Iran Disebut Butuh China untuk Damai dengan AS, Beijing Perlu Turun Tangan
Presiden China Xi Jinping melambaikan tangan saat bertemu Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam To Lam di Hanoi, 14 April 2025.(AFP/POOL/NHAC NGUYEN)
16:18
28 April 2026

Iran Disebut Butuh China untuk Damai dengan AS, Beijing Perlu Turun Tangan

- Iran disebut ingin China memainkan peran lebih besar dalam menengahi kesepakatan nuklir untuk mengakhiri perang dengan Amerika Serikat (AS), dan berpotensi mengambil alih kepemilikan uranium yang sangat diperkaya milik Teheran.

Mohamed Amersi, kepala Yayasan Amersi, mengatakan kepada Newsweek di Beijing bahwa Iran berada di bawah tekanan ekonomi untuk mencapai kesepakatan.

Amersi merupakan seorang filantropis dan pengusaha yang berhubungan dekat dengan para negosiator Iran.

Ia juga menyebut Tehran menginginkan peran yang lebih besar dari China dalam mengakhiri konflik tersebut.

Baca juga: Iran Tiba-tiba Tawarkan Akhiri Perang, AS Diberi Syarat Ini


“Seratus persen, benar-benar, Iran menginginkan China,” kata Amersi kepada Newsweek, dikutip Senin (27/4/2026).

“Jika China benar-benar ingin dihormati sebagai kekuatan yang sedang berkembang, mereka perlu turun tangan dan melakukan sesuatu. (Namun) bukan berarti, berpihak pada Iran,” tambahnya.

Menurut dia, Beijing perlu menyampaikan beberapa kenyataan pahit kepada Iran, kemudian pergi ke Amerika Serikat, dan mengatakan: “Lihat, kami berada dalam posisi saling percaya dengan Iran.”

Baca juga: Trump Sudah Ancang-ancang Lawan China, Bidik dengan Golden Dome

China berpotensi mengurus uranium Iran

Ilustrasi pengayaan uranium Iran. Sentrifugal lokal buatan dalam negeri ditampilkan dalam pameran nuklir Iran di Teheran, Rabu (8/2/2023).AP PHOTO/VAHID SALEMI Ilustrasi pengayaan uranium Iran. Sentrifugal lokal buatan dalam negeri ditampilkan dalam pameran nuklir Iran di Teheran, Rabu (8/2/2023).

Amersi memaparkan detail spesifik pada konferensi yang diselenggarakan oleh Center for China and Globalization (CCG) yang bermarkas di Beijing pada akhir pekan lalu.

Ia menjelaskan bahwa China dapat mengambil alih uranium yang sangat diperkaya milik Iran, yang dianggap menempatkan Teheran selangkah lebih dekat untuk membangun senjata nuklir.

China juga dapat mendukung kerangka kerja nuklir baru dan menjadikan de-eskalasi sebagai syarat bagi investasi yang dapat disediakannya, dan yang sangat dibutuhkan Iran.

Baca juga: AS Pernah Pindahkan Uranium Uni Soviet, tapi Kasus Iran Jauh Lebih Rumit

Hal ini bisa menjadi fokus utama yang dibahas dalam pertemuan yang direncanakan antara Trump dan pemimpin China Xi Jinping pada bulan Mei, kata Amersi.

Awal bulan ini, Trump memuji China karena membantu membawa Iran ke meja perundingan setelah sebelumnya menolak.

China berada dalam posisi yang baik untuk berbuat lebih banyak dalam mengakhiri konflik Iran, kata pendiri CCG, Henry Huiyao Wang, kepada Newsweek.

“Jika ada keinginan dari kedua belah pihak (AS-Iran) untuk meredakan ketegangan, maka akan sangat mudah bagi China untuk menjadi pihak ketiga dan menjadi mediator untuk meredakan ketegangan di kedua belah pihak,” ujarnya.

Baca juga: AS Tak Mengira Iran Kirim Proposal Bagus, Langsung Dibahas Trump dan Gedung Putih

Seperti diketahui, meskipun gencatan senjata telah diberlakukan, pembicaraan antara AS dan Iran terkait perdamaian masih terhambat.

Kedua belah pihak mengajukan tuntutan maksimalis, dan Iran tegas menolak seruan dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump untuk menghentikan semua pengayaan uranium.

Termasuk juga pembatasan kekuatan rudal dan penghentian dukungan untuk proksi regional.

China sendiri dijadwalkan akan menjadi tuan rumah kunjungan Trump pada bulan Mei, membantu di balik layar dalam mengamankan gencatan senjata.

Hal itu meningkatkan kredibilitas diplomatiknya dalam persaingan jangka panjangnya dengan AS, bahkan ketika perang menghantam sekutunya, Iran.

Tag:  #iran #disebut #butuh #china #untuk #damai #dengan #beijing #perlu #turun #tangan

KOMENTAR