Bitcoin Tembus 63.000 Dollar AS, Sinyal Menuju 65.000 Makin Terbuka?
Ilustrasi bitcoin. (WIKIMEDIA COMMONS/JORGE FRANGANILLO)
14:08
12 Juni 2026

Bitcoin Tembus 63.000 Dollar AS, Sinyal Menuju 65.000 Makin Terbuka?

Harga Bitcoin (BTC) kembali menguat dan menembus level 63.000 dollar AS dalam 24 jam terakhir pada Jumat (12/6/2026). Bitcoin naik 2,48 persen ke level 63.615,89 dollar AS dalam 24 jam terakhir.

Kinerja tersebut melampaui pergerakan pasar kripto yang relatif datar, meskipun kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan ikut naik sekitar 2,26 persen.

Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menyebut kenaikan tersebut terjadi di tengah membaiknya sentimen pasar global, terutama setelah aset berisiko, saham, dan emas bergerak positif seiring perubahan ekspektasi pelaku pasar terhadap arah suku bunga Amerika Serikat.

Penguatan Bitcoin kali ini dinilai lebih banyak didorong faktor makroekonomi ketimbang katalis internal dari pasar kripto.

Pergerakan Bitcoin menunjukkan korelasi tinggi dengan pasar tradisional, yakni sekitar 91 persen terhadap indeks S&P 500 dan 83 persen terhadap emas.

Kondisi itu menunjukkan bahwa BTC masih bergerak searah dengan aset-aset yang sensitif terhadap perubahan ekspektasi suku bunga.

Ia mengatakan kenaikan Bitcoin saat ini lebih tepat dibaca sebagai rebound teknikal yang ditopang sentimen makro, bukan reli yang sepenuhnya berasal dari fundamental pasar kripto.

“Kenaikan Bitcoin ke atas 63.000 dollar AS menunjukkan bahwa pasar mulai kembali mengambil posisi pada aset berisiko, terutama setelah saham dan emas ikut menguat,” ujar Fyqieh lewat keterangan pers.

Namun, reli ini masih sangat bergantung pada sentimen makro, khususnya ekspektasi terhadap arah kebijakan The Fed.

Jadi, meskipun peluang menuju 64.000 dollar AS hingga 65.000 dollar AS terbuka, investor tetap perlu berhati-hati karena belum terlihat katalis kripto yang benar-benar kuat.

Level Penting Bitcoin

Fyqieh mencatat area 62.000 dollar AS menjadi posisi penting yang perlu dijaga Bitcoin. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang untuk menguji resistance berikutnya di kisaran 64.000 dollar AS hingga 65.000 dollar AS masih terbuka.

Sebaliknya, jika Bitcoin gagal mempertahankan 62.000 dollar AS, tekanan jual berpotensi kembali muncul dan membawa harga menguji area support terdekat di sekitar 61.000 dollar AS.

“Secara teknikal, area 62.000 dollar AS menjadi batas psikologis yang penting. Jika mampu bertahan di atas area itu, Bitcoin berpeluang menguji exponential moving average (EMA) 200 hari di sekitar 63.700-an dollar AS, lalu bergerak ke 64.000 dollar AS hingga 65.000 dollar AS. Namun, jika support tersebut ditembus, pasar bisa kembali defensif,” pungkas Fyqieh.

Selain sentimen suku bunga, pasar juga mencermati perkembangan geopolitik global. Harga BTC sempat mendapat dorongan setelah muncul kabar mengenai kembali bergulirnya potensi kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Sentimen tersebut mendorong minat terhadap aset berisiko dan membantu Bitcoin pulih dari tekanan sebelumnya.

Sebelumnya, Bitcoin sempat melemah setelah data inflasi produsen Amerika Serikat atau Producer Price Index (PPI) menunjukkan kenaikan lebih tinggi dari perkiraan.

Data tersebut sempat memicu kekhawatiran bahwa bank sentral AS, The Fed, akan mempertahankan kebijakan suku bunga ketat lebih lama.

Namun, sentimen pasar berbalik setelah pelaku pasar menilai risiko geopolitik mulai mereda. Perbaikan sentimen ini ikut mendorong kenaikan sejumlah aset kripto utama lainnya, termasuk Ethereum, BNB, dan Solana.

Meski begitu, ia menilai reli Bitcoin masih perlu dikonfirmasi oleh beberapa faktor pendukung, terutama arus dana institusional melalui produk spot Bitcoin ETF dan keputusan The Fed dalam pertemuan kebijakan pada 16-17 Juni 2026.

“Arus dana ETF akan menjadi indikator penting. Jika inflow kembali kuat, itu bisa memperkuat struktur harga Bitcoin karena pasokan likuid di pasar berkurang. Tetapi jika outflow berlanjut, kenaikan harga berisiko tidak berkelanjutan. Pasar saat ini masih sensitif terhadap data inflasi, arah suku bunga, serta komentar The Fed,” lanjutnya.

Tekanan Belum Hilang

Di sisi teknikal, sejumlah indikator menunjukkan Bitcoin sedang menguji area krusial. Zona 64.500 dollar AS hingga 65.000 dollar AS menjadi resistance penting karena terdapat konsentrasi likuiditas yang cukup besar di area tersebut.

Jika pembeli mampu mempertahankan momentum, Bitcoin berpeluang menembus zona tersebut dan membuka jalan menuju level yang lebih tinggi.

Namun, tekanan masih belum sepenuhnya hilang. Pasar kripto masih menghadapi sejumlah tantangan, termasuk rendahnya volume perdagangan, arus keluar dari produk ETF, serta ketidakpastian makroekonomi global. Kondisi ini membuat kenaikan Bitcoin rentan terkoreksi apabila sentimen pasar tradisional kembali melemah.

Fyqieh menyebut investor sebaiknya tidak hanya melihat kenaikan harga dalam jangka pendek, tetapi juga memperhatikan kualitas reli tersebut.

“Yang perlu diperhatikan bukan hanya apakah Bitcoin bisa menyentuh 65.000 dollar AS, tetapi apakah harga mampu bertahan di atas level kunci tersebut. Jika kenaikan hanya didorong sentimen sesaat tanpa dukungan volume, ETF inflow, dan kepastian makro, maka risiko koreksi tetap terbuka,” ucap dia.

Dalam jangka pendek, prospek Bitcoin dinilai cenderung hati-hati positif. Selama harga bertahan di atas level 62.000 dollar AS, peluang penguatan menuju 64.000 dollar AS hingga 65.000 dollar AS masih terbuka.

Namun, arah pergerakan berikutnya akan sangat ditentukan respons pasar terhadap pertemuan The Fed, perkembangan arus dana ETF, dan perubahan sentimen risiko global.

Bitcoin saat ini berada di fase penting. Momentum penguatan mulai terbentuk, tetapi pasar masih membutuhkan konfirmasi yang lebih kuat sebelum dapat melanjutkan reli ke level yang lebih tinggi.

Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual Kripto. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.

Tag:  #bitcoin #tembus #63000 #dollar #sinyal #menuju #65000 #makin #terbuka

KOMENTAR