Mimpi Buruk tentang Pasangan Bisa Memicu Konfilk, Pakar Mimpi Jelaskan
Ilustrasi pasangan bertengkar.(Google Gemini AI)
14:10
8 Januari 2026

Mimpi Buruk tentang Pasangan Bisa Memicu Konfilk, Pakar Mimpi Jelaskan

- Hampir semua mimpi memiliki situasi sosial, dan sebagian besar interaksi di dalamnya melibatkan teman, keluarga, dan sering kali pacar, istri, atau suami.

Beberapa peneliti mimpi percaya, memimpikan teman atau pasangan bertindak sebagai simulasi hubungan di kehidupan nyata.

"Simulasi mimpi ini adalah cara manusia berlatih berinteraksi dengan orang lain, dan membangun hubungan, saat sedang tidur," tulis peneliti di Center for Advanced Research in Sleep Medicine, University of Montreal, Kanada, Michelle Carr, Ph.D., dalam Psychology Today, Kamis (8/1/2026).

Namun, bagaimana jika kita bermimpi buruk tentang pasangan? Apakah pertengkaran dalam mimpi memprediksi konflik pada hari berikutnya?

Mimpi buruk tentang pasangan

Penelitian tentang mimpi dan pasangan

Ada sebuah studi bertajuk "Dreaming of You: Behavior and Emotion in Dreams of Significant Others Predict Subsequent Relational Behavior" karya Selterman, Dylan F., dll, diterbitkan dalam The Journal of Social Psychological and Personality Science pada 2014.

Studi ini meneliti bagaimana mimpi tentang pasangan dapat memengaruhi cara seseorang bertindak terhadap pasangan pada hari berikutnya.

Partisipan dalam studi ini adalah 61 mahasiswa S1 di Stony Brook University yang telah menjalin hubungan setidaknya selama enam bulan.

"Para mahasiswa mencatat mimpi mereka setiap hari dalam buku harian mimpi, dan juga mencatat interaksi mereka dengan pasangan mereka setiap hari selama 14 hari," kata Carr.

Untuk laporan mimpi, mereka diminta untuk menuliskan mimpi mereka segera setelah bangun tidur, dan menyertakan detail sebanyak mungkin.

Mereka diminta untuk menyebutkan orang-orang yang terlibat dalam mimip, serta pikiran atau perasaan apapun yang mereka miliki mengenai interaksi dalam mimpi tersebut.

Setelah itu, mereka menjawab kuesioner tentang emosi dalam mimpi. Mereka menilai jumlah emosi negatif, emosi positif, kecemburuan, dan rasa bersalah dalam mimpi mereka.

Emosi negatif mencakup kemarahan, kecemasan, stres, frustasi, dan kesedihan. Emosi positif mencakup kegembiraan, kasih sayang, erotisme, dan ketenangan.

Kecemburuan mencakup cemburu atau pengkhianatan, sedangkan rasa bersalah mencakup rasa bersalah atau malu.

Sebelum hari berakhir, para partisipan juga mencatat semua interaksi dengan pasangan saat mereka terjaga.

Mereka melaporkan ukuran cinta atau keintiman, seperti seberapa besar cinta yang mereka rasakan untuk atau dari pasangan mereka pada hari itu.

Mereka juga menilai interaksi umum, seperti seberapa banyak interaksi yang mereka miliki dengan pasangan, dan seberapa besar upaya yang mereka curahkan untuk pasangan.

Setelah semuanya dikumpulkan oleh para peneliti, mimpi-mimpi tersebut dinilai dengan diberi skor. Dari 842 mimpi yang dikumpulkan, 53 dari 61 partisipan setidaknya pernah bermimpi tentang pasangan mereka.

"Secara umum, frekuensi bermimpi tentang pasangan dikaitkan dengan lebih banyak interaksi dengan mereka pada hari berikutnya," tutur Carr.

Mimpi bisa memprediksi konflik

Di sisi lain, para peneliti menemukan ada dua variabel mimpi yang memprediksi konflik pada hari berikutnya.

Variabel pertama adalah emosi cemburu dalam mimpi. Emosi ini berhubungan dengan lebih banyak konflik pada hari berikutnya. Variabel kedua adalah konflik, yang berhubungan dengan lebih banyak konflik pada hari berikutnya.

"Selain konflik, para peneliti juga menemukan, mimpi perselingkuhan memprediksi berkurangnya cinta atau keintiman di hari berikutnya," kata Carr.

Apa arti mimpi buruk tentang pasangan?

Secara keseluruhan, hasil penelitian tersebut menunjukkan, mimpi negatif tentang pasangan, terutama kecemburuan, konflik, dan perselingkuhan, memiliki efek buruk pada interaksi dengan pasangan di hari berikutnya.

"Di sisi lain, emosi yang lebih umum seperti kesedihan dalam mimpi, tidak terkait dengan interaksi di hari berikutnya," ujar Carr.

Kemungkinan besar, mimpi perselingkuhan dan kecemburuan yang menyertainya, sulit dihilangkan setelah bangun tidur.

Sebaliknya, emosi-emosi ini mungkin tetap ada setelah bermimpi dan memicu pertengkaran di siang hari, atau setidaknya mengganggu keintiman.

"Solusi terbaik adalah menyadari bahwa emosi ini tetap ada, dan ingat untuk mengaitkannya dengan penyebab yang sebenarnya, yaitu mimpimu, bukan pasanganmu," terang Carr.

Selain itu, mimpi perselingkuhan mungkin mencerminkan rasa tidak aman terkait hubungan yang sedang terjalin, yang kemudian termanifestasi dalam mimpi.

Dengan kata lain, jika kamu khawatir atau takut kehilangan seseorang, kamu akan lebih cenderung mengalami mimpi buruk tentang orang tersebut, seperti mereka meninggalkanmu atau tidak setia.

"Ini hanya akan semakin memperburuk kecemasan dan rasa tidak aman dalam kehidupan nyatamu. Penting untuk diingat bahwa orang-orang dalam mimpi adalah hasil imajinasimu sendiri," imbau Carr.

"Bermimpi bahwa pasangan berselingkuh tidak berarti pasanganmu bersalah. Itu hanya menunjukkan bahwa kamu khawatir, atau merasa tidak aman, tentang hubungan tersebut," lanjut dia.

Tag:  #mimpi #buruk #tentang #pasangan #bisa #memicu #konfilk #pakar #mimpi #jelaskan

KOMENTAR