Kesalahan yang Bikin Flek Hitam di Wajah Susah Hilang
- Meski sudah berusaha semaksimal mungkin, flek atau noda hitam di wajah kerap membutuhkan waktu lama untuk benar-benar hilang.
"Flek hitam bisa hilang dalam waktu sekitar satu bulan, bahkan sampai tiga bulan," ungkap dokter spesialis kulit bersertifikat Sanova Dermatology, Mamina Turegano, dilansir dari Self, Selasa (24/2/2026).
Beberapa serum dan krim memang dapat mempercepat proses pemudaran, tetapi banyak kebiasaan perawatan kulit sehari-hari yang mungkin tidak kamu sadari justru membuat flek hitam bertahan lebih lama.
Berikut adalah ragam kesalahan yang membuat flek hitam di wajah sulit dihempaskan.
Baca juga: Dokter Kulit Ingatkan Bahaya Pakai Krim Pemutih Abal-abal untuk Flek Hitam
1. Menumpuk terlalu banyak bahan "pencerah" sekaligus
Tidak ada produk ajaib yang bisa meratakan warna kulit dalam semalam. Meskipun, ada banyak bahan yang dapat mencerahkan kulit seiring waktu.
Misalnya saja vitamin C yang memperlambat produksi melanin, atau retinol dan eksfolian yang mengangkat sel kulit mati berpigmen untuk menampilkan lapisan kulit baru yang lebih cerah.
Namun, prinsip "lebih banyak lebih baik" dalam penggunaan bahan-bahan tersebut, tidak berlaku di sini. Menumpuk berbagai bahan aktif yang kuat tidak akan mempercepat hasil.
Baca juga: Jangan Salah, Ketahui Beda Flek Hitam akibat Penuaan dan Melanoma
Ilustrasi retinol.
Faktanya, vitamin C, eksfolian kimiawi seperti glycolic, lactic, atau salicylic acid, dan retinol, sebaiknya tidak digunakan secara bersamaan karena kombinasi ini dapat memicu iritasi dan peradangan kulit, termasuk memperparah hiperpigmentasi yang sudah ada.
Alih-alih menggunakan semua bahan aktif terkuat dalam satu waktu, dr. Turegano merekomendasikan untuk memilih satu pencerah, gunakan selama setidaknya dua minggu, dan lihat bagaimana reaksi kulit.
Kamu juga bisa mempertimbangkan untuk menggunakan vitamin C di pagi hari dan retinol di malam hari, atau selang-selingkan di hari yang berbeda, daripada menumpuk semuanya dalam satu hari yang sama.
Menurut dia, pendekatan ini tidak hanya lebih lembut bagi kulit, tetapi juga memudahkan kita mengetahui produk mana yang benar-benar memberikan hasil.
Baca juga: Menjajal Facial Brightening untuk Wajah Tampak Cerah dan Segar
2. Tidak mengobati jerawat yang masih aktif
Dalam upaya menghilangkan bekas jerawat yang tertinggal, kamu mungkin tergoda untuk memprioritaskan pencerah kulit.
Namun, semua itu tak akan efektif jika akar penyebab perubahan warna tersebut tak diatasi, yang bagi banyak orang adalah jerawat yang masih aktif.
“Kesalahan yang sering saya lihat adalah orang-orang sedang berjerawat, tetapi mereka lebih fokus pada penanganan hiperpigmentasi,” kata dr. Turegano.
Ketika berjerawat, kulit tetap meradang akibat penumpukan minyak berlebih, sel kulit mati, dan bakteri, yang merupakan penyebab utama produksi melanin berlebih dan flek hitam.
Jadi, ketika kamu mencoba memudarkan flek hitam yang membandel ini, flek hitam baru mungkin akan muncul tepat di area sekitar. Bila jerawat sulit dihilangkan, mungkin konsultasikan ke dokter kulit untuk mendapatkan perawatan yang lebih efektif.
Baca juga: Gonta-ganti Skincare Bisa Picu Jerawat dan Beruntusan, Ini Kata Dokter
3. Lupa menggunakan dan reapply tabir surya
Salah satu hal terbesar yang dapat memperburuk flek hitam yang sudah ada adalah paparan sinar matahari.
“Sudah menjadi rahasia umum bahwa tabir surya itu penting. Akan tetapi, ini jauh lebih penting bagi seseorang yang berjuang melawan flek hitam,” ujar jelas doker spesialis kulit Brendan Camp, MD.
Sebab, sinar ultraviolet (UV) memicu produksi melanin berlebih, yang mempergelap warna kulitmu secara keseluruhan sekaligus memperparah noda cokelat atau merah.
Untuk perlindungan terbaik, gunakan tabir surya minimal SPF 30, dan oleskan kembali setiap dua jam jika kamu berkeringat atau menghabiskan waktu di luar ruangan.
Untuk tabir surya, akan jauh lebih baik jika mengandung zinc oxide atau titanium dioxide, yang keduanya secara fisik memblokir sinar UV yang menggelapkan noda bekas jerawat.
Baca juga: Mengapa Harus Pakai Sunscreen Saat Cuaca Mendung dan Hujan? Ini Kata Dokter
4. Paparan suhu panas yang berlebihan pada kulit
Sinar matahari bukanlah satu-satunya pemicu yang perlu diwaspadai. Menurut dr. Camp, suhu panas yang berlebihan, misalnya dari sauna atau mandi air panas yang lama, juga dapat memperpanjang peradangan pada kulit.
