Tren Mencampur Kopi dan Teh dengan Buah, Sehatkah? Ini Kata Ahli Gizi
- Mencampur buah ke dalam minuman kopi atau teh kini menjadi bagian dari tren fusion beverage yang makin digemari. Perpaduan rasa asam, manis, dan pahit dalam satu gelas dianggap unik sekaligus menarik secara visual.
Namun, dari sisi nutrisi, dokter gizi dr. Diana Felicia Suganda, M.Kes, Sp.G.K. mengingatkan bahwa kombinasi tersebut memiliki beberapa hal yang perlu diperhatikan.
“Sebenarnya kalau sama kopi, sama kafein pasti akan terhambat ya, maksudnya dari sisi kandungannya,” katanya saat ditemui setelah acara Buavita #GlowingJUICEseyo Playcourt di Central Park Mall, Jakarta Barat, Sabtu (10/1/2026).
Di balik tampilannya yang menarik, tidak semua kombinasi minuman bekerja optimal bagi tubuh, karena ada proses penyerapan zat gizi yang perlu diperhatikan ketika buah dicampur dengan bahan lain.
“Karena biasanya buah-buahan itu banyak vitamin C-nya. Vitamin C itu bisa terhambat penyerapannya kalau ada tanin atau fitat. Biasanya tanin fitat itu banyak dari teh sama kopi. Nah jadi kalau digabung, penyerapan vitamin C-nya kurang,” jelasnya lebih lanjut.
Vitamin C dikenal penting bagi daya tahan tubuh dan kesehatan kulit. Namun, kehadiran tanin dan fitat dari kopi dan teh dapat membuat manfaat tersebut tidak terserap optimal oleh tubuh.
Boleh dikonsumsi, asal tahu tujuannya
Meskipun demikian, dr. Diana mengatakan bahwa fusion beverage tidak perlu dihindari sepenuhnya.
“Tapi ya sudah, kalau untuk fun doang, buat jadi lebih enak, jadi malah konsumsi (buahnya), ya enggak apa-apa. It’s okay,” katanya.
Menurutnya, minuman kekinian tetap boleh dinikmati selama tujuannya sebagai variasi rasa, bukan sebagai sumber utama nutrisi.
Di sisi lain, dr. Diana juga mengingatkan agar minuman tidak dipenuhi pemanis tambahan secara berlebihan.
Dokter gizi dr. Diana Felicia Suganda, M.Kes, Sp.G.K. dalam acara Buavita #GlowingJUICEseyo Playcourt di Central Park Mall, Jakarta Barat, Sabtu (10/1/2026).
Kombinasi kembali ke selera
Soal pilihan rasa, menurutnya hal itu kembali ke selera masing-masing individu.
“Kombinasi yang paling pas apa? Itu sesuai selera. Mau campur kopi sama peach gitu ya. Kopi sama orange (jeruk), enggak apa-apa,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, perpaduan buah dengan susu pun masih dapat dikonsumsi.
Semua buah baik, kuncinya variasi
Meski tren fusion beverage banyak membahas soal cara mencampur minuman, dr. Diana menekankan bahwa inti utama tetap pada konsumsi buah itu sendiri.
Menurutnya, yang terpenting bukan hanya bagaimana buah dicampur, tetapi bagaimana variasi buah dikonsumsi setiap hari.
Dari sisi gizi, tubuh justru lebih diuntungkan ketika mendapat beragam nutrisi dari berbagai jenis buah.
Ia jugamenegaskan bahwa tidak ada satu jenis buah yang paling unggul dibanding yang lain.
“Campur semua. Enggak ada yang paling bagus. Tapi semua jenis silakan. Intinya enggak ada makanan (buah) yang lebih superior dibanding yang lain. Dan tidak ada makanan (buah) yang ini paling jelek,” ujarnya.
Kombinasi buah lebih penting daripada satu jenis
Menurut dr. Diana, kunci konsumsi buah bukan pada memilih satu jenis tertentu, melainkan mengombinasikannya.
“Pokoknya semuanya harus, kalau bisa kombinasi. Dan kalau bisa dalam satu hari itu makan lima warna,” katanya.
Ia mencontohkan, warna merah bisa didapat dari stroberi atau apel, hijau dari anggur, oranye dari jeruk atau pepaya. Kombinasi warna tersebut mencerminkan variasi kandungan vitamin dan mineral yang berbeda.
Jeruk, misalnya, dikenal kaya vitamin C yang baik untuk kesehatan kulit dan daya tahan tubuh. Namun, manfaat serupa juga bisa diperoleh dari buah lain dengan kandungan nutrisi yang berbeda.
Oleh sebab itu, mengonsumsi buah dengan mengombinasikannya justru dinilai lebih baik dibanding hanya terpaku pada satu jenis.
Tag: #tren #mencampur #kopi #dengan #buah #sehatkah #kata #ahli #gizi