Membaca ''Broken Strings'' Aurelie Moeremans Bikin Sesak Napas? Ini Kata Psikolog
Tangkapan layar buku Broken Strings Aurelie Moeremans yang dibagikan lewat akun Instagram milikinya @aurelie.(Instagram/@aurelie)
07:06
14 Januari 2026

Membaca ''Broken Strings'' Aurelie Moeremans Bikin Sesak Napas? Ini Kata Psikolog

Banyak pembaca buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans mengaku mengalami reaksi fisik yang tidak biasa. Mulai dari dada terasa sesak, jantung berdebar kencang, hingga mendadak ingin menangis saat menyelami kisah trauma sang aktris.

Kisah yang ditulis Aurelie memang cukup berat. Ia menceritakan pengalamannya menjadi korban grooming di usia 15 tahun hingga dipaksa menikah di bawah ancaman. Namun, mengapa kisah orang lain bisa membuat tubuh kita ikut merasa sakit?

Psikolog Klinis Rumah Sakit Dr. Oen Solo Baru, Yustinus Joko Dwi Nugroho, M.Psi., menjelaskan bahwa kondisi ini adalah hal yang wajar secara psikologis. Ada mekanisme saraf yang membuat emosi orang lain bisa "menular" kepada pembaca.

"Otak manusia memiliki sistem saraf yang disebut mirror neuron. Sistem ini membuat kita bisa merasakan apa yang orang lain rasakan, seolah-olah kita sedang menyaksikan kejadian itu secara langsung," ujar Yustinus saat dihubungi Kompas.com, Selasa (13/1/2026).

Mengapa trauma bisa "menular"?

Yustinus menjelaskan, fenomena ini disebut sebagai emotional contagion atau penularan emosi.

Saat kita membaca bab yang menceritakan tekanan batin Aurelie, otak kita memproses informasi tersebut dan memicu respons emosional yang kuat.

Bagi mereka yang pernah mengalami kejadian serupa, otak bisa mengaktifkan kembali ingatan lama yang tersimpan di alam bawah sadar.

"Ingatan traumatis itu tidak tersimpan seperti ingatan biasa. Ia bisa tersimpan dalam bentuk sensasi tubuh atau potongan gambar. Itulah sebabnya tubuh bisa bereaksi duluan, seperti sesak atau gemetar, sebelum pikiran kita sempat menyadarinya," jelas Yustinus.

Antara "healing" dan retraumatisasi

Aurelie berharap bukunya bisa menjadi sarana penyembuhan batin sekaligus peringatan bagi publik mengenai hubungan toksik.

Namun, Yustinus memberikan catatan bagi pembaca yang merasa sangat sedih setelah membaca buku tersebut.

Menurutnya, proses pemulihan batin (healing) yang sehat harus membuat seseorang merasa aman dan terkendali.

"Jika setelah membaca Anda justru merasa terpuruk, cemas terus-menerus, hingga sulit tidur, itu bukan lagi proses healing. Itu adalah retraumatisasi, di mana luka lama terbuka kembali tanpa adanya dukungan yang cukup," tambahnya.

Tanda Anda harus berhenti membaca

Tubuh kita sebenarnya memberikan sinyal yang jelas saat kondisi mental sedang penuh atau kewalahan (emotional overload).

Yustinus menyarankan agar Anda segera berhenti membaca sejenak jika merasakan tanda-tanda berikut:

  • Tanda Fisik: Dada sesak, napas pendek, pusing, mual, atau tangan gemetar.
  • Tanda Emosional: Tiba-tiba menangis hebat tanpa sebab atau merasa hampa (mati rasa).
  • Tanda Pikiran: Sulit fokus dan pikiran terus melayang ke pengalaman buruk di masa lalu.

Cara menenangkan diri saat terpicu (triggered)

RAP Penjelasan Psikolog Yustinus Joko Dwi Nugroho soal dampak buku Broken Strings Aurelie Moeremans.

Jika Anda merasa tidak nyaman atau terganggu setelah membaca kisah trauma, jangan dipaksakan. Berikut adalah beberapa langkah sederhana untuk menenangkan diri:

  • Berhenti Sejenak: Tutup buku Anda dan akui bahwa Anda sedang tidak baik-baik saja.
  • Teknik Napas 4-6: Tarik napas selama 4 detik, lalu hembuskan perlahan selama 6 detik. Ini membantu saraf menjadi lebih tenang.
  • Teknik Grounding 5-4-3-2-1: Sebutkan 5 benda yang Anda lihat, 4 benda yang bisa disentuh, 3 suara yang terdengar, 2 aroma yang dicium, dan 1 rasa di mulut. Teknik ini efektif membuat otak kembali fokus pada realita.

Kisah Aurelie kini berakhir bahagia bersama suaminya, Tyler Bigenho. Hal ini menjadi bukti bahwa kesembuhan dari trauma itu mungkin terjadi. Namun, proses menuju ke sana memerlukan kebijaksanaan dalam menjaga diri sendiri.

"Healing bukan tentang seberapa kuat kita menahan sakit, tapi seberapa bijak kita bisa menjaga diri kita sendiri," pungkas Yustinus.

Tag:  #membaca #broken #strings #aurelie #moeremans #bikin #sesak #napas #kata #psikolog

KOMENTAR