Bagaimana Reaksi Dunia soal Gencatan Senjata AS-Iran, Termasuk Indonesia?
Ilustrasi Majelis Umum PBB. Reaksi negara dunia terhadap gencatan senjata AS-Iran.(AFP/CHARLY TRIBALLEAU)
13:24
8 April 2026

Bagaimana Reaksi Dunia soal Gencatan Senjata AS-Iran, Termasuk Indonesia?

- Amerika Serikat (AS) dan Iran sepakat untuk melakukan gencatan senjata selama dua minggu.

Diketahui, Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata sementara dengan Iran selama dua minggu pada Rabu (8/4/2026).

Dilansir AFP, Rabu (8/4/2026), Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa PBB Antonio Guterres menyambut baik gencatan senjata tersebut.

Baca juga: Trump Yakin China Ada di Balik Iran untuk Gencatan Senjata dengan AS


"Sekretaris Jenderal menyambut baik pengumuman gencatan senjata selama dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran," kata juru bicaranya.

Ia menambahkan bahwa kepala PBB mengajak semua pihak untuk berupaya mewujudkan perdamaian jangka panjang di Timur Tengah.

"Menyerukan kepada semua pihak yang terlibat dalam konflik saat ini di Timur Tengah untuk mematuhi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional dan untuk menaati ketentuan gencatan senjata guna membuka jalan menuju perdamaian yang langgeng dan komprehensif di kawasan tersebut."

Baca juga: Dampak Gencatan Senjata AS-Iran: Harga Minyak Anjlok, Emas Menguat

Reaksi negara dunia terhadap gencatan senjata AS-Iran

Ilustrasi Bendera. Beberapa negara di dunia juga menyambut baik kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran.Unsplash/Vladislav Klapin Ilustrasi Bendera. Beberapa negara di dunia juga menyambut baik kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran.

Berikut respons beberapa negara di dunia yang menyambut baik kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran:

1. Australia

Australia mendukung gencatan senjata dan memperingatkan bahwa semakin lama perang berlangsung, semakin signifikan dampaknya terhadap ekonomi global, dan semakin besar korban jiwa.

"Australia ingin melihat gencatan senjata ditegakkan dan penyelesaian konflik," kata kantor Perdana Menteri Anthony Albanese.

"Kami terus menyerukan kepada semua pihak untuk menjunjung tinggi hukum humaniter internasional dan melindungi kehidupan warga sipil," tambahnya.

Baca juga: Sebelum Iran-AS Gencatan Senjata, Warga Teheran Bersiap Hadapi Serangan Trump

2. Jepang

Jepang menyatakan bahwa langkah-langkah konkret diperlukan untuk meredakan krisis, termasuk memastikan jalur pelayaran yang aman bagi kapal-kapal melalui Selat Hormuz.

"Yang terpenting adalah langkah-langkah konkret akan diambil untuk meredakan situasi, termasuk memastikan keselamatan navigasi melalui Selat Hormuz," kata juru bicara Pemerintah Jepang, Minoru Kihara.

"Kami berharap kesepakatan akhir akan tercapai melalui diplomasi secepatnya," tambahnya.

3. Pakistan

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan bahwa Amerika Serikat, Iran, dan sekutu mereka telah menyetujui gencatan senjata di mana-mana, termasuk Lebanon.

Pakistan sendiri memiliki peran besar dan bertindak sebagai mediator dalam konflik AS-Israel dengan Iran.

Baca juga: Israel Ikuti Gencatan Senjata AS-Iran, tapi Tolak Cakup Lebanon

4. Mesir

Kementerian Luar Negeri Mesir mengatakan, gencatan senjata ini merupakan peluang yang sangat penting yang harus dimanfaatkan untuk membuka ruang bagi negosiasi, diplomasi, dan dialog konstruktif.

Kementerian tersebut menyatakan di Facebook bahwa gencatan senjata harus dibangun di atas komitmen penuh untuk menghentikan operasi militer dan menghormati kebebasan navigasi internasional.

Unggahan tersebut juga menyatakan bahwa Mesir akan melanjutkan upaya bersama Pakistan dan Turkiye untuk meningkatkan keamanan dan stabilitas di kawasan tersebut (Teluk).

5. Indonesia

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkang memberikan keterangan pers saat Press Briefing di Ruang Palapa, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (8/1/2026).Antara Foto / Rivan Awal Lingga Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkang memberikan keterangan pers saat Press Briefing di Ruang Palapa, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Yvonne Mewengkang mengatakan, Jakarta menyambut baik kesepakatan gencatan senjata.

Dia menyerukan Iran dan AS untuk menghormati kedaulatan, integritas teritorial, dan diplomasi masing-masing pihak, menurut kantor berita Reuters.

Mewengkang juga menyerukan penyelidikan menyeluruh atas gugurnya tiga personil penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) asal Indonesia akibat ledakan di Lebanon pada akhir Maret di tengah pertempuran antara pasukan Israel dan Hizbullah.

Baca juga: Trump Klaim Kemenangan Total Usai AS Gencatan Senjata dengan Iran

6. Malaysia

Kementerian Luar Negeri Malaysia mengatakan, gencatan senjata tersebut menandai perkembangan signifikan dan langkah penting menuju perdamaian dan stabilitas yang sangat dibutuhkan di Timur Tengah.

Malaysia juga mendesak semua pihak untuk sepenuhnya menghormati dan melaksanakan semua ketentuan gencatan senjata dengan itikad baik untuk mencegah kembalinya permusuhan.

“Hindari tindakan provokatif atau langkah-langkah sepihak yang dapat berdampak negatif pada stabilitas kawasan yang rapuh atau membahayakan keamanan ekonomi dan energi global”.

7. Irak

Irak menyambut baik kesepakatan gencatan senjata serta menyerukan dialog yang serius dan berkelanjutan antara AS dan Iran.

"Menyerukan untuk membangun langkah positif ini dengan meluncurkan jalur dialog yang serius dan berkelanjutan yang membahas akar penyebab perselisihan dan memperkuat saling percaya," kata Kementerian Luar Negeri Iran melalui X.

Baca juga: Iran Tetap Patok Tarif Rp 34 M untuk Lewat Selat Hormuz Selama Gencatan Senjata

8. Selandia Baru

Wellington menyambut baik gencatan senjata seraya memperingatkan bahwa masih ada hal penting yang dilakukan untuk mengamankan perdamaian.

"Meskipun ini merupakan kabar yang menggembirakan, masih ada banyak pekerjaan penting yang harus dilakukan dalam beberapa hari mendatang untuk mengamankan gencatan senjata yang langgeng," kata juru bicara Menteri Luar Negeri Winston Peters.

"Dalam beberapa hari dan minggu mendatang, Selandia Baru akan mendukung semua upaya untuk mewujudkan penyelesaian yang langgeng dan berkelanjutan bagi konflik ini," tambahnya.

Tag:  #bagaimana #reaksi #dunia #soal #gencatan #senjata #iran #termasuk #indonesia

KOMENTAR