Efek Menopause pada Kulit dan Rambut, Dokter Ungkap Cara Merawatnya
Ilustrasi lansia, wajah keriput.(Google Gemini AI)
11:10
12 Juni 2026

Efek Menopause pada Kulit dan Rambut, Dokter Ungkap Cara Merawatnya

- Masa menopause, yang dimulai 12 bulan setelah siklus haid terakhir, memicu banyak perubahan pada tubuh wanita.

Kamu mungkin bersyukur karena akhirnya terbebas dari keluhan sindrom pramenstruasi yang menyiksa. Namun, perubahan fisik lainnya sering kali memicu kekhawatiran baru.

Salah satu keluhan utama di fase ini adalah menurunnya keremajaan kulit dan rambut akibat merosotnya kadar hormon estrogen secara drastis.

"Estrogen meningkatkan retensi air dan kekenyalan pada kulit," kata dokter kulit Kiyanna Williams, MD, melansir Cleveland Clinic, Kamis (11/6/2026).

Baca juga: Yang Harus Diketahui Tiap Wanita tentang Menopause

"Ketika estrogen turun, kamu kehilangan beberapa molekul yang membantu menjaga kelembapan kulit. Estrogen juga berkontribusi pada pertumbuhan dan ketebalan rambut. Tanpanya, rambutmu mungkin menjadi lebih tipis," lanjut dia.

Kendati demikian, penurunan kualitas kulit dan rambut pasca-menopause bukan berarti kamu harus berhenti merawatnya.

Cara merawat kulit dan rambut saat menopause

Menjaga kekencangan dan kelembapan

Turunnya kadar estrogen membuat produksi kolagen anjlok, sehingga kulit kehilangan volume dan kekencangannya. Banyak wanita beralih ke asupan seperti kaldu tulang untuk mengatasinya.

Namun, dr. Williams menekankan, belum ada cukup studi terkontrol untuk membuktikan bahwa mengonsumsi kolagen akan membantu meningkatkan kualitas kulit pascamenopause.

Sebagai gantinya, kamu disarankan merutinkan pijat wajah pada malam hari menggunakan pelembap favoritmu.

"Gerakan memijat merangsang produksi kolagen kulitmu," tutur dia.

Sementara untuk mengatasi kulit kering, rutinitas pembersihan ekstra lembut sangat penting. Gunakan pembersih lembut tanpa busa yang dirancang untuk kulit sensitif.

"Pastikan pula hidrasi alami kulit selalu terjaga. Pelembap yang mengandung asam hialuronat membantu menahan air, menjaga kulit tetap kenyal," lanjut dr. Williams.

Baca juga: Tak Cuma Haid Berhenti Setahun, Ketahui Berbagai Gejala Menopause

Penggunaan serum antioksidan seperti vitamin C juga sangat dianjurkan, lantaran dapat membantu melawan radikal bebas yang berkontribusi pada penuaan.

Saat memilih produk, hindari kandungan alkohol, pewarna, atau pewangi tambahan.

"Jika baunya atau kelihatannya cantik, itu mungkin tidak baik untuk kulit sensitif. Pilihlah produk yang biasa, tidak berwarna, dengan sedikit atau tanpa aroma," saran dr. Williams

Mengatasi flek hitam dan jerawat

Flek penuaan atau bintik gelap sering muncul pascamenopause dan agak sulit diobati sendiri di rumah. Menurut dr. Williams, flek mungkin tidak selalu merespons krim yang dijual bebas. Tindakan dan resep medis sering kali diperlukan untuk masalah ini.

Ada beberapa krim resep yang dapat membantu seperti tretinoin yang merupakan retinoid dengan kekuatan resep," ucap dia.

"Jika itu tidak cukup, eksfoliasi di klinik atau perawatan laser dapat memudarkan bintik-bintik tertentu dan meningkatkan kecerahan keseluruhan dan penampilan kulit yang awet muda. Tanyakan kepada dokter kulitmu tentang opsi-opsi ini," sambung dr. Williams.

Selain flek, jerawat juga kerap kembali muncul pascamenopause. Jika terjadi, hindari memakai sembarang obat jerawat keras yang membuat kulit kering. Beralihlah ke pembersih berformula ringan dengan kandungan asam salisilat.

Menangani masalah pertumbuhan rambut

Pergeseran hormon bisa memicu tumbuhnya bulu halus di area bibir atas atau dagu. Kamu bisa merontokkannya dengan metode cabut, penggunaan krim, waxing, pencabutan elektrolisis, maupun sinar laser.

"Namun, laser menargetkan melanin, yang memberi warna pada rambut dan kulit. Perawatan laser hanya bekerja pada rambut gelap. Jika rambut yang tidak diinginkan berwarna terang, laser tidak akan bekerja," terang dr. Williams.

Sebaliknya, kondisi rambut di kepala justru menipis dan rontok. Untuk masalah ini, gunakan sampo yang lembut dan melembabkan, serta jangan terlalu sering keramas bagi pemilik kulit kepala kering.

"Namun, jika kulit kepalamu berminyak, kamu mungkin perlu keramas setiap hari. Hal ini bervariasi dari orang ke orang," tutur dia.

Bila terjadi kebotakan berpola, produk yang mengandung minoksidil bisa dipertimbangkan. Segera periksakan ke ahlinya jika kerontokan rambut yang kamu alami disertai gejala gatal, ruam, atau gumpalan besar.

Baca juga: 6 Tips Diet Menjelang Menopause, Termasuk Makan Makanan Kaya Kalsium

Melindungi kulit dari sinar matahari

Di luar semua perawatan rumahan itu, sunscreen dengan minimal SPF 30 wajib digunakan setiap hari demi mencegah penuaan dini dan menekan risiko kanker.

Jangan lupa untuk mengimbangi semua tahapan ini dengan pola makan bergizi dan olahraga teratur guna menjaga kebugaran dari dalam.

Tag:  #efek #menopause #pada #kulit #rambut #dokter #ungkap #cara #merawatnya

KOMENTAR