Mayoritas Anak Indonesia Alami Gigi Berlubang, Perlu Tingkatkan Edukasi Kesehatan
15:19
19 Februari 2024

Mayoritas Anak Indonesia Alami Gigi Berlubang, Perlu Tingkatkan Edukasi Kesehatan

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) di 2018 memaparkan bahwa 93% anak usia 5-6 tahun mengalami gigi berlubang. Hal ini dikarenakan minimnya edukasi yang baik tentang kesehatan gigi dan mulut terhadap anak. Padahal, rendahnya kesadaran kesehatan gigi dan mulut anak juga mempunyak dampak jangka panjang seperti gangguan tumbuh kembang dan asupan nutrisi yang tidak optimal.

"Gigi berlubang atau karies merupakan penyakit yang paling sering terjadi pada masa pertumbuhan anak, yang disebabkan oleh interaksi bakteri dengan makanan manis yang meningkatkan keasaman pada rongga mulut," kata Ketua IDGAI Jakarta, drg. Eva Fauziah, dalam Pertemuan Ilmiah Nasional Ilmu Kedokteran Gigi Anak ke-17 (PIN IKGA 17), dikutip Senin (19/2).

Eva mengatakan, bakteri penyebab gigi berlubang dapat tumbuh lebih baik pada lingkungan rongga mulut yang asam, sehingga mengakibatkan demineralisasi enamel gigi dan karies gigi. Proses gigi berlubang diawali dengan terkikisnya lapisan luar gigi yang disebut enamel, dan dapat terus berlanjut ke lapisan gigi lebih dalam dimana terdapat saraf dan pembuluh darah.

Untuk itu, Eva menjelaskan, mengonsumi tablet hisap bakteri baik secara rutin bisa membantu mencegah terbentuknya karies pada gigi, terutama pada anak berkebutuhan khusus yang sangat minim mendapatkan perawatan kesehatan gigi dan mulut. "Tablet hisap ini bakteri baik spesifik yaitu strain Lactobacillus reuteri yang teruji klinis efektif pada pasien Indonesia memelihara kesehatan rongga mulut," jelasnya.

Sementara itu, Ketua IDGAI Indonesia, drg. Iwan Ahmad Musnamirwan menambahkan, Mulut manusia adalah rumah bagi 700 spesies mikroba yang terdiri dari bakteri baik dan bakteri jahat. Hampir semua masalah gigi dan mulut penyebabnya adalah bakteri patogen di rongga mulut. "Konsumsi suplemen bakteri baik setiap hari mudah dilakukan, dan dapat menciptakan ekologi rongga mulut yang sehat, sehingga bakteri patogen berkurang dan masalah gigi dan mulut juga menjadi lebih minim," ujarnya.

Sedangkan Nt Clear Varnish, merupakan produk yang bisa diaplikasikan ke gigi pasien oleh dokter gigi di tempak praktik. Salah satu efektivitas yang dihasilkan oleh Nt Clear Varnish adalah melepaskan fluoride secara berangsur sejak pertama dioleskan pada gigi. Pelepasan fluoride secara berangsur bermanfaat untuk melindungi enamel gigi dan mencegah karies gigi.

Efek pelepasan fluoride dari varnish ini dapat membantu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab karies, sehingga direkomendasikan untuk anak-anak yang masih dalam tahap pertumbuhan gigi dan pada pasien dengan risiko karies tinggi. “Salah satu fungsi fluoride adalah melindungi enamel gigi dari serangan asam yang berasal dari makanan yang difermentasi oleh bakteri. Artinya fluoride varnish berperan dalam mencegah gigi berlubang (karies)," tutup Iwan.

Lebih lanjut, kata Iwan, untuk pasta gigi umumnya mengandung fluoride dan baik digunakan setiap hari, namun kadar fluoride pada pasta gigi dan varnish memiliki perbedaan. "Nt Clear Varnish mengandung 5% Sodium Fluoride atau 22.600 ppm, sedangkan pasta gigi pada anak sekitar 500 ppm," pungkasnya.

 

Editor: Mohamad Nur Asikin

Tag:  #mayoritas #anak #indonesia #alami #gigi #berlubang #perlu #tingkatkan #edukasi #kesehatan

KOMENTAR