Dalam jangka pendek, hal itu menyebabkan peningkatan aliran darah, yang bisa membuat wajah memerah, seperti ketika kamu habis melakukan yoga selama satu jam.
Namun, ketika ini sering terjadi, dr. Camp mengatakan, peradangan yang berkelanjutan dapat menyebabkan melanosit selaku sel pemberi warna kulit, bereaksi berlebihan dan memproduksi lebih banyak pigmen, sehingga membuat noda cokelat kecil tersebut lebih terlihat.
Menurut saran dr. Camp, hat-hati dengan suhu yang sangat panas. Beberapa menit mandi air hangat atau berada di dalam sauna tidak masalah, selama tidak lebih dari 30 menit setiap hari.
Baca juga: Anak dengan Kulit Sensitif Jangan Terlalu Sering Mandi Air Panas, Mengapa?
Ilustrasi eksfoliasi.
5. Eksfoliasi dengan bahan yang Salah atau berlebihan
Eksfolian, yang mengangkat lapisan atas kulit, memang dapat membantu meratakan warna kulit. Ada banyak pilihan yang menjanjikan, mulai dari eksfolian kimiawi seperti AHA dan BHA, hingga scrub fisik.
"Masalahnya adalah banyak orang berpikir jika mereka bisa menggunakan sesuatu yang cukup kuat atau kasar di wajah, mereka pada dasarnya dapat menggosok noda gelap tersebut, yang sayangnya justru akan menjadi bumerang, terutama dengan scrub fisik yang mengandalkan bahan abrasif,” ungkap dr. Turegano.
Bagi jenis kulit sensitif, gesekan ini dapat menciptakan mikrotrauma atau peradangan, yang memberi sinyal pada melanosit untuk meningkatkan produksi pigmen di area tersebut.
Meskipun eksfolian kimiawi umumnya lebih lembut daripada scrub, menggunakannya terlalu sering atau dalam konsentrasi tinggi tetap dapat merusak pelindung kulit, yang menyebabkan lebih banyak iritasi, kemerahan, dan pemulihan noda yang lebih lambat secara keseluruhan.
Terkait seberapa sering harus eksfoliasi, ini sangat tergantung pada jenis, kebutuhan, dan toleransi kulit.
Baca juga: Seberapa Sering Harus Eksfoliasi Wajah? Ini Kata Dokter Kulit
Ilustrasi dark spot atau flek hitam.
Namun, sebaiknya hindari scrub fisik jika memungkinkan, meskipun jika kulit cenderung berminyak atau lebih tangguh. menggunakannya tidak lebih dari sekali seminggu mungkin tidak masalah.
Untuk pilihan kimiawi, dr. Turegano menyarankan untuk mulai perlahan, sekali atau dua kali seminggu, lalu sesuaikan berdasarkan reaksi kulitmu. Artinya, tidak ada rasa perih, mengelupas, atau pecah-pecah.
6. Keliru membedakan jenis flek di wajah
Tidak semua flek sama. Ada yang namanya Post-Inflammatory Hyperpigmentation (PIH), ada juga Post-Inflammatory Erythema (PIE).
Bintik-bintik pasca-jerawat ini terlihat serupa pada pandangan pertama, tetapi merespons lebih baik terhadap perawatan yang berbeda.
Baca juga: Benarkah Salicylic Acid Bisa Memudarkan Flek Hitam? Ini Penjelasan Dokter Kulit
Menurut dr. Turegano, perbedaan terbesarnya adalah PIE tampak berwarna pink, merah, atau ungu, karena disebabkan oleh kerusakan pembuluh darah di dekat permukaan kulit, hasil dari cedera atau iritasi, misalnya karena memencet jerawat atau terlalu banyak menggunakan bahan aktif yang keras.
Sementara itu, PIH yang bertahan lebih lama, merujuk pada flek hitam "asli" yang disebabkan oleh perubahan pigmen yang lebih dalam dari produksi melanin berlebih. Biasanya muncul sebagai warna cokelat pada warna kulit terang atau biru-abu-abu pada kulit yang lebih gelap.
Untuk PIH, fokuslah pada bahan aktif pencerah yang telah disebutkan sebelumnya. Semuanya menghambat tirosinase, enzim yang terlibat dalam produksi melanin, untuk meratakan warna kulit.
Namun, untuk PIE, mungkin kamu perlu menambahkan produk yang lembut dan menenangkan untuk menjaga pelindung kulit sekaligus mengatasi peradangan. Misalnya seperti niacinamide, azelaic acid, atau centella asiatica.
Kamu tidak perlu panik jika tidak yakin 100 persen jenis mana yang dimiliki. Sebab, merawat PIH dengan bahan ramah PIE tidak akan memperburuk keadaan. Namun, menggunakan bahan aktif yang "tepat" setidaknya dapat membantumu melihat hasil yang lebih baik dan lebih cerah seiring waktu.
Baca juga: 6 Manfaat Retinol untuk Wajah, Lawan Penuaan hingga Samarkan Flek Hitam
Tag: #kesalahan #yang #bikin #flek #hitam #wajah #susah #hilang