Ancaman Tarif 200 Persen Donald Trump terhadap Anggur Prancis Menggerus Kekayaan Bernard Arnault
Bernard Arnault, pemilik LVMH dan orang terkaya di Eropa (Forbes)
20:21
21 Januari 2026

Ancaman Tarif 200 Persen Donald Trump terhadap Anggur Prancis Menggerus Kekayaan Bernard Arnault

- Ketegangan perdagangan global kembali meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman tarif hingga 200 persen terhadap anggur dan sampanye Prancis. Pernyataan bernada politis itu langsung berdampak pada pasar keuangan dan mengguncang kekayaan Bernard Arnault, pemilik konglomerat barang mewah terbesar dunia, LVMH (Louis Vuitton Moët Hennessy).

Reaksi pasar terjadi cepat. Saham LVMH yang tercatat di Bursa Paris turun lebih dari 3 persen dan ditutup di level 565,10 euro per saham, setara sekitar Rp 11,22 juta (kurs €1 = Rp 19.870). Penurunan ini menekan nilai kapitalisasi pasar LVMH dan berimbas langsung pada kekayaan pribadi Arnault, yang sebagian besar terikat pada saham perusahaan tersebut.

Dilansir dari Forbes, Rabu (21/1/2026), kekayaan bersih Bernard Arnault menyusut sekitar 12,5 miliar dolar AS atau setara Rp 211,9 triliun (kurs Rp 16.950 per dolar AS) hanya dalam waktu 24 jam. Meski demikian, Arnault tetap bertahan sebagai orang terkaya di Eropa dan menempati peringkat ketujuh dalam daftar Real Time Billionaires versi Forbes, dengan total kekayaan sekitar 169,8 miliar dolar AS.

Ancaman tarif ini dilontarkan Trump dalam konteks politik luar negeri. Ketika ditanya wartawan di Miami mengenai sikap Presiden Prancis Emmanuel Macron yang disebut enggan bergabung dalam inisiatif Gaza Board of Peace, yakni forum yang diusulkan Trump untuk mendorong keterlibatan internasional dalam penyelesaian konflik di Jalur Gaza, Trump merespons dengan nada konfrontatif. 

Trump mengatakan, "Tidak ada yang menginginkan Emmanuel Macron berada di dewan itu," sebelum menambahkan, "Saya akan mengenakan tarif 200 persen terhadap anggur dan sampanye Prancis, dan dengan begitu dia akan bergabung."

Pernyataan tersebut menegaskan kembali pendekatan Trump yang kerap memadukan kebijakan perdagangan dengan tekanan diplomatik. Dalam komentar lanjutan, Trump bahkan menyiratkan posisi politik Macron yang dinilainya melemah.

"Dia akan segera lengser, jadi itu tidak menjadi masalah," kata Trump, merujuk pada posisi politik presiden Prancis itu.

Bagi LVMH, ancaman ini memiliki implikasi strategis yang signifikan. Perusahaan menaungi sejumlah merek minuman mewah Prancis, seperti Moët & Chandon, Dom Pérignon, Veuve Clicquot, Ruinart, Château Cheval Blanc, dan Château d'Yquem—produk-produk yang sangat bergantung pada pasar Amerika Serikat sebagai salah satu tujuan ekspor utama.

Tekanan ini juga datang di tengah kebijakan tarif Trump lainnya terhadap Eropa. Beberapa hari sebelumnya, Trump mengumumkan rencana pengenaan tarif 10 persen terhadap impor dari delapan negara Eropa, menyusul penolakan mereka terhadap dorongan Washington terkait penguasaan Greenland. Hal ini memperkuat kekhawatiran investor atas eskalasi konflik dagang lintas Atlantik.

Analis pasar menilai bahwa meskipun ancaman belum diwujudkan dalam kebijakan resmi, pasar bereaksi terhadap sinyal ketidakpastian yang ditimbulkan. Ancaman tarif setinggi 200 persen dinilai berpotensi membuat anggur dan sampanye Prancis nyaris tidak kompetitif di pasar Amerika Serikat akibat lonjakan harga yang ekstrem.

Di tingkat global, pernyataan politik ini memperlihatkan betapa cepat pasar keuangan internasional bereaksi terhadap sinyal kebijakan. Penyusutan kekayaan Bernard Arnault mencerminkan kerentanan sektor barang mewah global terhadap eskalasi risiko geopolitik dan tekanan dagang.

Dengan dinamika politik yang terus bergerak dan belum adanya klarifikasi resmi mengenai implementasi tarif tersebut, pelaku pasar kini bersikap waspada. Bagi industri barang mewah global, ancaman ini menjadi pengingat bahwa stabilitas ekonomi kerap bergantung pada keputusan politik yang berada jauh di luar ruang rapat korporasi.

Editor: Candra Mega Sari

Tag:  #ancaman #tarif #persen #donald #trump #terhadap #anggur #prancis #menggerus #kekayaan #bernard #arnault

KOMENTAR