8 Ciri-ciri Orang NPD yang Menguras Emosi, Apa Saja?
- Menghadapi seseorang dengan sifat narsistik bisa sangat menguras emosi, terlepas dari apakah mereka memiliki diagnosis medis yang resmi atau tidak.
Menjalani hubungan dengan orang yang kurang empati dan selalu merasa berhak atas waktu serta energimu, tentu akan berdampak buruk pada kesehatan mental.
"Gangguan kepribadian narsistik dapat berdampak sangat buruk, baik bagi pengidapnya maupun bagi orang-orang yang berinteraksi dengan mereka," kata psikiater Owen Scott Muir, M.D., DFAACAP, melansir Prevention, Rabu (13/5/2026).
Baca juga: Memahami soal Narcissistic Abuse dan 6 Ciri-cirinya
"Individu dengan NPD (narcissistic personality disorder) sering kali kesulitan untuk memandang orang lain, bahkan diri mereka sendiri, sebagai sosok manusia yang utuh dan lengkap," lanjut dia.
Tanda gangguan kepribadian narsistik
1. Merasa dirinya paling penting
Orang narsistik kerap melebih-lebihkan kemampuan yang dimiliki sambil merendahkan sumbangsih orang lain.
Jika gagal mencapai target, mereka lebih suka menyalahkan lingkungan sekitar dan tidak pernah menyalahkan diri sendiri.
"Orang dengan gangguan kepribadian narsistik ingin diakui sebagai yang lebih unggul tanpa pencapaian yang diperlukan yang sejalan dengan keinginan itu," kata profesor psikologi di Perelman School of Medicine, University of Pennsylvania, AS, Cory Newman, Ph.D.
2. Percaya dirinya sangat istimewa
Orang dengan gangguan ini membawa perasaan istimewa ke tingkat ekstrem.
Mereka percaya bahwa diri mereka hanya bisa dipahami oleh kalangan elit atau orang istimewa lainnya. Hal ini membuat mereka sangat membatasi lingkaran pergaulannya.
"Ketika mereka datang untuk semacam terapi, mereka sangat spesifik tentang hanya ingin dilihat oleh orang terbaik. Mereka tidak menginginkan sembarang terapis, mereka tidak menginginkan siswa, mereka menginginkan orang terbaik," ujar Newman.
Baca juga: Bukan Sekadar Egois, Ini 9 Ciri Narsistik yang Perlu Diwaspadai
3. Menuntut kekaguman berlebihan
Ilustrasi sifat sombong
Meski tampak sangat penuh percaya diri di luar, harga diri seorang narsisis sebenarnya bisa sangat rapuh.
Mereka sangat peduli pada pandangan orang lain dan bisa merasa kaget jika tidak mendapatkan sanjungan tanpa henti.
"Narsisis mencintaimu selama kamu terus menyanjung mereka," tutur Newman.
"Mereka bisa bersikap sangat luar biasa dan memanjakanmu, tetapi semua itu berubah saat kamu mulai berani berpendapat. Tiba-tiba, muncul watak asli yang jahat dan mengerikan yang tidak pernah kamu sadari sebelumnya," lanjut dia.
4. Merasa paling berhak atas segalanya
Orang narsistik sering merasa aturan umum tidak berlaku bagi mereka. Mereka juga tipe orang yang akan membuatmu bersusah payah untuk menyesuaikan diri dengan jadwal mereka, lalu tidak menunjukkan apresiasi sedikit pun setelahnya.
Baca juga: Punya Rekan atau Keluarga yang Narsis? Berikut Tips Menghadapinya
"Kamu bisa merencanakan seluruh acara di sekitar jadwal satu orang ini, dan kemudian mereka mungkin tidak akan muncul. Bahkan, tidak terpikir oleh mereka bahwa mereka baru saja membuat semua orang marah," ujar Newman.
5. Kesulitan untuk berempati
Ilustrasi rekan kerja iri
Terkadang, orang narsistik bisa tampak masuk akal dan normal sampai akhirnya mereka melontarkan kalimat yang sangat tidak peka terhadap perasaan orang di sekitarnya.
"Mereka akan menjadi orang yang mengeluh tentang betapa menyebalkan ayah mereka kepada seseorang yang ayahnya baru saja meninggal," ungkap Cory.
6. Memiliki sifat iri hati
Mereka terus-menerus membandingkan diri dengan orang lain yang sukses, sehingga sering memicu perasaan iri hati yang mendalam.
Sebaliknya, jika mereka yang berhasil, mereka sangat menikmati pikiran bahwa orang lain merasa cemburu terhadap pencapaiannya.
Baca juga: Tindakan yang Dilakukan Orang Narsis untuk Menyudahi Hubungan
7. Berperilaku arogan dan angkuh
Sikap angkuh merupakan salah satu tanda bahaya yang sangat jelas. Seseorang bisa saja bersikap sangat manis saat berkencan denganmu, tetapi secara bersamaan mereka dapat bertindak merendahkan dan kasar kepada pelayan restoran tanpa merasa bersalah.
8. Suka memanfaatkan orang lain
Perasaan selalu merasa berhak, yang berpadu dengan minimnya empati, membuat seorang narsisis tidak ragu memanipulasi orang di sekitarnya demi keuntungan pribadi.
Atasan yang narsistik mungkin akan memeras tenaga bawahannya tanpa memberikan kompensasi layak. Sementara di lingkungan pertemanan, mereka cenderung menjadi teman yang hanya muncul ketika sedang butuh saja.