Penelitian Ungkap Liburan Tiap 2 Bulan Sekali Bisa Cegah Stres Kerja
Ilustrasi liburan. (freepik.com)
17:20
20 Mei 2026

Penelitian Ungkap Liburan Tiap 2 Bulan Sekali Bisa Cegah Stres Kerja

- Di tengah budaya kerja yang semakin sibuk, banyak orang merasa bersalah ketika mengambil cuti. Sebagian khawatir pekerjaan menumpuk, sebagian lagi takut dianggap kurang produktif. 

Padahal, penelitian terbaru menunjukkan bahwa mengambil jeda dari rutinitas kerja bukanlah bentuk kemalasan, melainkan kebutuhan penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental.

Sebuah studi dari PubMed Central tahun 2025 mengungkap bahwa pekerja idealnya mengambil waktu liburan setiap dua bulan sekali agar tubuh dan pikiran memiliki kesempatan untuk benar-benar pulih dari tekanan pekerjaan.

“Kami menekankan bagaimana liburan secara teratur membantu pemulihan dan meningkatkan kesejahteraan, sehingga mengurangi stres serta meningkatkan performa kerja,” kata peneliti Selvaraj Giridharan, dilansir Your Tango, Rabu (20/5/2026).

Baca juga: Begini yang Terjadi Pada Tubuh Saat Seseorang Terlalu Lama Stres

Temuan ini memperkuat pandangan bahwa istirahat teratur bukan sekadar hadiah setelah bekerja keras, melainkan bagian penting dari ritme hidup yang sehat.

Mengapa liburan setiap 2 bulan sekali dianggap penting?

Liburan rutin membantu tubuh keluar dari mode siaga terus-menerus

Banyak pekerja modern hidup dalam kondisi tubuh yang nyaris selalu waspada. Tenggat waktu, notifikasi email, rapat mendadak, hingga tekanan target membuat tubuh terus memproduksi hormon stres seperti kortisol.

Dalam jangka pendek, hormon ini memang membantu seseorang tetap fokus. Namun jika dibiarkan tinggi terlalu lama, dampaknya bisa serius. Mulai dari gangguan tidur, mudah marah, sulit konsentrasi, hingga penurunan sistem imun.

Liburan memberikan kesempatan bagi sistem saraf untuk keluar dari mode fight or flight atau siaga tinggi. 

Saat seseorang bepergian, bahkan hanya untuk short getaway selama dua atau tiga hari, otak mendapatkan sinyal bahwa ancaman telah mereda.

Inilah mengapa banyak orang merasa pikirannya jauh lebih ringan setelah kembali dari perjalanan singkat. Tubuh akhirnya memiliki ruang untuk benar-benar beristirahat.

Baca juga: Cara Mengatasi Rasa Malas Setelah Liburan agar Semangat Lagi

Ilustrasi traveling membuat Anda merasa bahagia.recep-bg Ilustrasi traveling membuat Anda merasa bahagia.

Tidak harus liburan mewah

Banyak orang langsung membayangkan biaya besar saat mendengar anjuran liburan setiap dua bulan. 

Padahal, penelitian ini tidak mengharuskan seseorang melakukan perjalanan mahal ke luar kota. Liburan sederhana tetap efektif selama memberi jarak dari rutinitas kerja.

Staycation di hotel dalam kota, road trip singkat ke daerah terdekat, menginap di vila bersama keluarga, atau sekadar menghabiskan akhir pekan tanpa membuka laptop bisa memberikan efek pemulihan yang signifikan.

Giridharan menegaskan, yang terpenting adalah frekuensi istirahat, bukan kemewahan destinasi.

“Kami mendorong integrasi jeda istirahat yang lebih sering ke dalam budaya kerja melalui strategi praktis bagi individu maupun organisasi,” tulisnya.

Liburan tidak harus spektakuler untuk berdampak positif. Bahkan waktu singkat yang benar-benar digunakan untuk recharge sudah cukup membantu tubuh memulihkan energi.

Baca juga: 7 Cara Sederhana Bonding Hubungan Keluarga Tanpa Liburan Mahal

Liburan berkaitan erat dengan kesehatan jantung dan mental

Sebuah penelitian terhadap 749 perempuan menemukan bahwa mereka yang mengambil liburan kurang dari sekali dalam enam tahun memiliki risiko delapan kali lebih besar mengalami masalah jantung dibanding mereka yang berlibur dua kali setahun.

Temuan ini menunjukkan bahwa stres kerja kronis bisa memengaruhi kesehatan fisik secara nyata.

Saat seseorang terus bekerja tanpa jeda, tubuh berada dalam kondisi tekanan berkepanjangan. Hal ini dapat meningkatkan tekanan darah, mengganggu kualitas tidur, serta memicu peradangan yang berdampak pada organ vital.

Selain kesehatan fisik, kesehatan mental juga sangat dipengaruhi oleh frekuensi istirahat. Liburan memberi ruang untuk terhubung kembali dengan diri sendiri. 

Saat jauh dari layar komputer dan daftar pekerjaan, seseorang memiliki kesempatan untuk menikmati momen sederhana, mengisi ulang energi emosional, dan mengingat bahwa hidup tidak hanya soal pekerjaan.

Baca juga: Berada 20 Menit di Taman Punya Efek Rileks Setara Mendaki Gunung

Banyak pekerja enggan mengambil cuti meski sangat membutuhkannya

Meski manfaat liburan sudah terbukti, banyak pekerja tetap enggan memanfaatkan hak cutinya.

Survei dari Pew Research Center menemukan bahwa 46 persen pekerja yang memiliki jatah cuti berbayar justru mengambil waktu libur lebih sedikit dari yang diberikan.

Alasannya beragam. Sebanyak 49 persen responden mengaku khawatir pekerjaan menumpuk saat mereka pergi. Sebagian lain merasa rekan kerja akan terbebani jika mereka mengambil cuti.

Ada pula yang merasa tidak membutuhkan liburan. Padahal, kelelahan akibat kerja sering kali datang secara perlahan. 

Banyak orang baru menyadari dirinya burnout setelah tubuh mulai menunjukkan tanda-tanda seperti sulit tidur, kehilangan motivasi, hingga merasa lelah bahkan setelah bangun tidur.

Menunda liburan demi terlihat produktif justru bisa menjadi bumerang bagi performa jangka panjang.

Baca juga: 6 Tips Hiking dan Glamping untuk Pemula agar Liburan Makin Seru

Mengubah cara pandang terhadap liburan

Selama ini, liburan sering dianggap sebagai bentuk pelarian dari tanggung jawab. Padahal, istirahat justru merupakan investasi untuk menjaga kualitas kerja.

Pekerja yang rutin mengambil jeda cenderung kembali dengan pikiran lebih segar, kreativitas meningkat, dan kemampuan mengambil keputusan yang lebih baik.

Liburan bukan kemewahan, melainkan kebutuhan biologis dan psikologis setiap manusia.

Jika dua bulan terakhir terasa penuh tekanan, mungkin ini saat yang tepat untuk menjadwalkan long weekend, mematikan notifikasi kantor, dan memberi tubuh kesempatan untuk bernapas.

Kadang, produktivitas terbaik justru lahir setelah seseorang berani berhenti sejenak.

Baca juga: Keluarga Cemara: Definisi Keluarga Hangat yang Banyak Diimpikan

Tag:  #penelitian #ungkap #liburan #tiap #bulan #sekali #bisa #cegah #stres #kerja

KOMENTAR