Iran Kecam Kunjungan Netanyahu ke UEA, Temuan Intelijen Teheran Makin Terbukti?
- Iran menegaskan, negara-negara yang terlibat dengan Israel dalam permusuhan terhadap Teheran sedang melakukan "pertaruhan bodoh".
Pernyataan itu muncul setelah pengumuman Israel bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu secara diam-diam mengunjungi Uni Emirat Arab selama perang dan bertemu dengan pemimpin negara Teluk tersebut.
“Netanyahu kini telah secara terbuka mengungkapkan apa yang telah lama disampaikan oleh dinas keamanan Iran kepada kepemimpinan kami,” tulis Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di X, dikutip dari The Wall Street Journal, Kamis (14/5/2026).
“Mereka yang bersekongkol dengan Israel untuk menabur perpecahan akan dimintai pertanggungjawabannya,” sambungnya.
Baca juga: UEA Bantah Laporan Kunjungan Rahasia Netanyahu
Diketahui, UEA paling menderita dalam serangan balasan Iran yang dipicu oleh kampanye militer AS-Israel.
Selama konflik, Iran dilaporkan telah menembakkan sekitar 550 rudal balistik dan jelajah, serta lebih dari 2.200 drone ke wilayah UEA.
Angka itu menjadi yang paling banyak di antara negara-negara Teluk lainnya.
Meskipun sebagian besar serangan berhasil dicegat, infrastruktur energi vital UEA mengalami kerusakan serius.
Baca juga: Terungkap, Kepala Mossad Diam-diam Kunjungi UEA Saat Perang Iran
UEA bantah kunjungan rahasia Netanyahu
Sebelumnya, Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) secara tegas membantah laporan yang menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melakukan kunjungan rahasia ke negara tersebut pada Kamis (14/5/2026).
Bantahan ini muncul setelah kantor kepresidenan Netanyahu mengklaim adanya pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden UEA di tengah situasi konflik dengan Iran.
Pada Rabu (13/5/2026), kantor Netanyahu menyatakan bahwa pemimpin Israel tersebut telah melangsungkan kunjungan rahasia untuk bertemu Presiden UEA, Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan.
"Di mana ia bertemu dengan Presiden UEA Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan," tulis pernyataan kantor Netanyahu sebagaimana dikutip dari AFP, Kamis.
kantor Netanyahu menyebutkan, kunjungan itu menandai terobosan bersejarah dalam hubungan antara Israel dan Uni Emirat Arab.
Baca juga: Israel Kirim Pertahanan Udara Iron Dome ke UEA untuk Tahan Serangan Iran
UEA klaim hubungan bersifat transparan
UEA tidak secara langsung membantah kunjungan tersebut, melainkan merujuk pada laporan tentang kunjungan itu.
"Uni Emirat Arab membantah laporan yang beredar mengenai dugaan kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke UEA, atau menerima delegasi militer Israel di negara tersebut," kata kementerian luar negerinya dalam sebuah pernyataan.
"UEA menegaskan kembali bahwa hubungannya dengan Israel bersifat publik dan tidak didasarkan pada pengaturan yang tidak transparan atau tidak resmi," lanjut pernyataan itu.
Oleh karena itu, mereka menganggap klaim apa pun mengenai kunjungan yang tidak diumumkan atau pengaturan yang tidak diungkapkan, sama sekali tidak berdasar, kecuali diumumkan secara resmi oleh otoritas terkait di UEA.
Tag: #iran #kecam #kunjungan #netanyahu #temuan #intelijen #teheran #makin #terbukti