Apakah Diet OMAD Efektif dan Aman untuk Menurunkan Berat Badan? Ini Faktanya
Diet OMAD (One Meal a Day) telah menarik perhatian banyak orang sebagai metode diet berbasis intermittent fasting (IF).
Konsep utamanya adalah berpuasa selama 23 jam, kemudian mengonsumsi satu kali makan besar dalam satu jam.
Beberapa orang melaporkan penurunan berat badan yang signifikan dengan mengikuti diet ini, tetapi apakah metode ini benar-benar sehat dan efektif dalam jangka panjang?
Apa itu diet OMAD?
Diet OMAD adalah bentuk ekstrem dari IF yang membatasi waktu makan hanya dalam satu jam per hari.
"Diet ini mengharuskan Anda untuk merencanakan waktu makan dalam rentang waktu yang konsisten setiap hari," jelas Natalie Rizzo, RDN, ahli gizi terdaftar dari New York, seperti dikutip dari Health.
"Makan apa pun yang Anda suka dalam satu kali makan, selama semua kalori Anda masuk dalam periode waktu itu," tambahnya.
Selain itu, Anda hanya diperbolehkan minum minuman tanpa kalori seperti air atau kopi hitam selama periode puasa.
Meskipun terdengar sederhana, metode ini cukup menantang, mengingat peraturannya yang cukup ketat, seperti tidak boleh makan lebih dari satu piring makan standar, dan makanan yang dikonsumsi tidak boleh melebihi tinggi tiga inci di piring.
Tujuan dari diet ini adalah mengurangi asupan kalori secara drastis, yang menurut beberapa penelitian dapat membantu menurunkan berat badan.
Apakah diet OMAD efektif menurunkan berat badan?
Ilustrasi diet. Diet OMAD yang hanya mengizinkan satu kali makan sehari bisa membantu menurunkan berat badan, tapi apakah aman dan efektif untuk semua orang?
Meskipun beberapa bukti menunjukkan bahwa puasa untuk waktu yang lama dapat membantu menurunkan berat badan, ada sedikit penelitian yang mengonfirmasi bahwa OMAD adalah metode yang efektif dan aman dalam jangka panjang.
Diet ini bekerja dengan cara mengurangi jumlah kalori yang Anda konsumsi dalam sehari, namun ini tidak menjamin penurunan berat badan yang sehat.
"Dengan membatasi waktu makan Anda, tubuh akan lebih cenderung membakar lemak sebagai sumber energi, terutama ketika cadangan gula tubuh habis," kata Dana Angelo White, RDN, seorang ahli gizi olahraga.
Namun, tidak ada jaminan bahwa Anda akan tetap kehilangan berat badan jika puasa terlalu lama menyebabkan Anda makan berlebihan saat waktu makan tiba.
Manfaat diet OMAD
Ada sejumlah penelitian yang menunjukkan bahwa intermittent fasting dapat memberikan beberapa manfaat kesehatan, seperti:
- Mengurangi risiko penyakit jantung
- Menurunkan risiko beberapa jenis kanker
- Membantu pengelolaan gula darah, yang sangat bermanfaat bagi penderita diabetes tipe 2
Meskipun demikian, manfaat ini membutuhkan perhatian lebih lanjut melalui penelitian yang lebih mendalam.
Banyak orang merasa lebih bertenaga dan lebih mudah mengontrol rasa lapar setelah berpuasa dalam jangka waktu tertentu, tetapi tidak semua orang merasakan manfaat yang sama.
Potensi risiko dan efek samping
Diet OMAD bukan tanpa risiko. Salah satu masalah terbesar adalah kelaparan yang parah selama periode puasa, yang dapat menyebabkan konsumsi berlebihan saat waktu makan tiba.
“Makan berlebihan setelah berpuasa bisa menyebabkan kenaikan berat badan, bukannya penurunan,” ujar Rizzo.
Selain itu, beberapa efek samping yang mungkin timbul meliputi:
- Pusing
- Kelelahan
- Sakit kepala
- Gula darah rendah
- Mual
- Gangguan tidur
Meskipun diet ini mengizinkan konsumsi makanan sehat, kenyataannya banyak orang cenderung memilih makanan tinggi lemak setelah berpuasa lama, yang justru meningkatkan asupan kalori.
Apakah diet OMAD aman untuk semua orang?
"Diet OMAD mungkin tidak cocok untuk semua orang," kata Rizzo.
Metode ini mungkin terlalu membatasi dan dapat menyebabkan kekurangan nutrisi penting jika tidak dilakukan dengan hati-hati.
Diet ini mungkin berisiko bagi mereka yang memiliki masalah pencernaan, penyakit ginjal, atau wanita hamil dan menyusui.
Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa puasa dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu empedu, yang dapat menyebabkan rasa sakit dan gangguan pencernaan yang serius.
Para ahli menyarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional kesehatan sebelum mencoba diet ini, terutama jika Anda memiliki kondisi medis tertentu.
Tag: #apakah #diet #omad #efektif #aman #untuk #menurunkan #berat #badan #faktanya