Biaya Hidup Makin Mahal, Tahan Godaan Belanja Saat Pegang Uang
- Kenaikan biaya hidup membuat banyak orang merasa bahwa penghasilan mereka cepat habis, bahkan sebelum tanggal gajian.
Pada beberapa orang, masalah keuangan tidak hanya dipicu oleh besarnya biaya hidup saat ini, tetapi juga perilaku konsumsi yang tidak terkontrol karena tangan “gatal” setiap memegang uang.
“Sangat manusiawi ketika orang pegang uang, dia ingin menyenangkan diri sendiri,” kata perencana keuangan senior sekaligus Ketua Asosiasi Perencana Keuangan IARFC Indonesia, Aidil Akbar Madjid, saat dihubungi beberapa waktu lalu.
Kendati demikian, kecenderungan ini bisa bikin kantung jebol jika tidak lekas dikontrol. Uang bisa keburu habis untuk membeli hal-hal yang disukai, tetapi tidak begitu penting.
Lantas, bagaimana mengatasi kecenderungan “gatal” ketika memegang uang?
Cara menahan diri dari perasaan ingin selalu belanja
Tidak memegang rupiah
Aidil mengatakan bahwa salah satu cara yang cukup efektif adalah dengan tidak memegang uang rupiah.
“Saya selalu bilang jangan pegang rupiah karena pasti gatal buat dipakai. Megangnya dalam bentuk yang lain, misalnya pegang mata uang asing kayak dolar Singapura atau dolar Amerika,” ujar dia.
Memegang mata uang dari negara lain bisa “memberi jeda” yang diperlukan ketika kamu memiliki keinginan untuk belanja. Sebab, kamu harus menukarkan uang sebelum akhirnya bisa belanja.
“Bayangkan, ada 500 dolar Singapura di dompet, dan ada uang Rp 3 juta. Kira-kira mana yang bakal habis duluan?” tutur Aidil.
Ilustrasi emas. Berikut daftar harga emas batangan Antam yang tercatat di laman Logam Mulia
Ia menekankan bahwa ini bukan soal nasionalisme, melainkan soal perilaku konsumsi. Mata uang asing tidak bisa langsung digunakan untuk transaksi sehari-hari, sehingga menurunkan potensi belanja impulsif.
Uang yang mudah digunakan cenderung lebih cepat habis, sementara uang yang membutuhkan upaya tambahan cenderung lebih terjaga.
Beli emas
Upaya lainnya yang dapat dicoba adalah menggunakan sebagian besar uang yang dimiliki untuk membeli emas.
Dengan begitu, kamu tidak hanya bisa berinvestasi, tetapi juga menghemat karena prinsipnya sama seperti ketika kamu memegang mata uang asing.
“Kalau pegang emas kan ada upaya harus jual dulu baru bisa dipakai. Dan kalau ngelihat emas pasti ada ngerasa sayang karena waktu beli harganya sekian, pas dijual cuma naik berapa ratus ribu rupiah,” jelas Aidil.
Bagaimana dengan e-wallet atau ATM?
Sebagian orang menganggap bahwa menaruh uang di e-wallet dan di ATM membantu mereka lebih hemat.
Namun, Aidil mengatakan bahwa hal ini malah dapat membuat seseorang lebih tidak terkontrol. Pasalnya, hampir seluruh tempat usaha saat ini menerima pembayaran non-tunai sehingga proses belanja bisa sangat mudah.
Di tengah biaya hidup yang terus meningkat, Aidil menegaskan bahwa pengelolaan keuangan bukan hanya soal menambah penghasilan, tetapi juga soal mengendalikan kebiasaan.
Keputusan-keputusan kecil dalam keseharian, termasuk cara menyimpan dan mengakses uang, dapat berdampak besar pada kesehatan finansial jangka panjang.
Tag: #biaya #hidup #makin #mahal #tahan #godaan #belanja #saat #pegang #uang