Cara Menghindari dan Mencegah Mimpi Buruk
Ilustrasi mimpi buruk. Mimpi buruk dapat menjadi tanda gejala penyakit kronis.(iStockphoto/Tero Vesalainen)
08:20
16 Januari 2026

Cara Menghindari dan Mencegah Mimpi Buruk

- Mimpi buruk dapat merusak kualitas tidur karena dapat membuat kita sulit mencapai tidur nyenyak, atau bahkan sampai terbangun tengah malam dengan kondisi jantung berdebar.

Mimpi buruk adalah hal yang normal dialami oleh banyak orang. Ada sebuah riset berjudul "Correlates and Treatments of Nightmares in Adults" dari Brant Hasler dan Anne Germain pada 2010.

Riset tersebut melaporkan, 85 persen orang dewasa sesekali mengalami mimpi buruk, dan mimpi buruk pada anak-anak sangat umum terjadi.

"Secara umum, waktu tidur adalah waktu yang umum bagi otak kita untuk mulai memikirkan hal-hal yang mengkhawatirkan. Suasananya tenang, gelap, dan tidak banyak gangguan terjadi," jelas psikolog Alaina Tiani, PhD, DBSM, disadur dari Cleveland Clinic, Kamis (15/1/2026).

Namun, saat mulai sering terjadi sehingga berdampak pada pola tidur, mimpi buruk juga berpengaruh pada jam tubuh saat terjaga.

Lantas, apakah mimpi buruk bisa dihindari?

Mengapa kita bermimpi buruk?

Penelitian bertajuk "Update on Parasomnias" dari Dimitri Markov, Fredric Jaffe, dan Karl Doghramji pada 2006 menunjukkan, mimpi buruk paling mungkin terjadi selama tidur REM (rapid eye movement), yang biasanya terjadi pada paruh kedua malam.

Tidur REM, yang mencakup sekitar 25 persen dari total waktu tidur manusia, adalah tahap tidur ketika sebagian besar mimpi terjadi secara umum.

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan seseorang bermimpi buruk pada malam hari. Di antaranya adalah menonton film horor, kecemasan, dan kurang tidur.

Penyebab lainnya adalah penggunaan narkoba dan alkohol, efek samping pengobatan tertentu, serta kondisi medis seperti apnea tidur obstruktif dan gangguan stres pasca-trauma (PTSD).

Ilustrasi bangun tidur. Rasulullah SAW memberikan panduan ketika seseorang mengalami mimpi buruk,.Pexels/cottonbro studio Ilustrasi bangun tidur. Rasulullah SAW memberikan panduan ketika seseorang mengalami mimpi buruk,.

Tiani mengatakan, para ilmuwan masih belum mengetahui secara pasti mengapa manusia bermimpi, atau mengapa manusia bermimpi tentang hal-hal yang dilakukan, termasuk mimpi buruk. Sebab, otak manusia adalah tempat yang kompleks.

“Salah satu hipotesisnya adalah otak kita mencoba untuk menghadapi perasaan yang belum terselesaikan, yang menyebabkan kita stres dan cemas di siang hari. Sering kali, perasaan itu menjadi pemicu mimpi buruk kita," jelas dia.

Cara menghindari mimpi buruk

Sama seperti kematian, mimpi buruk sampai batas tertentu adalah bagian dari kehidupan. Tidak ada cara untuk sepenuhnya menjamin bahwa kamu tidak akan pernah mengalaminya lagi.

Kendati demikian, jika kamu dapat mengidentifikasi penyebab mimpi buruk itu, kamu dapat mencoba beberapa cara untuk mencegahnya.

Kelola stres

Seberapa lelah seseorang pada siang hari dapat memengaruhi "gambaran" yang diputar di pikiran semalaman. Jadi, belajar mengatasi stres dapat sangat membantu untuk mencegah mimpi buruk.

“Penting untuk mengembangkan keterampilan mengatasi stres sehari-hari,” kata Tiani.

“Jika kamu terus mengalami efek dari stres kronis yang tidak terselesaikan, tema-tema tersebut mungkin mulai muncul sebagai mimpi yang mengganggu," lanjut dia.

Berhati-hatilah dengan konten yang dikonsumsi

Ilustrasi mimpi buruk.FREEPIK/JCOMP Ilustrasi mimpi buruk.

Ada banyak alasan untuk membatasi screentime sebelum tidur, dan salah satunya adalah untuk menghindari mimpi buruk.

Apa pun yang kita baca, tonton, atau dengarkan menjelang waktu tidur, dapat memengaruhi pikiran dan berubah menjadi mimpi buruk.

“Perhatikan media yang kamu konsumsi dalam beberapa jam terakhir sebelum tidur, termasuk berita yang kamu baca dan video yang kamu tonton,” imbau Tiani.

Luangkan waktu untuk bersantai sebelum tidur

Sleep hygiene adalah kebiasaan tidur sehat yang membantu kita mendapatkan tidur yang lebih nyenyak dan berkualitas. Memiliki pola tidur yang rutin dapat meningkatkan kualitas tidur, termasuk punya waktu untuk rileks menjelang tidur.

Gunakan waktu tersebut untuk melakukan aktivitas yang menenangkan seperti membaca dan melakukan rutinitas perawatan kulit.  Cara lain adalah meditasi, berdoa, atau visualisasi terpandu.

Dapatkan tidur yang cukup dan berkualitas

Ilustrasi mimpi dikejar yang membuat seseorang merasa takut.iStockphoto/demaerre Ilustrasi mimpi dikejar yang membuat seseorang merasa takut.

Menurut Tiani, efek kurang tidur itu nyata, dan mimpi buruk hanyalah sebagian kecil dari masalahnya. Kebanyakan orang dewasa yang sehat membutuhkan tujuh hingga sembilan jam tidur, meskipun kebutuhan tersebut bervariasi tergantung usia, kesehatan, dan faktor spesifik individu lainnya.

Jaga jadwal tidur yang konsisten

Menjaga waktu tidur dan bangun konsisten, sama dengan melatih jam internal atau ritme sirkadian.

Ini dapat mempersiapkan tubuh untuk mengetahui kapan waktunya tidur dan kapan harus bangun.

“Ketidakteraturan dalam jadwal tidur mungkin bukan satu-satunya penyebab mimpi buruk, tetapi tentu saja dapat berperan,” kata Tiani.

Tag:  #cara #menghindari #mencegah #mimpi #buruk

KOMENTAR