Waspadai Child Grooming, 7 Perilaku yang Sering Tak Disadari Orang Dewasa
Ilustrasi anak. Pelaku grooming sering memanfaatkan kepercayaan dan kedekatan sebelum mendorong batas secara perlahan.(Freepik)
18:06
16 Januari 2026

Waspadai Child Grooming, 7 Perilaku yang Sering Tak Disadari Orang Dewasa

Child grooming kerap terjadi tanpa disadari karena banyak perilakunya terlihat seperti perhatian wajar dari orang dewasa kepada anak.

Berbagai riset dan penjelasan ahli menunjukkan bahwa proses grooming justru paling berbahaya ketika dibungkus dalam relasi yang tampak aman, suportif, dan penuh kepercayaan.

Jurnal Child Abuse & Neglect menegaskan bahwa grooming adalah rangkaian manipulasi psikologis yang dilakukan secara bertahap untuk mempersiapkan anak agar mudah dieksploitasi sekaligus mencegah korban mengungkapkan apa yang dialaminya.

Masalahnya, banyak tanda awal grooming kerap diabaikan karena dianggap sebagai bentuk kepedulian biasa.

Tanda child grooming

Berikut tanda-tanda child grooming yang menurut para ahli paling sering disalahartikan sebagai perilaku normal.

  • Memberi perhatian berlebihan pada satu anak tertentu

Pelaku grooming kerap menunjukkan perhatian khusus yang tidak diberikan kepada anak lain, seperti selalu ingin menemani, mendengarkan, atau terlibat dalam hampir semua aktivitas korban.

Menurut Cleveland Clinic, perhatian berlebihan ini bertujuan membangun ikatan emosional eksklusif agar anak merasa “istimewa” dibanding lingkungan sekitarnya.

  • Memberi hadiah atau bantuan yang tidak wajar

Memberi hadiah sesekali bisa tampak normal, tetapi menjadi tanda bahaya ketika dilakukan terlalu sering, bernilai mahal, atau disertai pesan agar dirahasiakan.

GoodRX mencatat bahwa hadiah sering digunakan untuk menciptakan rasa hutang budi dan ketergantungan emosional pada pelaku.

  • Sering menciptakan waktu berdua tanpa pengawasan

ilustrasi anak dan orang dewasa. Pelaku grooming sering memanfaatkan kepercayaan dan kedekatan sebelum mendorong batas secara perlahan.Freepik ilustrasi anak dan orang dewasa. Pelaku grooming sering memanfaatkan kepercayaan dan kedekatan sebelum mendorong batas secara perlahan.

Pelaku grooming cenderung mencari kesempatan satu lawan satu dengan anak, baik secara langsung maupun daring, dengan alasan belajar, bermain, atau memberi dukungan.

Jurnal Child Abuse & Neglect menyebut pola ini sebagai tahap membangun akses dan isolasi secara perlahan.

  • Mengajak anak menyimpan rahasia kecil

Rahasia yang awalnya tampak sepele sering menjadi pintu masuk grooming.

Psikolog anak Cleveland Clinic, Vanessa Jensen, PsyD, menjelaskan bahwa kebiasaan menyimpan rahasia membuat anak merasa terikat dan enggan bercerita kepada orang dewasa lain.

  • Perlahan mendorong batas sentuhan atau percakapan

Grooming hampir selalu diawali dengan sentuhan ringan atau candaan yang tampak tidak berbahaya, lalu meningkat secara bertahap.

Media Today mengutip psikolog klinis Jessica January Behr yang menyebut desensitisasi sebagai strategi utama pelaku untuk membuat anak terbiasa dengan pelanggaran batas.

  • Menjauhkan anak dari keluarga dan teman

Pelaku sering memanfaatkan konflik kecil dalam keluarga atau pertemanan untuk memperkuat posisinya sebagai satu-satunya tempat aman bagi korban.

GoodRX menyebut isolasi sosial sebagai salah satu ciri paling konsisten dalam proses grooming.

  • Membuat anak merasa bersalah atau takut kehilangan relasi

Dilansir dari Allure, grooming bersifat lambat dan manipulatif, hingga korban merasa hubungan tersebut terjadi atas kemauannya sendiri.

Rasa bersalah, takut mengecewakan, atau takut kehilangan perhatian pelaku membuat anak sulit menolak atau melapor.

Para ahli menegaskan bahwa tidak satu pun dari tanda ini dapat berdiri sendiri sebagai bukti pasti, tetapi kombinasi beberapa perilaku patut menjadi alarm bagi orang dewasa.

Pencegahan grooming, menurut para peneliti dan praktisi, bergantung pada keterlibatan aktif orang dewasa melalui komunikasi terbuka, pengawasan yang proporsional, serta keberanian untuk bertanya ketika ada relasi yang terasa tidak wajar.

Child grooming bukan soal berlebihan curiga, melainkan soal melindungi anak sebelum manipulasi berubah menjadi kekerasan.

Tag:  #waspadai #child #grooming #perilaku #yang #sering #disadari #orang #dewasa

KOMENTAR