Bolehkah Facial Wajah Saat Hamil? Ini Penjelasan Dokter
Ilustrasi ibu hamil.(Freepik/freepic.diller)
11:40
15 Januari 2026

Bolehkah Facial Wajah Saat Hamil? Ini Penjelasan Dokter

– Tidak sedikit ibu hamil yang mengeluhkan kulitnya menjadi lebih kusam, mudah berjerawat, atau terasa lebih sensitif dibandingkan sebelumnya. 

Situasi ini kerap membuat sebagian ibu hamil tetap ingin melakukan perawatan wajah, seperti facial, demi menjaga kesehatan dan kebersihan kulit.

Namun, amankah facial wajah dilakukan saat sedang hamil? Kekhawatiran ini wajar, mengingat tidak semua tindakan perawatan kecantikan aman untuk ibu hamil. 

Bolehkah facial saat hamil?

Aesthetic Doctor Dermies Max, dr. Kunthi Rahmawati menjelaskan, facial pada dasarnya tidak berbahaya bagi ibu hamil, asalkan dilakukan dengan memperhatikan beberapa hal penting, terutama terkait bahan produk dan tahapan perawatan yang diberikan.

“Sebenarnya facial tidak bahaya asalkan bahan dari produk yang digunakan boleh untuk ibu hamil. Hanya saja, kami menghindari beberapa step tertentu yang bisa berpengaruh pada kandungan,” ucap Kunthi dalam Grand Opening Flagship Dermies Max Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (9/1/2026).

Facial bukanlah tindakan yang sepenuhnya terlarang bagi ibu hamil, tetapi perlu dilakukan secara selektif dan penuh kehati-hatian.

Hal yang harus dihindari saat ibu hamil facial

Menurut Kunthi, kunci utama keamanan facial saat hamil terletak pada pemilihan produk dan tahapan perawatan. 

Produk yang digunakan harus dipastikan aman untuk ibu hamil dan tidak mengandung bahan yang berisiko terhadap janin. 

Selain itu, tidak semua prosedur facial yang biasa dilakukan pada kondisi normal bisa diterapkan pada ibu hamil.

Kehamilan membuat tubuh lebih sensitif, termasuk terhadap rangsangan fisik seperti tekanan dan panas. Oleh sebab itu, beberapa metode perawatan yang melibatkan energi panas atau tekanan berlebih perlu dihindari.

Hal ini menjadi penting karena tujuan facial pada ibu hamil seharusnya lebih menekankan pada kebersihan dan kesehatan kulit, bukan semata-mata hasil instan atau perubahan drastis pada tampilan wajah.

Tahapan facial yang perlu dihindari

Kunthi menuturkan, ada beberapa step dalam facial yang biasanya tidak dianjurkan untuk ibu hamil.

“Biasanya radio frequency atau massage kami hindari agar tidak terjadi kontraksi akibat tekanan berlebih,” ujarnya.

Radio frequency merupakan teknologi perawatan yang memanfaatkan panas untuk merangsang kolagen dan mengencangkan kulit. 

Pada ibu hamil, prosedur ini dianggap berisiko karena melibatkan energi panas yang berpotensi memengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan.

Selain radio frequency, pijat wajah dengan tekanan yang terlalu kuat juga sebaiknya dihindari.

“Sebab, bisa saja pasien kaget ketika di-adio frequency atau dipijat, sehingga menimbulkan kontraksi,” lanjut Kunthi.

Bukan hanya soal teknik perawatannya, tetapi juga respons tubuh ibu hamil yang bisa lebih sensitif terhadap rangsangan mendadak. 

Rasa kaget, tidak nyaman, atau nyeri dapat memicu reaksi tubuh yang tidak diinginkan, termasuk kontraksi.

Konsultasi sebelum facial jadi langkah paling aman

Agar facial tetap aman dilakukan selama kehamilan, Kunthi menyarankan agar ibu hamil melakukan konsultasi terlebih dahulu, baik dengan dokter kandungan maupun dokter di klinik kecantikan.

“Tapi, jika ingin lebih aman, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kandungan atau dokter di klinik sebelum melakukan tindakan, agar kandungan tetap aman,” imbau dia.

Konsultasi ini penting untuk memastikan bahwa kondisi kehamilan ibu berada dalam keadaan stabil dan tidak memiliki risiko tertentu yang membuat facial sebaiknya ditunda. 

Selain itu, dokter juga dapat menyesuaikan jenis perawatan sesuai dengan usia kehamilan dan kondisi fisik ibu.

Dengan adanya konsultasi, setiap tindakan facial bisa dirancang lebih personal dan aman, sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran berlebihan bagi ibu hamil.

Pemilihan skincare sehari-hari juga perlu diperhatikan

Bukan hanya facial di klinik, penggunaan skincare harian pun perlu mendapat perhatian khusus selama masa kehamilan.

“Begitu pula halnya dalam memilih skincare sehari-hari untuk ibu hamil, sebaiknya konsultasikan dengan dokter agar bisa direkomendasikan produk yang aman untuk ibu hamil dan menyusui,” jelas Kunthi.

Kulit ibu hamil umumnya lebih sensitif akibat perubahan hormon. Produk yang sebelumnya aman digunakan belum tentu cocok saat hamil. 

Oleh karena itu, rekomendasi dokter sangat dibutuhkan, agar skincare yang dipakai tidak menimbulkan efek samping yang merugikan.

Langkah ini sekaligus menjadi upaya preventif agar perawatan kulit yang dilakukan tetap mendukung kesehatan ibu dan janin.

Meski ada berbagai pembatasan, Kunthi menegaskan, merawat kulit tetap penting bagi ibu hamil.

“Merawat kesehatan kulit tetap penting meskipun sedang hamil, apalagi ibu hamil biasanya mengalami perubahan hormon yang membuat kulit kusam dan rentan jerawat,” jelasnya.

Perubahan hormon selama kehamilan dapat memicu produksi minyak berlebih, munculnya jerawat, hingga perubahan warna kulit. 

Jika tidak dirawat dengan baik, kondisi ini dapat menurunkan rasa percaya diri ibu hamil.

 

Tag:  #bolehkah #facial #wajah #saat #hamil #penjelasan #dokter

KOMENTAR