Kamu Wajib Tahu! 5 Alasan yang Menyebabkan Seseorang Menjadi Teman Palsu dan Tampak Mengganggu
Ilustrasi teman palsu (freepik)
07:44
26 Februari 2025

Kamu Wajib Tahu! 5 Alasan yang Menyebabkan Seseorang Menjadi Teman Palsu dan Tampak Mengganggu

Sahabat sejati memainkan peran penting dalam hidup kita, memberikan dukungan emosional dan praktis yang sangat berharga. Persahabatan mempengaruhi berbagai aspek, termasuk budaya, kesehatan, dan kesejahteraan.

Penelitian menyatakan bahwa sahabat yang baik bisa mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan mental serta fisik yang menekankan pentingnya hubungan ini untuk keseimbangan hidup dan dukungan di saat sulit. Menlansir dari Verywell Mind, berikut ini beberapa alasan yang menyebabkan seseorang menjadi teman palsu dan tampak mengganggu.

1. Perasaan egois

Orang yang terlalu mementingkan diri sendiri cenderung hanya fokus terhadap kebutuhan dan keinginannya, seringkali tanpa memperhatikan kesejahteraan orang lain di sekitarnya. Mereka mungkin akan memanfaatkan orang lain sebagai sarana demi mencapai tujuan pribadi, tanpa memperhitungkan dampaknya terhadap orang lain.

Dr. Daramus mengatakan bahwa beberapa orang dibesarkan dengan pola pikir yang mengedepankan kepentingan pribadi, sehingga mereka merasa tidak perlu memikirkan orang lain atau berempati terhadap perasaan dan kebutuhan orang di sekitarnya. Kondisi ini dapat mengarah pada hubungan yang tidak sehat dan saling merugikan.

2. Rasa tidak aman

Orang yang berjuang dengan harga diri rendah atau perasaan ketidakmampuan sering mencari cara untuk merasa lebih baik tentang diri mereka sendiri. Salah satu cara yang mungkin mereka lakukan adalah dengan membentuk persahabatan palsu yang lebih berfokus pada keuntungan pribadi dibandingkan hubungan yang tulus.

Dalam persahabatan seperti ini, mereka mungkin mengharapkan perhatian dan validasi dari orang lain sebagai cara untuk mengisi kekosongan emosional mereka. Mereka merasa bahwa dengan memperoleh pengakuan dari orang di sekitar mereka, mereka mampu meningkatkan rasa percaya diri dan nilai diri mereka.

Sayangnya, walaupun sikap ini bisa memberikan kepuasan sementara, namun hubungan semacam itu sering kali tidak sehat dan tidak bertahan lama karena dibangun atas dasar ketergantungan pada penilaian eksternal, bukan keaslian dan kedalaman emosional.

3. Narsistik

Seseorang dengan kecenderungan narsistik umumnya berperan sebagai teman palsu, menurut penjelasan Dr. Daramus. Orang narsis memiliki rasa percaya diri yang sangat tinggi, namun di balik itu, mereka cenderung kekurangan empati terhadap perasaan dan kebutuhan orang lain.

Fokus utama mereka adalah pada diri sendiri, dan mereka sering memakai hubungan dengan orang lain demi mencapai tujuan pribadi mereka, tanpa memperhitungkan kesejahteraan teman-teman mereka. Dalam konteks persahabatan, seseorang dengan sifat narsistik mungkin hanya berinteraksi dengan orang lain ketika ada keuntungan yang bisa diperoleh, seperti mendapatkan perhatian, pujian, atau keuntungan sosial.

Mereka mungkin tidak terlalu peduli dengan ikatan emosional yang tulus dan lebih cenderung menganggap orang lain sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan pribadi mereka. Karena sifat ini, hubungan yang mereka bangun umumnya terasa dangkal dan tidak autentik sebab lebih didorong oleh keinginan untuk memenuhi kepentingan diri sendiri.

4. Psikopat

Orang dengan kecenderungan psikopat juga bisa menjadi teman palsu, sebagaimana dipaparakan oleh Dr. Daramus. Psikopat biasanya punya karakteristik yang sangat mencolok, di antaranya adalah kurangnya empati terhadap orang lain yang membuat mereka tidak bisa merasakan atau memahami perasaan orang lain dengan cara yang sehat.

Mereka sering terlibat dalam perilaku manipulatif, di mana mereka berupaya mengendalikan situasi atau orang di sekitar mereka demi mencapai tujuan pribadi, tanpa memikirkan dampak negatif yang mungkin timbul. Dalam konteks hubungan pertemanan, seseorang dengan kecenderungan psikopat mungkin hanya berinteraksi dengan orang lain bagi keuntungan pribadi mereka, tanpa memperhatikan kebutuhan atau hak orang lain.

Mereka cenderung mengabaikan batasan-batasan sosial yang sehat dan tidak segan-segan melanggar perasaan atau hak orang lain demi kepentingan diri mereka sendiri. Akibat sifat manipulatif dan kurangnya empati ini, persahabatan dengan seseorang yang memiliki sifat psikopat sering terasa tidak tulus dan bisa merusak, meninggalkan dampak emosional yang buruk bagi orang yang terlibat pada hubungan tersebut.

5. Trauma masa kecil

Pengalaman yang sulit di masa kecil sering memiliki dampak jangka panjang pada perkembangan seseorang, dan hal ini mampu berperan besar dalam membentuk pola pikir serta perilaku mereka di masa dewasa. Menurut penjelasan Dr. Daramus, seseorang yang tumbuh dalam kondisi penuh tantangan atau trauma mungkin mengalami kesulitan mengatasi beban emosional yang ditinggalkan oleh masa kecil yang penuh perjuangan.

Selama masa tersebut, mereka mungkin hanya fokus pada upaya bertahan hidup yang mampu mempengaruhi cara mereka melihat dunia dan berinteraksi dengan orang lain. Pola pikir yang berkembang di situasi penuh tekanan ini seringkali terfokus pada kelangsungan hidup dan perlindungan diri, sehingga sulit bagi orang tersebut mengubah perspektif tersebut usai dewasa.

Kondisi ini bisa membuat mereka terjebak pada cara berpikir yang cenderung defensif atau egois sebab mereka terbiasa mengutamakan kebutuhan pribadi guna melindungi diri dari rasa sakit atau kehilangan. Sebagai akibatnya, mereka mungkin kesulitan membentuk hubungan yang sehat dan autentik karena pola pikir bertahan hidup ini terus membayangi cara mereka berinteraksi dengan orang lain.

Editor: Hanny Suwindari

Tag:  #kamu #wajib #tahu #alasan #yang #menyebabkan #seseorang #menjadi #teman #palsu #tampak #mengganggu

KOMENTAR