AS-Iran Lakukan Mediasi untuk Gencatan Senjata 45 Hari
Bendera Iran dipasang di reruntuhan bangunan yang hancur dalam serangan gabungan Amerika Serikat-Israel di Alun-alun Ferdowsi, Teheran, Selasa (3/3/2026).(AFP/ATTA KENARE)
11:30
6 April 2026

AS-Iran Lakukan Mediasi untuk Gencatan Senjata 45 Hari

- Iran bersama Amerika Serikat (AS) dan sekelompok mediator dikabarkan sedang membahas sejumlah syarat untuk gencatan senjata potensial selama 45 hari.

Opsi gencatan senjata tersebut dapat mengarah pada pengakhiran perang secara permanen, menurut laporan media AS Axios, Senin (6/4/2026).

Media tersebut mengutip beberapa sumber dari AS, Israel, dan regional yang mengetahui terkait perundingan itu.

Baca juga: Soal Rencana Serangan Darat ke Iran, Trump: Saya Rasa Itu Tidak Perlu


Mereka mengatakan kepada Axios bahwa negosiasi berlangsung melalui mediator Pakistan, Mesir, dan Turkiye, serta melalui pesan teks yang dikirim antara utusan Trump, Steve Witkoff, dan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi.

Sumber-sumber tersebut juga menggambarkan peluang untuk mencapai kesepakatan parsial dalam 48 jam ke depan sangat kecil.

Namun, upaya ini adalah satu-satunya kesempatan untuk mencegah eskalasi dramatis dalam perang yang telah merusak infrastruktur sipil Iran dan pembalasan terhadap fasilitas energi dan air di negara-negara Teluk.

Seorang pejabat AS mengatakan bahwa pemerintahan Trump telah memberikan beberapa proposal kepada Iran dalam beberapa hari terakhir, tetapi sejauh ini para pejabat Iran belum menerimanya.

Baca juga: Iran Giliran Ancam Tutup Selat Bab el-Mandab jika AS-Israel Tingkatkan Serangan

Para mediator sedang membahas dengan pihak-pihak terkait mengenai syarat-syarat untuk kesepakatan dua tahap.

Tahap pertama adalah potensi gencatan senjata selama 45 hari di mana pengakhiran permanen perang akan dinegosiasikan, dan fase kedua adalah kesepakatan untuk mengakhiri perang.

Menurut Axios, para pejabat Iran telah menjelaskan kepada para mediator bahwa mereka tidak ingin terjebak dalam situasi yang mirip dengan Gaza atau Lebanon, yaitu ada gencatan senjata di atas kertas, tetapi AS dan Israel masih terus melancarkan serangan sesukanya.

Baca juga: AS Disebut Larang Perusahaan Satelit untuk Rilis Gambar Perang di Iran

Iran beri isyarat buka Selat Hormuz

Ilustrasi kapal kontainer. Iran isyaratkan untuk membuka Selat Hormuz, tapi dengan syarat.Freepik/Slon.Pics Ilustrasi kapal kontainer. Iran isyaratkan untuk membuka Selat Hormuz, tapi dengan syarat.

Sementara itu, Pemerintah Iran mengisyaratkan peluang pembukaan kembali Selat Hormuz, tetapi dengan sejumlah prasyarat.

Jalur pelayaran utama minyak dunia tersebut disebut hanya akan kembali beroperasi apabila sebagian pendapatan dari lalu lintas kapal digunakan sebagai kompensasi atas kerusakan akibat perang.

Dilansir Kompas.com, Senin (6/4/2026), pejabat komunikasi di kantor Presiden Iran Seyyed Mehdi Tabatabaei menjelaskan, kompensasi yang dimaksud akan diatur melalui skema yang disebut sebagai “rezim hukum baru”.

Baca juga: Dapat Izin Iran, 15 Kapal Lewati Selat Hormuz dalam 24 Jam Terakhir

Dalam konsep tersebut, Iran membuka kemungkinan penerapan biaya bagi kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.

“Selat Hormuz hanya akan dibuka kembali jika seluruh kerugian akibat perang yang dipaksakan sudah diganti melalui rezim hukum baru, yakni dengan mengambil sebagian dari pendapatan biaya transit,” ujar Tabatabaei.

Dengan kata lain, Iran berupaya mengaitkan pemulihan kerugian perang dengan aktivitas pelayaran di jalur tersebut.

Baca juga: Trump Geser Deadline Iran Buka Selat Hormuz pada Selasa, Ancam Ini jika Tak Penuhi

Sebagaimana diketahui, Selat Hormuz diblokade Iran sejak mendapat serangan dari AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Penutupan jalur strategis ini berdampak besar terhadap pasar energi global, termasuk memicu lonjakan harga minyak dunia.

Tag:  #iran #lakukan #mediasi #untuk #gencatan #senjata #hari

KOMENTAR