Dua Pemimpin Kekuatan Besar Dunia, Trump dan Xi Jinping Akan Bertemu Hari Ini
Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping berbincang saat meninggalkan bandara setelah pertemuan bilateral di Bandara Internasional Gimhae, di sela-sela KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC), di Busan, Korea Selatan, Rabu (30/10/2025).(REUTERS/EVELYN HOCSETIN)
06:47
14 Mei 2026

Dua Pemimpin Kekuatan Besar Dunia, Trump dan Xi Jinping Akan Bertemu Hari Ini

- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping dijadwalkan mengadakan pertemuan tingkat tinggi di Beijing pada Kamis (14/5/2026). 

Pertemuan dua pemimpin negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia ini akan menyoroti sejumlah agenda penting, mulai dari isu Iran, sektor perdagangan, hingga persoalan Taiwan.

Sesuai jadwal, dikutip dari AFP, Kamis, Presiden Xi Jinping akan menyambut Trump melalui upacara resmi di Aula Besar Rakyat pada pukul 10.00 waktu setempat atau pukul 09.00 WIB. 

Selain pertemuan formal, kedua pemimpin ini juga diagendakan menghadiri jamuan makan malam kenegaraan di lokasi yang sama.

Trump juga dijadwalkan mengunjungi Kuil Surga, sebuah situs warisan dunia bersejarah yang secara tradisional menjadi tempat para kaisar China untuk berdoa demi hasil panen melimpah.

Baca juga: Pertemuan Trump dan Xi Jinping, Akankah Memengaruhi Arah Ekonomi Global?

Bawa rombongan CEO perusahaan teknologi

Trump mendarat di Beijing menggunakan pesawat kepresidenan Air Force One pada Rabu (13/5/2026) malam. 

Dalam kunjungan KTT dua hari ini, ia membawa serta rombongan CEO papan atas, termasuk Jensen Huang dari Nvidia dan Elon Musk dari Tesla. 

Kehadiran para raksasa teknologi ini menjadi simbol kuatnya harapan Trump untuk mencapai kesepakatan bisnis yang signifikan.

Kedatangan Trump disambut dengan karpet merah. Sekitar 300 pemuda China berseragam putih tampak menyambutnya dengan sorak-sorai "selamat datang" sembari mengibarkan bendera kedua negara. 

Baca juga: Trump Boyong 18 CEO ke China, Mau Bertemu Xi Jinping

Trump merespons sambutan tersebut dengan mengepalkan tinju saat menuruni tangga pesawat.

Rangkaian kunjungan ini akan berlanjut hingga Jumat (15/5/2026), di mana kedua pemimpin dijadwalkan minum teh dan makan siang bersama sebelum Trump bertolak kembali ke Washington.

Lawatan ke Beijing ini menandai kunjungan pertama presiden AS dalam hampir satu dekade, setelah Trump berkunjung pada tahun 2017.

Setelah kunjungan pertama itu, Trump melancarkan serangkaian tarif dan pembatasan terhadap barang-barang China. 

Dia melakukannya lagi setelah kembali ke Gedung Putih tahun lalu, memicu perang dagang sebelum Xi dan Trump menyepakati "gencatan senjata" pada Oktober.

Baca juga: Trump Tiba di Beijing untuk Bertemu Xi Jinping: Kami 2 Negara Adidaya

Prioritas Trump

Presiden AS Donald J. Trump dan anggota delegasinya, termasuk CEO Tesla dan SpaceX Elon Musk dan Presiden dan CEO Nvidia Jensen Huang, disambut oleh Wakil Presiden China Han Zheng dan lainnya saat mereka tiba di Bandara Internasional Ibu Kota Beijing pada 13 Mei 2026. BRENDAN SMIALOWSKI Presiden AS Donald J. Trump dan anggota delegasinya, termasuk CEO Tesla dan SpaceX Elon Musk dan Presiden dan CEO Nvidia Jensen Huang, disambut oleh Wakil Presiden China Han Zheng dan lainnya saat mereka tiba di Bandara Internasional Ibu Kota Beijing pada 13 Mei 2026.

