Belanja Lebih Sadar, Ini 5 Cara Memberi Jeda Sebelum Membeli Barang di Tengah Ekonomi Sulit
Ilustrasi belanja.(PIXABAY/PREIS_KING)
20:40
13 Januari 2026

Belanja Lebih Sadar, Ini 5 Cara Memberi Jeda Sebelum Membeli Barang di Tengah Ekonomi Sulit

- Dalam kehidupan sehari-hari, keputusan membeli barang atau jasa, sering kali terasa sepele. Apalagi, jika merasa punya banyak uang.

Ketika melihat sesuatu yang menarik perhatian, seseorang cenderung langsung membelinya, baik secara langsung di toko maupun di e-commerce. Proses ini kerap terjadi begitu cepat, hampir tidak disadari.

Padahal, di balik keputusan singkat itu, ada dampak jangka panjang terhadap keuangan, terutama ketika kamu sedang mengalami masalah finansial.

Pemilik SARE Studio dan kreator konten conscious fashion, Cempaka Asriani mengatakan, menerapkan mindful consumption diperlukan karena poin penting dari gerakan ini adalah memberi jeda pada otak.

“Sebenarnya, poin pentingnya dari mindful consumption adalah kita memberikan otak kita jeda. Yang membuat kita enggak mindful dalam konsumsi itu adalah karena tidak ada jeda tersebut,” terang dia saat dihubungi beberapa waktu lalu.

Mindful consumption dan memberi jeda

Mindful consumption adalah ketika seseorang sadar dalam mengonsumsi apa pun, baik itu barang, jasa, maupun yang dilihat di berita dan media sosial.

Konsep ini menekankan pentingnya kesadaran dalam setiap keputusan konsumsi. Belanja memang tidak dilarang, tetapi perlu dilakukan berdasarkan alasan yang jelas dan relevan dengan kebutuhan.

Ada beberapa cara untuk memberi jeda agar diri tidak kalap dalam berbelanja, sehingga membeli barang yang sebenarnya tidak diperlukan atau kurang penting.

1. Shop from your own wardrobe

Shop from your own wardrobe, alias “belanja” dari isi lemari sendiri, adalah cara pertama yang bisa diterapkan.

“Aku selalu bilang bahwa belanja, membeli sesuatu yang baru, itu adalah opsi paling terakhir,” kata Cempaka.

Sebelum belanja pakaian, periksa dulu isi lemari untuk melihat apakah kamu sudah memiliki barang tersebut, atau barang serupa, atau tidak.

Sebab, biasanya barang yang ingin dibeli sudah ada di dalam lemari, hanya mungkin beda warna, motif, atau modelnya lebih baru dari yang sudah dimiliki.

“Buka dulu lemarinya, cari dulu barangnya di rumah, dan pakai apa yang kita sudah punya. Kalau sudah dicari, dan tetap tidak ada, kita bisa (beli),” imbau dia.

Dengan membuka lemari atau mengecek barang yang dimiliki, seseorang bisa menyadari bahwa kebutuhannya sebenarnya sudah terpenuhi. Langkah ini membantu menghentikan pembelian yang sebenarnya tidak perlu dan mendorong pemanfaatan barang yang sudah ada.

2. Pinjam atau barter

Cara lain yang bisa digunakan adalah meminjam atau bertukar barang dengan teman atau saudara.

Selama barang yang ditukar atau dibarter dalam keadaan bersih dan bagus, serta kamu mengetahui orang tersebut mengedepankan higienitas, tidak ada masalah dalam saling meminjam atau bertukar barang.

Meminjam atau bertukar memungkinkan kebutuhan terpenuhi, tanpa harus mengeluarkan uang.

Selain itu, cara ini juga membantu mengurangi penumpukan barang yang pada akhirnya jarang digunakan.

3. Membeli barang bekas

Barang bekas tidak melulu barang yang sudah rusak dan tidak layak pakai. Pilihan ini memungkinkan seseorang tetap memenuhi kebutuhan, tanpa harus selalu bergantung pada barang baru.

Jika pandai mencarinya, kamu akan menemukan bahwa ada banyak barang bekas yang masih seperti baru, baik itu pakaian, furnitur, atau elektronik.

4. Membuat sendiri

Bagi yang punya keterampilan dalam membuat barang atau pakaian baru, ini sebenarnya sudah dapat membantu menghemat pengeluaran.

“Dalam konteks baju, bisa bikin sendiri atau ke tukang jahit,” tutur Cempaka.

Membeli barang baru sebagai opsi terakhir

Apabila tidak ada cara yang memungkinkan untuk dilakukan, barulah kamu dapat membeli barang baru, tentunya dengan pertimbangan yang sangat matang.

“Ketika mau enggak mau harus beli baru, kita perlu pastikan berapa bujet yang kita punya. Pastikan juga barang tersebut memang sesuai dengan gaya hidup kita sehari-hari,” tutur Cempaka.

Ketika barang yang dibeli sesuai dengan gaya hidupmu, barang tersebut bakal digunakan sehari-hari dan dipakai untuk waktu yang lama.

Beda halnya dengan barang-barang yang dibeli karena mengikuti tren, maka cenderung hanya akan digunakan untuk waktu yang singkat, apalagi jika tren tidak sesuai dengan gaya hidupmu sehari-hari.

“Kita juga perlu memastikan tempat penyimpanannya ada atau enggak, dan kita bisa merawatnya atau enggak. Karena, kalau barang enggak bisa dirawat, itu juga akan cepat rusak, cepat enggak terpakai, dan jadinya sia-sia,” jelas Cempaka.

Memiliki banyak pertimbangan dapat membantu agar belanja tidak lagi menjadi tindakan yang terburu-buru. Sebab, keputusan diambil dengan matang.

Kembali lagi, mindful consumption bukan soal menahan diri secara ekstrem, tetapi tentang mengembalikan kesadaran dalam setiap keputusan.

Tag:  #belanja #lebih #sadar #cara #memberi #jeda #sebelum #membeli #barang #tengah #ekonomi #sulit

KOMENTAR