SpaceX Bidik Dana Rp 1.345 Triliun Lewat IPO Terbesar Dunia
– Perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, menetapkan harga penawaran umum perdana saham (IPO) sebesar 135 dollar AS per saham menjelang debut perdagangannya di bursa Nasdaq pada Jumat (12/6/2026).
Dengan harga tersebut, SpaceX diperkirakan menghimpun dana sekitar 75 miliar dollar AS atau setara Rp 1.345,58 triliun (asumsi kurs Rp 17.941 per dollar AS).
Perusahaan juga diproyeksikan memiliki kapitalisasi pasar mencapai 1,78 triliun dollar AS atau sekitar Rp 31.935 triliun setelah melantai di bursa.
Nilai tersebut menjadikan IPO SpaceX sebagai salah satu penawaran saham terbesar yang pernah dilakukan di pasar modal global.
Baca juga: Elon Musk Selangkah Lagi Jadi Triliuner Pertama di Dunia
Berbeda dari praktik IPO pada umumnya, SpaceX tidak menawarkan rentang harga kepada investor sebelum penetapan harga final. Perusahaan langsung menetapkan harga saham di level 135 dollar AS sejak awal proses penawaran.
Harga tersebut bahkan telah diumumkan sebelum SpaceX memulai rangkaian presentasi kepada investor atau roadshow pekan lalu. Karena itu, proses penetapan harga pada Kamis malam waktu setempat lebih banyak dipandang sebagai formalitas.
Bidik Dana Rp 1.345 Triliun
Dalam prospektus terbaru, SpaceX menyatakan akan menjual sekitar 555,6 juta saham untuk mencapai target penghimpunan dana 75 miliar dollar AS.
Selain itu, para penjamin emisi memiliki opsi greenshoe, yakni hak untuk menjual saham tambahan apabila permintaan investor melebihi alokasi awal. Opsi tersebut mencakup sekitar 83 juta saham dengan nilai sekitar 11,2 miliar dollar AS atau setara Rp 200,94 triliun.
Baca juga: Elon Musk Tetapkan Skema Terima Atau Tolak saat IPO SpaceX
Perusahaan dilaporkan juga menghentikan penerimaan pesanan saham lebih awal pada Rabu (10/6/2026), satu hari lebih cepat dari jadwal yang biasa diterapkan dalam IPO.
Langkah ini memberikan waktu lebih panjang bagi perusahaan dan penjamin emisi untuk menentukan distribusi saham kepada investor.
Ilustrasi SpaceX akuisisi xAI.
Permintaan Investor Sangat Tinggi
Minat investor terhadap IPO SpaceX terbilang sangat besar. Berdasarkan laporan Reuters, penawaran saham perusahaan tersebut mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed hingga empat kali lipat.
Kondisi tersebut menunjukkan tingginya antusiasme pasar terhadap perusahaan yang selama ini dikenal sebagai pemain utama di industri antariksa komersial dan teknologi kecerdasan buatan.
Meski demikian, angka oversubscription tidak selalu mencerminkan permintaan riil. Investor institusi kerap mengajukan pesanan dalam jumlah lebih besar untuk memastikan mereka memperoleh alokasi saham yang diinginkan.
Karena itu, besarnya permintaan aktual masih menjadi salah satu faktor yang akan diuji saat perdagangan saham dimulai.
Baca juga: Elon Musk Diprediksi Akuisisi Intel lewat SpaceX
Investor Ritel Berpeluang Dapat Porsi Lebih Besar
Salah satu aspek yang paling diperhatikan dalam IPO SpaceX adalah alokasi saham untuk investor ritel.
SpaceX dikabarkan menargetkan sekitar 30 persen saham IPO dialokasikan kepada investor individu. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan praktik umum di pasar, yang biasanya hanya berkisar 5 persen hingga 10 persen.
Investor ritel dapat mengajukan pemesanan saham melalui sejumlah platform pialang, termasuk Charles Schwab, Fidelity, Robinhood, SoFi, dan E-Trade milik Morgan Stanley.
Jika target tersebut terealisasi, maka IPO SpaceX akan menjadi salah satu penawaran saham perdana dengan partisipasi investor ritel terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Baca juga: 10 Orang Terkaya di Dunia Akhir Mei 2026 Versi Forbes, Kekayaan Elon Musk Lebih dari 14.000 T
SpaceX tengah menyiapkan IPO pada 2026 dengan target dana lebih dari 25 miliar dollar AS. Jika terealisasi, valuasi perusahaan Elon Musk itu bisa melampaui 1 triliun dollar AS.
Menanti Debut SpaceX di Nasdaq
Setelah resmi melantai di Nasdaq, perhatian pasar akan tertuju pada harga pembukaan saham SpaceX.
Market maker Nasdaq akan mencocokkan pesanan beli dan jual untuk menentukan harga awal perdagangan. Pada IPO berukuran besar dan sangat dinantikan seperti SpaceX, proses tersebut dapat berlangsung cukup lama bahkan setelah perdagangan resmi dibuka.
Pergerakan saham pada hari pertama akan menjadi indikator awal keberhasilan IPO ini. Investor akan mencermati apakah saham mampu dibuka dan ditutup di atas harga penawaran 135 dollar AS atau sekitar Rp 2,42 juta per saham.
Jika mendapat sambutan positif dari pasar, SpaceX akan mengakhiri statusnya sebagai perusahaan tertutup dan memasuki babak baru sebagai perusahaan publik dengan salah satu valuasi terbesar di dunia.
Tag: #spacex #bidik #dana #1345 #triliun #lewat #terbesar #dunia