Prabowo Bandingkan MBG dengan McDonald's, Ini Kata Ekonom
Sejumlah pekerja menyiapkan paket makanan untuk program makan bergizi gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dipan Tanjunganom, Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (8/1/2026). Menurut data Badan Gizi Nasional (BGN), program MBG telah menambah lapangan pekerjaan baru khususnya di SPPG dengan merekrut sedikitnya 789.318 orang per Januari 2026 atau rata-rata mengalami peningkatan sebanyak 65.817 per bulan sejak setahun terakhir.
15:44
23 Januari 2026

Prabowo Bandingkan MBG dengan McDonald's, Ini Kata Ekonom

- Presiden Prabowo Subianto menyatakan jumlah porsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan segera melampaui milik McDonald's (McD).

Hal ini diungkapkan Prabowo dalam World Economic Forum di Swiss, Kamis (22/1/2026). Namun pernyataan ini dinilai adalah sebuah perbandingan yang mengherankan.

Ekonom Bright Institute Awalil Rizky mengatakan jika McDonald's adalah sebuah restoran cepat saji yang menyediakan makanan untuk dijual dan memperoleh laba. Sehingga ada mekanisme permintaan dan penawaran.

Bukan memproduksi sebanyak-banyaknya, jadi menurutnya sangat tidak relevan dengan MBG yang tidak memperhitungkan permintaan atau daya beli.

"Perbandingan yang mengherankan," kata Awalil kepada Kompas.com pada Jumat (23/1/2026).

Selain itu Awalil menyebut MBG memakai anggaran negara melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Berbeda dengan McDonald's, jika sebuah restoran tersebut sepi maka akan mengurangi produksi jika tak diserap pasar.

Sedangkan sebaliknya McDonald's menambahi jika permintaan ada daya beli kuat.

"MBG pertimbangannya berat ke politik. Bahkan abai atas kapasitas keuangan negara yaitu dalam APBN," jelasnya.

Sebelumnya, dalam pidatonya di Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Swiss, Kamis (22/1/2026), Prabowo menyinggung program kebanggaannya yaitu MBG.

Prabowo membandingkan produksi menu MBG yang mencapai 59,8 juta porsi makanan per hari dengan jumlah produksi makanan yang diproduksi McD.

"Sebagai perbandingan, dalam waktu sekitar satu bulan, kita akan melampaui angka 68 juta makanan per hari milik McDonald's," sambungnya.

Prabowo memaparkan, MBG sudah dirintis sejak Januari 2025. Dia menargetkan Indonesia bisa menyajikan 82,9 juta porsi makanan setiap harinya.

Prabowo lantas membandingkan McDonald's yang mampu membuat 68 juta porsi makanan per hari dalam 55 dekade, sedangkan MBG bisa mencapai 82,9 juta porsi tak sampai 2 tahun.

Adapun sebelumnya, berdasarkan data pada APBN KiTa edisi Januari 2026, program MBG menyerap anggaran sebesar Rp 51,5 triliun per 31 Desember 2025, setara 72,5 persen dari pagu Rp 71 triliun pada APBN 2025.

Nilai manfaat yang langsung diterima oleh masyarakat sebesar Rp 43,3 triliun.

Anggaran itu disalurkan untuk penyediaan makanan bergizi bagi siswa, balita, ibu hamil/menyusui, serta guru dan tenaga kependidikan di Indonesia.

Secara angka, jumlah penerima manfaat program MBG mencapai 56,13 juta dari target 82,9 juta penerima yang tersebar di 38 provinsi.

Dari segi keterlibatan pelaku usaha, program MBG telah dilaksanakan oleh 19.343 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia dan menyerap 789.319 pekerja.

Sedangkan untuk tahun anggaran 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran senilai Rp 335 triliun untuk kelanjutan program MBG, di mana belanja yang disalurkan melalui kementerian/lembaga (K/L), tepatnya Badan Gizi Nasional (BGN), hanya sebesar Rp 268 triliun.

Sementara Rp 67 triliun sisanya dicadangkan, setara dengan 20 persen dari total anggaran.

Tag:  #prabowo #bandingkan #dengan #mcdonalds #kata #ekonom

KOMENTAR