Harga Emas Dunia Turun Lagi, Ini Pemicunya
Ilustrasi emas. (FREEPIK/wirestock)
08:36
14 Mei 2026

Harga Emas Dunia Turun Lagi, Ini Pemicunya

- Harga emas dunia melemah pada akhir perdagangan Rabu (13/5/2026) waktu setempat atau Kamis (14/5/2026) pagi WIB.

Dikutip dari Reuters, harga emas spot turun 0,6 persen menjadi 4.686,435 dollar AS per ons.

Ini menjadi penurunan dua hari berturut-turut.

Sementara harga emas berjangka AS melemah 0,4 persen ke level 4.706,70 dollar AS per ons.

Penurunan harga emas dipicu oleh kekhawatiran inflasi, potensi penurunan suku bunga, hingga pertemuan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping mendatang.

Baca juga: Investor Serbu Aset Safe Haven, Emas Melonjak 74 Persen pada Kuartal I 2026

Kekhawatiran akan inflasi muncul ketika data harga produsen AS meningkat lebih dari yang diperkirakan pada April 2026 dan mencatat kenaikan terbesar sejak awal 2022.

Kondisi itu menjadi sinyal bahwa inflasi terus meningkat di tengah perang Iran.

Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist Zaner Metals Peter Grant mengatakan, inflasi yang masih tinggi memperkuat ekspektasi suku bunga AS akan bertahan tinggi lebih lama.

Kondisi tersebut menekan harga emas dalam dua hari terakhir.

"Dan itu telah menekan harga emas dalam dua hari terakhir," ujarnya dalam Grant.

Sebagaimana diketahui, emas selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi.

Namun, kenaikan suku bunga cenderung mengurangi daya tarik logam mulia karena emas tidak memberikan imbal hasil.

Selain itu, data inflasi konsumen AS pada April juga menunjukkan kenaikan lanjutan dengan laju tahunan terbesar dalam tiga tahun terakhir.

Bank sentral AS Federal Reserve (The Fed) bulan lalu mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50 persen hingga 3,75 persen.

Berdasarkan CME Group FedWatch, pelaku pasar kini semakin kecil memperkirakan adanya pemangkasan suku bunga tahun ini.

Di sisi lain, Trump tiba di China dengan agenda memperkuat gencatan dagang yang rapuh antara AS dan China, sekaligus meningkatkan dukungan publik domestik yang tertekan akibat perang dengan Iran.

Sentimen pasar juga dipengaruhi keputusan India menaikkan tarif impor emas dan perak menjadi 15 persen dari sebelumnya 6 persen.

Kebijakan itu ditempuh untuk menekan pembelian logam mulia dari luar negeri dan menjaga cadangan devisa negara.

India merupakan konsumen logam mulia terbesar kedua di dunia.

Menurut Grant, kenaikan tarif impor di India berpotensi menekan permintaan emas dalam jangka panjang.

Adapun harga logam mulia lainnya justru menguat pada perdagangan di hari yang sama.

Harga perak spot naik 1,6 persen menjadi 87,88 dollar AS per ons setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi dua bulan.

Sementara itu, platinum naik 1,6 persen menjadi 2.159,58 dollar AS per ons dan palladium melemah 1,2 persen menjadi 1.508,39 dollar AS per ons.

Baca juga: Harga Emas Dunia Turun di Tengah Memudarnya Harapan Damai AS-Iran

Tag:  #harga #emas #dunia #turun #lagi #pemicunya

KOMENTAR