



5 Ciri Orang yang Tidak Mendapat Kasih Sayang saat Masih Kecil, Salah Satunya Haus Akan Validasi
Setiap orang, pastinya membawa serta pengalaman di masa lalu dalam kehidupan masa kini. Sayangnya, bagi sebagian orang, masa lalu itu mungkin tidak dipenuhi dengan kehangatan kenangan kasih sayang.
Anda mungkin mengenang tahun-tahun awal Anda dan merasa sulit mengingat saat-saat penuh cinta dan pengasuhan, atau mempertanyakan apakah pengalaman Anda normal atau kurang penuh kasih sayang daripada yang seharusnya.
Bagaimana Anda tahu jika Anda melewatkan kasih sayang esensial yang membentuk kedewasaan emosional seseorang, atau apakah itu hanya kerumitan umum yang dihadapi setiap anak?
Dilansir dari Hack Spirit, Jumat (13/9), berikut 5 ciri yang mungkin menunjukkan kurangnya kasih sayang di masa kecil Anda.
Jika sifat-sifat ini sesuai dengan diri Anda, mungkin sudah waktunya untuk menghadapi beberapa tantangan emosional yang terpendam.
1. Kesulitan menjalin hubungan dekat
Sama seperti akar tanaman yang mencari air, manusia secara alami tertarik pada hubungan dan keintiman. Namun, jika Anda tidak menerima banyak kasih sayang semasa kecil, Anda mungkin merasa sulit untuk menciptakan dan mempertahankan hubungan dekat dalam kehidupan dewasa Anda.
Penelitian menyebut kondisi ini sebagai gaya keterikatan yang menghindar. Perjuangan ini bukan tentang mencari teman atau bersosialisasi, ini tentang membiarkan diri Anda menjadi rentan dan tersedia secara emosional.
Kurangnya kasih sayang di masa kecil mungkin telah menanamkan rasa takut ditolak atau ditinggalkan, sehingga Anda ragu menjalin ikatan yang memerlukan keterlibatan emosional.
2.Terlalu mandiri
Meskipun kemandirian sering dianggap sebagai sifat positif, jika sifat tersebut berlebihan bisa jadi pertanda kurangnya kasih sayang di masa kecil. Kedengarannya berlawanan dengan intuisi, tetapi hal ini memang benar adanya.
Anak-anak yang tidak banyak menerima kasih sayang sering kali belajar untuk sangat bergantung pada diri mereka sendiri di usia dini. Ketergantungan yang berlebihan ini dapat berlanjut hingga dewasa, yang mengarah pada rasa kemandirian yang lebih tinggi.
Para ahli berpendapat bahwa kemandirian yang berlebihan muncul sebagai mekanisme penanggulangan sebagai reaksi terhadap trauma masa kecil, yang sering kali berasal dari pengabaian.
Jika pengasuh tidak mampu memenuhi kebutuhan emosional anak, anak akan berkembang menjadi percaya bahwa orang lain tidak bisa diandalkan, yang mengakibatkan mereka hanya mengandalkan diri sendiri saat bertumbuh dewasa.
3. Terus menerus mencari validasi
Jika Anda mendapati diri Anda selalu mencari validasi atau persetujuan dari orang lain, ini mungkin berasal dari tidak menerima cukup kasih sayang selama masa kanak-kanak Anda.
Kurangnya kehangatan emosional dan persetujuan di tahun-tahun awal Anda dapat menciptakan kekosongan yang Anda coba isi dengan terus-menerus mencari pengakuan dari orang lain.
Kerinduan akan validasi ini terkadang mendorong Anda untuk melakukan hal yang melampaui batas demi menyenangkan orang lain, sering kali dengan mengorbankan kebutuhan dan kebahagiaan Anda sendiri.
Namun, penting untuk diingat bahwa harga diri Anda tidak ditentukan oleh persetujuan atau ketidaksetujuan orang lain. Mengenali sifat ini dapat menjadi langkah penting menuju penerimaan diri dan pengembangan harga diri yang lebih sehat.
5. Merasa tidak layak untuk dicintai
Salah satu akibat paling menyedihkan dari kurangnya kasih sayang di masa kecil adalah keyakinan yang mengakar bahwa Anda tidak pantas mendapatkan cinta. Perasaan ini tidak hanya tentang cinta romantis, tetapi juga meluas ke hubungan platonis dan keluarga.
Tumbuh tanpa menunjukkan kasih sayang secara konsisten dapat membuat kita mempertanyakan harga diri kita.
Kita mungkin bertanya-tanya, jika mereka yang seharusnya mencintai kita tanpa syarat tidak menunjukkan kasih sayang kepada kita, maka mungkin kita tidak layak dicintai.
Namun, penting untuk diingat bahwa harga diri Anda tidak bergantung pada bagaimana orang lain memperlakukan Anda di masa lalu. Mengenali sifat ini dapat membuka jalan bagi penyembuhan dan cinta diri.
5. Kesulitan mengekspresikan emosi
Mengekspresikan emosi dengan cara yang sehat adalah keterampilan yang sering dipelajari di masa kanak-kanak.
Namun, jika Anda tumbuh dalam lingkungan tanpa kasih sayang, Anda mungkin merasa sulit untuk mengartikulasikan perasaan Anda dalam kehidupan dewasa, menurut psikologi.
Ini bukan berarti tidak memiliki emosi, tetapi lebih kepada tidak tahu cara mengekspresikannya secara efektif. Anda mungkin memendam perasaan hingga meluap, atau Anda bisa beralih ke ekstrem lain dan bereaksi berlebihan terhadap kejadian kecil.
***
Tag: #ciri #orang #yang #tidak #mendapat #kasih #sayang #saat #masih #kecil #salah #satunya #haus #akan #validasi