Prabowo Pasang Asumsi Harga Minyak Mentah 95 Dollar AS, Lifting Migas Ikut Digenjot di 2027
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). DPR menggelar rapat paripurna dengan agenda antara lain penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal oleh Presiden Prabowo. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/app/kye(RIVAN AWAL LINGGA)
12:16
20 Mei 2026

Prabowo Pasang Asumsi Harga Minyak Mentah 95 Dollar AS, Lifting Migas Ikut Digenjot di 2027

Presiden Prabowo Subianto memperkirakan harga minyak mentah Indonesia berada pada kisaran 70 sampai 95 dolar Amerika Serikat (AS) per barel pada 2027.

Proyeksi tersebut menjadi bagian dari asumsi makro pemerintah dalam penyusunan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2027.

Prabowo menyampaikan asumsi tersebut saat membuka rapat paripurna DPR RI, Rabu (20/5/2026).

Presiden juga menyebut pemerintah menetapkan target lifting minyak bumi sebesar 602.000 sampai 615.000 barel per hari.

Sementara itu, lifting gas dipatok pada kisaran 934.000 sampai 977.000 barel setara minyak bumi per hari.

“Harga minyak mentah Indonesia diperkirakan sebesar 70 sampai 95 dollar AS per barrel. Selanjutnya, lifting minyak bumi ditargetkan 602.000 sampai 615.000 barrel per hari. Dan lifting gas 934.000 hingga 977.000 barrel setara minyak bumi per hari,” ujar Prabowo dalam pidatonya.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Turun Usai AS Sebut Ada Kemajuan Perundingan dengan Iran

Asumsi harga minyak mentah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 ditetapkan sebesar 70 dolar AS per barel.

Namun, krisis global yang dipicu perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, serta penutupan Selat Hormuz sebagai jalur utama distribusi minyak dunia, membuat harga minyak global melonjak tajam.

Lonjakan harga minyak diyakini memberi tekanan besar terhadap APBN, terutama dari sisi subsidi energi.

Simulasi APBN 2026 menunjukkan setiap kenaikan 1 dolar AS per barel di atas asumsi dasar APBN akan menambah penerimaan negara sekitar Rp 3,5 triliun.

Tambahan penerimaan itu muncul karena Indonesia masih melakukan ekspor minyak.

Namun, kenaikan harga minyak juga meningkatkan beban subsidi bahan bakar minyak (BBM) secara signifikan.

Setiap kenaikan 1 dolar AS per barel diperkirakan menambah pengeluaran subsidi BBM hingga Rp 10,3 triliun.

Artinya, tambahan defisit mencapai sekitar Rp 6,8 triliun setiap harga minyak naik 1 dolar AS per barel di atas asumsi APBN 2026.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Melonjak ke Tertinggi 2 Pekan di Tengah Konflik AS-Iran

Kondisi tersebut menunjukkan sensitivitas fiskal Indonesia terhadap gejolak harga energi global masih tinggi, terutama saat konflik geopolitik memicu gangguan pasokan minyak dunia.

Harga minyak dunia melemah tipis pada akhir perdagangan Selasa (20/5/2026) waktu setempat atau Rabu waktu Indonesia, setelah Amerika Serikat menyatakan terdapat kemajuan dalam perundingan dengan Iran.

Reuters melaporkan, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli turun 82 sen atau 0,73 persen menjadi 111,28 dolar AS per barel.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Juni turun 89 sen atau 0,82 persen menjadi 107,77 dolar AS per barel.

Kontrak WTI yang lebih aktif untuk pengiriman Juli ditutup turun 23 sen menjadi 104,15 dolar AS per barel.

Meski melemah, harga minyak masih berada di level tinggi.

Brent sempat menyentuh level tertinggi sejak 5 Mei pada perdagangan Senin sebelumnya. WTI juga mencapai posisi tertinggi sejak 30 April.

Penurunan harga terjadi setelah Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan Washington dan Teheran mencatat perkembangan positif dalam pembicaraan damai terkait konflik di Timur Tengah.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, sebelumnya melaporkan realisasi lifting minyak bumi mencapai 605.300 barel per hari pada 2025.

Realisasi itu melampaui target APBN 2025 sebesar 605.000 barel per hari.

"Jadi mencapai target bahkan melampaui, sekalipun ini sedikit," ucap Bahlil dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Bahlil mencatat, realisasi tersebut menjadi kenaikan lifting minyak pertama dalam 9 tahun terakhir.

Realisasi itu juga menjadi capaian pertama lifting minyak yang memenuhi target APBN dalam periode tersebut.

Realisasi lifting gas bumi mencapai 951.800 barel setara minyak per hari atau thousand barrels of oil equivalent per day (MBOEPD).

Realisasi tersebut setara 94,7 persen dari target APBN 2025 sebesar 1,005 juta barel setara minyak per hari.

Tag:  #prabowo #pasang #asumsi #harga #minyak #mentah #dollar #lifting #migas #ikut #digenjot #2027

KOMENTAR