Penembakan Renee Nicole Good, Kenapa Agen Imigrasi AS Boleh Bawa Senjata?
- Agen Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) menuai kecaman publik setelah salah satu anggotanya menembak mati warga sipil di Kota Minneapolis, Negara Bagian Minnesota.
Korban bernama Renee Nicole Good (37), meninggal dunia akibat luka tembak di bagian kepala pada Rabu (7/1/2026).
Potret Renee Nicole Good, ibu yang tewas ditembak Agen Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE), ditempel di tiang lampu jalan saat demo penembakannya pecah di Kota Minneapolis, Negara Bagian Minnesota, AS, Kamis (8/1/2026),Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya aktivitas ICE sejak Presiden AS Donald Trump kembali menjabat. Ribuan penangkapan telah dilakukan, termasuk di ruang publik, sebagai bagian dari kebijakan deportasi massal yang diterapkan pemerintah.
Kehadiran agen-agen ICE di berbagai komunitas di seluruh negeri pun menuai reaksi keras dari sebagian warga yang menentang operasi mereka.
Apa itu ICE?
Seorang pedemo meneriaki agen federal di luar gedung Whipple, Kota Minneapolis, Negara Bagian Minnesota, Amerika Serikat, Kamis (8/1/2026). Amarah publik AS meluap setelah agen Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) menembak mati ibu berusia 37 tahun, Renee Nicole Good.Mengutip BBC, Jumat (9/1/2026), Trump telah memperluas misi dan anggaran ICE secara signifikan sejak kembali ke Gedung Putih.
ICE merupakan lembaga penegak hukum federal yang berwenang untuk mengawasi dan menindak pelanggaran imigrasi, serta mendeportasi imigran ilegal dari Amerika Serikat.
Lembaga ini dibentuk berdasarkan Undang-Undang Keamanan Dalam Negeri tahun 2002, menyusul serangan teror 11 September 2001.
ICE berada di bawah naungan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS).
ICE menyatakan, misi mereka mencakup keselamatan publik dan keamanan nasional, meskipun memiliki wewenang berbeda dari kepolisian lokal di AS.
Agen-agen ICE dapat menghentikan, menahan, dan menangkap orang yang dicurigai berada di AS secara ilegal.
Dalam kondisi tertentu, mereka juga dapat menahan warga negara AS, terutama jika individu tersebut menghalangi penangkapan atau menyerang petugas.
Namun, selama sembilan bulan pertama masa kepresidenan Trump, tercatat lebih dari 170 insiden di mana agen federal secara paksa menahan warga negara AS karena dicurigai sebagai imigran ilegal.
Mengapa ICE boleh memakai senjata?
Agen Patroli Perbatasan AS menahan seseorang di dekat Sekolah Menengah Roosevelt saat jam pulang sekolah ketika tindakan penegakan imigrasi federal memicu protes di Minneapolis, Minnesota, pada Rabu (6/1/2026). Seorang petugas imigrasi di Minneapolis menembak mati seorang wanita pada Rabu, memicu kemarahan dari massa dan para pemimpin lokal.Penggunaan kekuatan oleh ICE diatur oleh Konstitusi Amerika Serikat, hukum federal, dan pedoman kebijakan DHS.
Menurut konstitusi, penegak hukum hanya diperbolehkan menggunakan senjata apabila subyek dianggap menimbulkan bahaya serius bagi diri sendiri atau orang lain, atau telah melakukan tindakan kekerasan.
Secara historis, Mahkamah Agung AS memberikan keleluasaan besar kepada petugas ICE untuk mengambil keputusan di lapangan tanpa harus mempertimbangkan hasil akhir dari kejadian tersebut.
Memo kebijakan DHS pada 2023 menyebutkan, petugas federal hanya diperbolehkan menggunakan kekuatan mematikan jika mereka memiliki keyakinan yang masuk akal bahwa subyek menimbulkan ancaman langsung berupa kematian atau cedera serius.
Bagaimana nasib orang yang ditahan ICE?
Warga Minneapolis membuat tanda untuk mengenang tewasnya Renee Nicole Good, ibu berusia 37 tahun yang ditembak petugas Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) di Kota Minneapolis, Negara Bagian Minnesota, Amerika Serikat, Kamis (8/1/2026).Pemerintah AS telah mendeportasi 605.000 orang sepanjang periode 20 Januari hingga 10 Desember 2025.
Selain itu, sekitar 1,9 juta imigran memilih untuk meninggalkan Amerika Serikat secara sukarela, sebagai respons terhadap kampanye penegakan hukum yang agresif.
Imigran yang berurusan dengan ICE bisa menghadapi berbagai konsekuensi. Dalam beberapa kasus, mereka hanya ditahan sementara dan dibebaskan setelah proses interogasi.
Namun, dalam situasi lain, mereka dapat dipindahkan ke fasilitas penahanan dengan keamanan lebih tinggi.
Banyak dari mereka mencoba memperjuangkan status hukum saat berada dalam penahanan. Jika upaya tersebut gagal, deportasi menjadi akhir dari proses yang mereka hadapi.
Sumber: Kompas.com (Penulis: Ahmad Naufal Dzulfaroh | Editor: Ahmad Naufal Dzulfaroh)
Tag: #penembakan #renee #nicole #good #kenapa #agen #imigrasi #boleh #bawa #senjata