Trump mengatakan, dia mengharapkan pelukan hangat dari Xi karena mengandalkan hubungan pribadi yang kuat dengan pemimpin China itu.

Prioritas utamanya adalah kesepakatan bisnis di bidang pertanian, pesawat terbang, dan topik lainnya, dengan sejumlah pengusaha papan atas yang tergabung dalam delegasi pemimpin AS.

Di dalam pesawat Air Force One dalam perjalanan ke Beijing, Trump bersumpah di media sosial untuk mendorong Xi agar membuka China bagi perusahaan-perusahaan AS.

"Sehingga orang-orang brilian ini dapat menunjukkan kehebatan mereka," tulis Trump.

Kementerian Luar Negeri China pada Rabu mengatakan, mereka menyambut baik kunjungan Trump dan menegaskan siap bekerja sama dengan AS untuk mengatasi perbedaan.

Baca juga: Trump Ngamuk Iran Disebut Masih Kuat Usai Digempur AS-Israel

Namun, Trump berhadapan dengan China yang kini berbeda dan lebih berani dibandingkan sembilan tahun lalu, dengan sejumlah ketegangan perdagangan dan geopolitik yang belum terselesaikan antara kedua negara.

Perang melawan Iran khususnya mengancam akan melemahkan posisi Trump dalam pembicaraan dengan Xi, setelah memaksanya untuk menunda pembicaraan tersebut dari bulan Maret.

Ia mengharapkan pembicaraan panjang dengan Xi tentang Iran, yang menjual sebagian besar minyaknya yang dikenai sanksi AS ke China.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyampaikan nada yang agak berbeda.

"Kami berharap dapat meyakinkan mereka untuk memainkan peran yang lebih aktif dalam membuat Iran menghentikan apa yang mereka lakukan sekarang dan yang sedang mereka coba lakukan di Teluk Persia," ujarnya.

Baca juga: Trump Marah Usai Media Bongkar Detail Internal Perang Iran, Minta Jaksa Bertindak

Isu-isu penting yang bakal dibahas

Ilustrasi perang dagang AS-China.FREEPIK/KJPARGETER Ilustrasi perang dagang AS-China.

Perang dagang yang telah lama memanas antara kedua negara juga akan menjadi agenda utama, setelah tarif besar-besaran yang diberlakukan Trump tahun lalu memicu pemberlakuan bea masuk balasan yang melebihi 100 persen.

Trump dan Xi dijadwalkan untuk membahas perpanjangan gencatan senjata tarif selama satu tahun, yang dicapai selama pertemuan terakhir mereka di Korea Selatan pada Oktober, meskipun kesepakatan masih jauh dari kepastian.

Mengenai Taiwan, Trump mengaku akan berbicara dengan Xi tentang penjualan senjata AS ke negara itu.

Baca juga: Dunia Soroti Pertemuan Trump-Xi, 2 Pemimpin Kekuatan Besar

Hal itu akan menjadi penyimpangan dari pendirian historis AS yang bersikeras tidak akan berkonsultasi dengan Beijing mengenai dukungannya terhadap Taiwan.

Kontrol China terhadap ekspor logam tanah jarang, persaingan AI, dan hubungan perdagangan yang penuh gejolak antara kedua negara juga termasuk di antara topik yang diperkirakan akan dibahas oleh kedua kepala negara.

Kedua belah pihak akan berupaya meraih kemenangan apa pun yang bisa mereka dapatkan dari KTT ini, sekaligus menstabilkan hubungan yang sering kali tegang dan memiliki implikasi global.

Trump juga berharap dapat menetapkan tanggal pasti untuk kunjungan balasan Xi ke AS pada akhir 2026, demi membuktikan hubungan baiknya dengan mitranya dari Tiongkok.

Tag:  #pemimpin #kekuatan #besar #dunia #trump #jinping #akan #bertemu #hari

KOMENTAR