Bahas AS dan Israel, Bos Houthi Yaman Nyatakan Siap Hadapi Eskalasi Besar
Anggota Penjaga Pantai Yaman yang berafiliasi dengan kelompok Houthi berpatroli di perairan, saat demonstran berunjuk rasa menunjukkan solidaritas dengan rakyat Gaza, di kota pelabuhan Hodeida, Laut Merah, 4 Januari 2024.(AFP)
13:12
5 Juni 2026

Bahas AS dan Israel, Bos Houthi Yaman Nyatakan Siap Hadapi Eskalasi Besar

- Pemimpin kelompok Houthi di Yaman, Abdul-Malik Al-Houthi, menegaskan bahwa pihaknya siap menghadapi eskalasi situasi yang terjadi di kawasan Timur Tengah. 

Dia juga menyatakan bahwa Houthi terus berada dalam koordinasi penuh dengan sekutu-sekutu regionalnya, sebagaimana dilansir Anadolu Agency, Jumat (5/6/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Al-Houthi dalam pidato televisi yang disiarkan oleh saluran TV Al-Masirah milik kelompok tersebut. 

Baca juga: Houthi Yaman Ancam Tutup Selat Bab el-Mandeb jika AS Hambat Perdamaian

Menurutnya, Houthi telah bersiap untuk mengantisipasi segala bentuk perkembangan situasi terkini.

"Kami siap untuk putaran eskalasi apa pun atau perkembangan apa pun dalam situasi saat ini," ujar Abdul-Malik al-Houthi.

Dia menekankan bahwa koordinasi erat terus dijalin bersama sekutu-sekutu mereka yang tergabung dalam "Poros Perlawanan". 

Koordinasi ini mencakup perkembangan situasi di Lebanon dan Palestina, serta respons terhadap langkah-langkah Amerika Serikat (AS) di kawasan yang ia sebut tidak adil dan agresif.

Baca juga: Hindari Diserang Houthi, Kapal Induk Nuklir AS Pilih Berlayar Mengitari Afrika

Dalam kesempatan itu, Al-Houthi memperingatkan pihak-pihak di kawasan agar tidak terjebak dalam upaya Washington yang mencoba menyeret mereka ke dalam pertempuran. 

Menurutnya, tindakan tersebut hanya dilakukan demi melayani kepentingan Israel.

Dia menilai kawasan Timur Tengah saat ini tengah melewati "tahap kritis" yang membutuhkan tingkat kesadaran dan tanggung jawab yang tinggi. 

Al-Houthi juga menuduh Israel telah melakukan "kejahatan yang nyata" di Palestina dan Lebanon, serta mengejar tujuan agresif yang lebih luas di seluruh kawasan.

Baca juga: Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah

Dukungan untuk Hizbullah

Secara terpisah, Kementerian Luar Negeri dalam pemerintahan Houthi yang tidak diakui secara internasional turut menyatakan sikapnya terkait situasi di Lebanon. 

Melalui pernyataan resmi yang dirilis oleh Kantor Berita Saba, mereka menyampaikan dukungan penuh kepada kelompok Hizbullah di Lebanon.

Dukungan tersebut berkaitan dengan apa yang mereka sebut sebagai respons tepat terhadap perjanjian yang ditandatangani antara "otoritas di Beirut dan entitas musuh Israel."

Kementerian tersebut menegaskan bahwa perlawanan tetap menjadi pilihan paling efektif untuk menghentikan serangan Israel dan mengakhiri pendudukan di wilayah Lebanon.

Baca juga: Houthi Yaman Mulai Gempur Israel, Laut Merah Terancam Lumpuh

Ketegangan di kawasan ini sempat melonjak tajam sejak 28 Februari, setelah AS dan Israel meluncurkan serangan udara ke Iran yang menewaskan lebih dari 3.000 orang.

Sebagai balasan, Teheran menargetkan Israel serta negara-negara Teluk yang menampung pangkalan militer AS. 

Iran juga sempat menutup Selat Hormuz, yang merupakan jalur pelayaran krusial bagi perdagangan global.

Meski gencatan senjata yang dirontek oleh Pakistan telah berlaku sejak 8 April, upaya-upaya untuk mencapai kesepakatan yang lebih luas masih terus berjalan hingga saat ini.

Baca juga: Houthi Yaman Mulai Gempur Israel, Laut Merah Terancam Lumpuh

Tag:  #bahas #israel #houthi #yaman #nyatakan #siap #hadapi #eskalasi #besar

KOMENTAR