Penumpang KA Joglosemarkerto Tembus 458.000 hingga April 2026
- PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat jumlah penumpang KA Joglosemarkerto sebesar 458.938 pelanggan selama Januari–April 2026.
Nilai tersebut meningkat 11,41 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 sebanyak 411.931 pelanggan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pertumbuhan pelanggan KA Joglosemarkerto menunjukkan bahwa kebutuhan perjalanan antarkota di Jawa Tengah dan DIY semakin tinggi, terutama pada sektor pendidikan, wisata, dan ekonomi yang saling terhubung.
Baca juga: Respons Lonjakan Angkutan Retail, KAI Perkuat Pengembangan Layanan Kereta Barang
Lebih dari 71.000 tiket Kereta Api (KA) Joglosemarkerto laris terjual selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Angka ini menunjukkan KA Joglosemarkerto sebagai kereta api paling favorit sepanjang periode libur panjang.
“KA Joglosemarkerto memiliki pola perjalanan yang unik karena menghubungkan banyak kota dalam satu lintasan melingkar,” kata Anne dalam keterangan resmi, Rabu (20/5/2026).
“Mobilitas masyarakat menjadi lebih efisien karena pelanggan dapat bepergian antarkota tanpa perlu berganti kereta, baik untuk pendidikan, pekerjaan, wisata, maupun aktivitas ekonomi lainnya,” tambah Anne.
Anne mengatakan, daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah selama ini dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan, wisata, dan pergerakan ekonomi di Indonesia.
Dia bilang, ribuan mahasiswa dari berbagai daerah datang setiap tahun ke Yogyakarta, Solo, Semarang, Purwokerto, hingga Tegal untuk menempuh pendidikan, bekerja, maupun menjalankan aktivitas usaha.
Baca juga: Percepat Implementasi B50, KAI Mulai Uji Coba Bertahap pada Lokomotif
Di saat yang sama, arus wisata dan perjalanan antarkota di wilayah tersebut juga terus tumbuh seiring meningkatnya mobilitas masyarakat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2025, Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta mencapai 74,7 persen, tertinggi di Indonesia dan jauh di atas rata-rata nasional.
KA Joglosemarkerto berhenti di Stasiun Solo Balapan Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (16/10/2024).
Sementara Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi dengan konsentrasi perguruan tinggi terbesar di Indonesia yang tersebar di kota-kota seperti Semarang, Surakarta, Purwokerto, dan Salatiga.
“Kondisi tersebut membentuk mobilitas antarkota yang sangat dinamis, mulai dari mahasiswa, pekerja, wisatawan, hingga pelaku usaha,” jelas Anne.
Baca juga: KAI Catat 923.743 Tiket Terjual selama Libur Long Weekend Mei 2026
Sebagai informasi, selama Januari–April 2026, dua nomor perjalanan dengan pelanggan tertinggi yaitu KA 187 relasi Solo Balapan–Semarang Tawang–Tegal–Purwokerto–Solo Balapan–Semarang Tawang yang melayani 168.971 pelanggan, serta KA 193 relasi Solo Balapan–Purwokerto–Tegal–Semarang Tawang–Solo Balapan sebanyak 160.401 pelanggan.
Tingginya volume pelanggan tersebut menunjukkan kuatnya konektivitas di lintas Solo, Semarang, Tegal, dan Purwokerto yang menjadi pusat aktivitas masyarakat di Jawa Tengah.
“KAI melihat pola perjalanan pelanggan KA Joglosemarkerto saat ini semakin beragam,” ujar dia.
Dia bilang, ada banyak pelanggan memanfaatkan layanan ini untuk perjalanan pendidikan menuju Yogyakarta dan Solo yang dikenal sebagai kota pelajar, sementara sebagian lainnya menggunakan kereta untuk aktivitas bisnis dan perdagangan menuju Semarang, Pekalongan, Tegal, hingga Purwokerto.
Baca juga: KAI: 685.000 Tiket Terjual Saat Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus
“Pola tersebut membuat perjalanan kereta api menjadi bagian penting dalam mendukung produktivitas masyarakat di berbagai sektor,” jelasnya.
Selain pendidikan dan ekonomi, rute KA Joglosemarkerto juga terhubung langsung dengan banyak destinasi wisata unggulan di Jawa Tengah dan DIY.
Konektivitas tersebut membuat KA Joglosemarkerto memiliki fungsi yang lebih luas dibanding layanan transportasi biasa karena ikut menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dan wisata di Jawa Tengah.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) merilis daftar 10 kereta api (KA) paling laris sepanjang Januari-November 2025. KA Joglosemarkerto jadi favorit.
Berdasarkan data BPS, mobilitas wisatawan domestik di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta terus menunjukkan tren tinggi.
Baca juga: KAI Bangun Uji Coba Palang Pintu Baru di Kawasan Ampera dekat Stasiun Bekasi Timur
Sepanjang 2024, jumlah perjalanan wisatawan nusantara di Jawa Tengah tercatat melampaui 58 juta perjalanan, sedangkan DIY menerima lebih dari 9 juta kunjungan wisatawan.
Besarnya pergerakan masyarakat tersebut mencerminkan kebutuhan akan moda transportasi antarkota yang nyaman, aman, efisien, sekaligus terjangkau semakin meningkat setiap tahunnya.
Sejak pertama kali beroperasi pada 1 Desember 2018, KA Joglosemarkerto berkembang menjadi salah satu layanan kereta api dengan konektivitas terpanjang dan pola lintasan paling khas di Pulau Jawa.
Rute melingkar yang dimiliki kereta ini memungkinkan penumpang menjangkau berbagai kota dalam satu perjalanan tanpa perlu berganti moda transportasi.
Baca juga: Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus, KAI Jual 584.695 Tiket Kereta
Keberadaan KA Joglosemarkerto juga dinilai memberi dampak ekonomi bagi daerah-daerah yang dilintasi.
Aktivitas masyarakat di sekitar stasiun turut bergerak, mulai dari sektor kuliner, transportasi lanjutan, penginapan, hingga pelaku UMKM lokal.
“Kereta api kini menjadi bagian penting dalam mendukung mobilitas masyarakat yang semakin dinamis. KA Joglosemarkerto memperlihatkan bagaimana konektivitas transportasi dapat memperkuat akses pendidikan, mendukung pertumbuhan wisata daerah, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat di sepanjang lintas Jawa Tengah dan DIY,” tegas Anne.
Tag: #penumpang #joglosemarkerto #tembus #458000 #hingga #april #2026