Terpendam 65 Tahun, Pangkalan Militer Rahasia AS Muncul dari Bawah Es Greenland
Ilustrasi pangakalan militer bawah tanah.(TENTARA ISRAEL via AFP)
07:30
27 Februari 2026

Terpendam 65 Tahun, Pangkalan Militer Rahasia AS Muncul dari Bawah Es Greenland

Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, menemukan kembali jejak pangkalan militer rahasia era Perang Dingin yang terkubur sekitar 100 kaki di bawah lapisan es Greenland.

Penemuan itu terjadi saat ilmuwan NASA melakukan penerbangan riset di atas lapisan es Greenland pada April 2024.

Citra radar yang diambil mengungkap struktur bawah tanah yang kemudian terkonfirmasi sebagai Camp Century, pangkalan militer Amerika Serikat berusia 65 tahun.

Baca juga: Trump Akan Kirim Kapal Rumah Sakit, PM Greenland: Tidak, Terima Kasih

Fasilitas tersebut telah lama ditinggalkan dan kini tertimbun semakin dalam oleh es dan salju.

Tak sengaja tertangkap radar

Selama bertahun-tahun, berbagai benda kuno hingga pesawat Perang Dunia II pernah ditemukan terkubur di bawah lapisan es. Namun kali ini, ilmuwan NASA Chad Greene justru mendapati sebuah pangkalan militer rahasia.

Ilmuwan krirosfer di Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA, Alex Gardner, mengatakan, temuan itu awalnya tidak dikenali.

“Kami sedang mencari dasar lapisan es dan tiba-tiba Camp Century muncul,” ujar Gardner, dikutip dari Popular Mechanics, Jumat (20/2/2026).

“Awalnya kami tidak tahu itu apa,” imbuhnya.

Untuk memetakan area tersebut, NASA menggunakan teknologi Uninhabited Aerial Vehicle Synthetic Aperture Radar (UAVSAR), sistem berbasis gelombang radio yang mirip dengan LiDAR.

Jika LiDAR menggunakan sinar laser, UAVSAR memanfaatkan gelombang radio untuk mendeteksi struktur tersembunyi, termasuk yang berada di bawah permukaan es tebal. Dalam citra radar, sejumlah struktur individu pangkalan terlihat jelas.

“Kota di bawah es” era Perang Dingin

Camp Century dibangun secara rahasia oleh Korps Zeni Angkatan Darat AS antara Juni 1959 hingga Oktober 1960.

Pangkalan ini dijuluki “kota di bawah es” karena terdiri dari 21 terowongan bawah tanah sepanjang total sekitar 9.800 kaki atau hampir 3 kilometer.

Pembangunannya dimungkinkan setelah Amerika Serikat dan Denmark menandatangani Perjanjian Pertahanan Greenland pada 1951, yang memungkinkan penggunaan fasilitas di Greenland untuk kepentingan pertahanan kawasan Atlantik Utara. Saat itu, Greenland masih berstatus sebagai wilayah administratif Denmark.

Baca juga: Jejak Ekspansi AS, Tradisi Beli Wilayah ala Amerika dan Ambisi atas Greenland

Material konstruksi seberat 6.000 ton diangkut menggunakan kereta luncur berat dengan kecepatan maksimal sekitar 3,2 kilometer per jam. Bahan-bahan tersebut dikirim ke Pangkalan Thule—pangkalan AS lain di Greenland—dengan perjalanan darat mencapai 70 jam menggunakan kereta luncur.

Insinyur militer terlebih dahulu menggali parit-parit besar di salju dan es, termasuk lorong utama sepanjang 1.000 kaki yang dijuluki “Main Street”. Bangunan kayu dan atap baja kemudian dipasang untuk membentuk kompleks bawah tanah tersebut.

Salah satu fasilitas terpentingnya adalah reaktor nuklir PM-2 berkekuatan menengah, yang menjadi sumber energi bagi pangkalan dalam kondisi suhu ekstrem hingga minus 70 derajat Celsius dan angin mencapai 125 mil per jam.

Kedok riset ilmiah

Selama beroperasi, ilmuwan di Camp Century melakukan penelitian penting, termasuk studi awal inti es (ice core) yang mengungkap sejarah purba Greenland yang pernah memiliki hutan hijau dan keanekaragaman hayati. Namun, riset ilmiah tersebut ternyata hanya kedok.

Di balik operasionalnya, pangkalan ini terkait dengan strategi senjata nuklir rahasia Amerika Serikat bernama “Project Iceworm”.

Rencana tersebut bertujuan membangun jaringan terowongan seluas 52.000 mil persegi di bawah es Greenland untuk menempatkan hingga 600 rudal balistik.

Proyek ambisius itu membutuhkan 60 pusat peluncuran dan sekitar 11.000 tentara yang akan tinggal penuh waktu di kota bawah es tersebut. Namun, berbagai kendala teknis dan logistik membuat rencana itu dinilai tidak layak.

Pada 1967, Camp Century resmi dinonaktifkan dan ditinggalkan. Rencana senjata nuklir tersebut baru dipublikasikan oleh Danish Institute of International Affairs pada 1997.

Ancaman limbah nuklir di tengah pemanasan global

Meski reaktor nuklirnya telah dibongkar saat pangkalan ditutup, limbahnya tidak ikut diangkut.

Selama 33 bulan beroperasi, reaktor tersebut menghasilkan lebih dari 47.000 galon limbah nuklir, yang hingga kini masih terkubur di bawah es.

Masalahnya, lapisan es Greenland kini menghadapi ancaman serius akibat perubahan iklim. Sebuah studi memperkirakan es di lokasi tersebut dapat mulai mencair pada 2090.

William Colgan, ilmuwan iklim dan glasier dari York University di Toronto yang memimpin studi tersebut, mengatakan pada 2016 bahwa para perancang awal tidak membayangkan kondisi saat ini.

“Mereka pikir itu tidak akan pernah terekspos,” kata Colgan.

“Pada era 1960-an, istilah pemanasan global bahkan belum diciptakan. Namun iklim sedang berubah, dan pertanyaannya sekarang adalah apakah yang ada di bawah sana akan tetap berada di sana," ujarnya.

Baca juga: Ketegangan di Arktik Memanas, Rusia Beri Peringatan Keras soal Greenland

Tag:  #terpendam #tahun #pangkalan #militer #rahasia #muncul #dari #bawah #greenland

KOMENTAR