BI Sebut Obat Kuat Ini Bikin Rupiah Mulai Menguat Lawan Dolar AS
Bank Indonesia (BI) memastikan akan menjaga stabilisasi rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Salah satunya dengan kenaikan, BI-Rate menjadi 5,50 persen.
Tidak hanya itu, penguatan imbal hasil SRBI dan SBN membuat investor asing merespons positif penguatan bauran kebijakan tersebut.
Direktur Eksekutif Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny, mengatakan hal ini tercermin dari meningkatnya aliran masuk modal asing ke instrumen SRBI pasca-lelang SRBI pada 10 Juni 2026.
"Aliran masuk modal asing juga mulai kembali terjadi di pasar SBN, terutama pada tenor pendek dan menengah," katanya dalam jawaban tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (12/6/2026).
Dia melanjutkan sejalan dengan perkembangan tersebut, nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS terus mengalami penguatan dan kembali berada di bawah level Rp18.000 per dolar AS.
Bank Indonesia akan terus mencermati perkembangan pasar keuangan global dan domestik serta menjaga daya tarik instrumen keuangan domestik guna mendukung aliran masuk modal asing.
Direktur Eksekutif Komunikasi BI Ramdan Denny. [Suara.com/Rina]"Bank Indonesia juga akan terus mengoptimalkan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar rupiah melalui intervensi NDF di pasar offshore serta transaksi spot dan DNDF di pasar domestik secara konsisten dan terukur," tandasnya.
Sebelumnya, rupiah berbalik menguat terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Jumat pekan, (12/6/2026). Penguatan ini membuat mata uang Garuda masuk zona hijau.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka ke level Rp17.928 per dolar Amerika Serikat (AS). Angka ini menguat 60 poin atau 0,34 persen dari sehari sebelumnya yang ada di Rp17.988 per dolar AS.
Tag: #sebut #obat #kuat #bikin #rupiah #mulai #menguat #lawan #dolar