapa kali membeli jam tangan mewah.

“Online sekadar lihat-lihat saja untuk model dan harga. Langkah tepatnya adalah, setelah kita cek di online, kita dapat data-data terkait jamnya, kita langsung kontak penjual resmi atau ke toko langsung,” ujar dia.

Pembelian juga sebaiknya hanya dari dealer terpercaya dan toko resmi merek arloji yang kamu incar.

 

Tag:  #tips #menghindari #penipuan #saat #membeli #tangan #mewah

KOMENTAR