



Jepang Ambyar, Negara Asia Ini Bakal Lampaui Jerman di Daftar Negara Ekonomi Terbesar di Dunia
Saat ini, Jepang tengah berjuang melawan resesi ekonomi yang disebabkan oleh devaluasi mata uangnya dan demografi lansianya.
Meskipun ekonominya secara nominal tumbuh sebesar 1,9 persen pada 2023, Jepang tertinggal dari Jerman yang mempertahankan produk domestik bruto (PDB) sebesar 4,5 triliun dolar AS.
Adapun PDB Jepang berada pada angka 4,2 triliun dolar AS.
Kemerosotan ini disebabkan oleh melemahnya Yen terhadap nilai dolar.
Selama dua tahun terakhir, Yen melemah sehingga mengurangi keuntungan ekspor jepang.
Selama interval 2022-2023, nilai Yen turun seperlima terhadap dolar dan mengalami devaluasi sebesar 7 persen pada tahun lalu.
"Sejak tahun 1990-an, Jepang telah berpindah-pindah antara periode inflasi dan deflasi yang lamban dan terus mempertahankan suku bunga pada tingkat yang sangat rendah dalam upaya untuk meningkatkan perekonomiannya," tulis laporan tersebut.

Kekurangan Tenaga Kerja Produktif
Sejatinya Jerman dan Jepang sama-sama menghadapi kesulitan dalam meningkatkan perekonomian mereka.
Populasi lansia yang tidak produktif secara, tingkat ketergantungan yang tinggi pada ekspor, dan faktor kelangkaan sumber daya alam.
Khusus Jerman, perekonomian mereka juga terkena dampak signifikan dari kenaikan harga energi akibat perang Rusia-Ukraina.
Namun, kurangnya produktivitas tenaga kerja di Jepang telah memperbesar kerugian ekonominya, melebihi Jerman.
Meski memiliki pasar mobil murah yang mendatangkan keuntungan tinggi, Jepang tidak mampu menyeimbangkan keuntungan dengan jumlah kerugiannya.
Jepang belum mampu mengatasi masalah demografinya dengan mendorong angka kelahiran yang lebih tinggi, yang berdampak buruk pada aspek ekonomi tenaga kerja, sehingga menciptakan kekurangan tenaga kerja yang besar yang tidak dapat dipenuhi dengan menarik tenaga kerja asing.
Laporan kantor berita Kyodo, mengutip pernyataan Natsuo Yamaguchi, pemimpin Komeito, mitra koalisi partai berkuasa di Jepang mengulas, pada 2023, Jepang meluncurkan paket ekonomi senilai sekitar 16,8 miliar dolar AS untuk meredam inflasi tertinggi dalam beberapa dekade.
Kantor berita tersebut mengatakan, dana tersebut akan digunakan untuk dukungan keluarga berpenghasilan rendah, termasuk pembayaran sebesar 50.000 yen untuk setiap anak keluarga 'tidak mampu'.
Pemberian uang ini dimaksudkan untuk mendorong peningkatan angka kelahiran, serta subsidi untuk menutupi kenaikan harga gas dan minyak bumi.
India Bakal Lampaui Jerman
Kepercayaan Jepang terhadap kemampuan ekonominya dan perdana menterinya yang sudah tidak populer, Fumio Kishida, mengalami pukulan berat, menyusul ketertinggalan mereka dari Jerman yang secara ekonomi sedang bermasalah.
Selain itu, India diperkirakan akan melampaui Jepang dan Jerman dengan bantuan angkatan kerja muda dan produktif, menurut Dana Moneter Internasional.
Surat kabar bisnis Nikkei baru-baru ini mengatakan bahwa kesulitan demografi Jepang adalah alasan utama mengapa negara tersebut belum mampu tumbuh secara ekonomi.
“Situasi ini harus dianggap sebagai peringatan untuk mempercepat reformasi ekonomi yang terabaikan,” kata Nikkei.
(oln/*)
Tag: #jepang #ambyar #negara #asia #bakal #lampaui #jerman #daftar #negara #ekonomi #terbesar #dunia