Penumpang Bogor Line Terus Naik, Peron Stasiun Bogor Diperpanjang
KAI dan KAI Commuter merevitalisasi peron jalur 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor untuk mendukung operasional Commuter Line 12 rangkaian dan meningkatkan kapasitas penumpang.(Dok. KAI )
11:52
20 Mei 2026

Penumpang Bogor Line Terus Naik, Peron Stasiun Bogor Diperpanjang

 PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama KAI Commuter tengah merevitalisasi dan memperpanjang peron jalur 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor.

Proyek tersebut menjadi bagian dari peningkatan kapasitas layanan Commuter Line, khususnya pada lintas Bogor Line yang terus mencatat pertumbuhan penumpang.

Pengerjaan revitalisasi dimulai sejak 15 April 2026 dan ditargetkan rampung pada Juli 2026.

Pembaruan fasilitas tersebut dilakukan untuk mendukung operasional rangkaian Commuter Line dengan formasi 12 kereta atau SF12.

Dengan rangkaian tersebut, daya angkut penumpang dalam satu perjalanan akan meningkat. Kapasitas itu diharapkan bisa mengakomodasi mobilitas masyarakat yang semakin tinggi di koridor Bogor Line.

Baca juga: KAI Daop 6 Tutup 7 Perlintasan Liar Sepanjang 2026, Wonogiri Paling Banyak

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan peningkatan fasilitas pelayanan di Stasiun Bogor menjadi langkah penting untuk menjaga kelancaran mobilitas pelanggan Commuter Line.

“Bogor Line menjadi salah satu lintas dengan mobilitas pelanggan tertinggi di wilayah Jabodetabek. Pertumbuhan volume pelanggan yang terus meningkat perlu diimbangi dengan kesiapan kapasitas stasiun dan pola operasi perjalanan agar pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan optimal,” ujar Anne dalam keterangan resmi, Rabu (20/5/2026).

Anne mengatakan frekuensi perjalanan Commuter Line di Stasiun Bogor saat ini mencapai 392 perjalanan per hari pada hari kerja.

Frekuensi perjalanan pada akhir pekan mencapai 373 perjalanan per hari.

Tingginya frekuensi perjalanan itu membuat Stasiun Bogor menjadi salah satu stasiun dengan aktivitas pelanggan paling padat di jaringan Commuter Line Jabodetabek.

Data pelanggan juga menunjukkan tren pertumbuhan dari tahun ke tahun.

Pada periode Januari hingga April 2026, volume pelanggan yang melakukan gate in di Stasiun Bogor mencapai 6,1 juta pelanggan.

Volume pelanggan gate out pada periode yang sama mencapai 5,9 juta pelanggan.

Baca juga: Respons Lonjakan Angkutan Retail, KAI Perkuat Pengembangan Layanan Kereta Barang

Sepanjang 2025, volume gate in di Stasiun Bogor mencapai 18,1 juta pelanggan. Volume gate out juga mencapai 18,1 juta pelanggan.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan 2024. Saat itu, volume gate in mencapai 17,1 juta pelanggan dan gate out sebesar 17,2 juta pelanggan.

Pertumbuhan pelanggan juga terlihat pada volume pengguna Bogor Line secara keseluruhan.

Pada 2022, jumlah pelanggan Bogor Line tercatat 102 juta pelanggan.

Angka itu meningkat menjadi 133 juta pelanggan pada 2023.

Jumlah pelanggan kembali naik menjadi 145,9 juta pelanggan pada 2024, lalu mencapai 155 juta pelanggan pada 2025.

Pada Januari hingga April 2026, jumlah pelanggan Bogor Line telah mencapai 51,8 juta pelanggan.

Tingginya mobilitas tersebut menunjukkan peran Commuter Line sebagai transportasi utama masyarakat perkotaan dalam mendukung aktivitas harian.

Anne menjelaskan, pengoperasian rangkaian dengan 12 kereta akan memberi kapasitas angkut lebih besar dalam satu perjalanan.

Kapasitas itu diharapkan membuat distribusi pelanggan menjadi lebih baik, terutama pada jam sibuk.

“Penambahan kapasitas melalui operasional rangkaian 12 kereta disiapkan untuk mendukung kebutuhan pelanggan yang terus berkembang. Dengan kapasitas yang lebih besar dalam satu perjalanan, pelayanan diharapkan menjadi lebih lancar dan pengalaman perjalanan pelanggan semakin nyaman,” jelas Anne.

Revitalisasi tidak hanya mencakup perpanjangan peron dan penyesuaian jalur.

KAI juga membangun kanopi baru pada area peron jalur 6, 7, dan 8.

Kanopi tersebut dirancang terhubung langsung dengan area selasar stasiun.

Fasilitas ini disiapkan untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan saat menunggu maupun berpindah jalur, terutama saat hujan dan cuaca panas.

Pekerjaan revitalisasi saat ini telah memasuki tahap pemasangan ulang tiang Listrik Aliran Atas (LAA) dan konstruksi calon peron baru.

Seluruh pekerjaan ditargetkan selesai dan dapat beroperasi optimal pada Juli 2026.

Selama proses revitalisasi berlangsung, KAI dan KAI Commuter melakukan penyesuaian pola operasional dan alur pelayanan pelanggan di area stasiun.

KAI bersama KAI Commuter juga mengatur arus pelanggan, mengoptimalkan pelayanan petugas, serta memperkuat informasi perjalanan.

Langkah tersebut dilakukan agar mobilitas pelanggan tetap aman, tertib, dan lancar selama pekerjaan berlangsung.

KAI juga menyiapkan area pedestrian sementara di sisi selasar stasiun untuk mendukung kelancaran mobilitas pelanggan.

Rekayasa arus penumpang juga dilakukan pada jam sibuk.

Pelanggan yang menuju Hall Barat dapat diarahkan melalui Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Paledang.

Sebagian pelanggan lainnya diarahkan menuju Hall Taman Topi dan Pintu Timur Stasiun Bogor.

“Pengembangan dan perbaikan fasilitas pelayanan terus dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan keselamatan perjalanan Commuter Line dan pelanggan. Seluruh pekerjaan dilakukan secara hati-hati agar tidak mengganggu operasional perjalanan kereta,” kata Anne.

“Selama proses revitalisasi berlangsung, kami menyadari terdapat penyesuaian yang dapat memengaruhi kenyamanan pelanggan. Untuk itu kami menyampaikan permohonan maaf dan mengimbau pelanggan untuk tetap berhati-hati serta mengikuti arahan petugas di area stasiun,” tegas Anne.

Tag:  #penumpang #bogor #line #terus #naik #peron #stasiun #bogor #diperpanjang

KOMENTAR