Ketahui, Efek Terlalu Sering Mencabut Uban
Ilustrasi rambut beruban.(Dok. Unsplash/Ivan Aviles)
11:20
6 Januari 2026

Ketahui, Efek Terlalu Sering Mencabut Uban

- Bagi banyak orang, uban identik dengan penuaan, stres, atau perubahan besar dalam hidup. Namun, kebiasaan mencabut uban ternyata bukan solusi yang bijak. 

Alih-alih menghilangkannya, kebiasaan ini justru bisa membawa dampak buruk bagi kesehatan rambut dan kulit kepala. Lantas, mengapa mencabut uban sebaiknya dihindari?

Salah satu kepercayaan yang paling sering beredar adalah anggapan bahwa mencabut satu uban akan memicu tumbuhnya banyak uban baru. Faktanya, anggapan ini hanyalah mitos.

Penata rambut sekaligus creative director of education di SACHAJUAN, Trey Gillen menegaskan, uban tidak bisa menular ke rambut di sekitarnya. 

“Rambut di sekelilingnya tidak akan berubah menjadi putih sampai sel pigmen di folikel masing-masing benar-benar mati,” jelas Gillen, seperti disadur Real Simple, Selasa (6/1/2026).

Setiap helai rambut tumbuh dari satu folikel yang berdiri sendiri. Ketika sebuah rambut berubah menjadi abu-abu atau putih, itu berarti sel pigmen di folikel tersebut sudah tidak lagi memproduksi melanin. 

Singkatnya, apa yang terjadi pada satu folikel tidak memengaruhi folikel lain di sekitarnya.

Mencabut uban tidak menghentikan proses alami

Banyak orang berharap mencabut uban bisa menjadi cara “menghapus” tanda penuaan. Padahal, hasilnya justru sia-sia. Rambut yang tumbuh kembali dari folikel tersebut tetap akan berwarna abu-abu atau putih.

“Dengan kata lain, mencabut uban hanya akan digantikan oleh uban baru di tempat yang sama,” ujar Gillen.

Proses ini hanya menunda kemunculan uban untuk sementara, tanpa mengubah warna rambut yang akan tumbuh berikutnya. Artinya, mencabut uban sama sekali tidak memberikan manfaat jangka panjang.

IlustrasiFREEPIK Ilustrasi

Mengapa uban sebaiknya tidak dicabut?

Alasan terpenting untuk menghentikan kebiasaan mencabut uban adalah risiko kerusakan folikel rambut. Setiap kali rambut dicabut secara paksa, folikel mengalami trauma.

“Plucking atau mencabut rambut dapat melukai folikel rambut, dan jika dilakukan berulang kali, folikel tersebut bisa rusak hingga tidak mampu menumbuhkan rambut lagi,” tutur Gillen.

Dalam kondisi terburuk, kebiasaan ini dapat menyebabkan area tertentu di kulit kepala tidak lagi ditumbuhi rambut. 

Uban mungkin saja hilang, namun seseorang justru berisiko mengalami penipisan rambut atau bahkan kebotakan pada titik-titik tertentu.

Bisa menyebabkan infeksi dan kebotakan lokal

Risiko mencabut uban tidak berhenti pada kerusakan folikel saja. Jika dilakukan berulang dan tidak higienis, kebiasaan ini juga bisa memicu infeksi.

“Jika kamu sering mencabut rambut, trauma berulang dapat menyebabkan infeksi, pembentukan jaringan parut, hingga munculnya area botak,” ucap Gillen.

Kulit kepala yang mengalami peradangan atau luka kecil akibat pencabutan rambut berulang akan lebih rentan terhadap bakteri. 

Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memperparah tampilan rambut yang menipis dan tidak merata.

Mengapa uban terlihat lebih kasar?

Banyak orang merasa uban yang tumbuh kembali setelah dicabut terlihat lebih kasar dan mencolok. 

Hal ini sering disalahartikan sebagai jumlah uban bertambah. Padahal, penyebabnya ada pada tekstur rambut.

Ketika folikel memproduksi lebih sedikit melanin, produksi sebum atau minyak alami rambut juga cenderung berkurang. Akibatnya, rambut putih sering kali terasa lebih kaku, tebal, dan sulit diatur dibandingkan rambut berpigmen.

Apa yang sebaiknya dilakukan?

Jika keberadaan uban terasa mengganggu, ada beberapa cara yang jauh lebih aman dibanding mencabutnya. 

Gillen menyarankan untuk memotong uban dengan hati-hati menggunakan gunting kecil.

“Jika ada satu helai uban yang benar-benar ingin kamu singkirkan, potonglah dengan lembut, jangan dicabut,” ujarnya.

Pilihan lain adalah menyamarkan uban dengan pewarna rambut atau mulai menerima perubahan alami tersebut. Bagi sebagian orang, uban justru menjadi simbol kedewasaan dan kebijaksanaan.

Menerima perubahan sebagai bagian dari proses hidup

Pada akhirnya, uban adalah bagian alami dari proses penuaan yang hampir tidak bisa dihindari. Stres, faktor genetik, dan usia berperan besar dalam kemunculannya.

Daripada melawan proses alami dengan cara yang justru merusak, para ahli menyarankan untuk merawat rambut dengan lembut dan bijak. 

Menghindari kebiasaan mencabut uban bukan hanya soal estetika, tetapi juga tentang menjaga kesehatan rambut dan kulit kepala dalam jangka panjang.

Tag:  #ketahui #efek #terlalu #sering #mencabut #uban

KOMENTAR