Penelitian Ungkap Kaitan Kafein dalam Darah dengan Lemak Tubuh dan Risiko Diabetes Tipe 2
Ilustrasi kopi. Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa kadar kafein dalam tubuh dapat memengaruhi lemak tubuh dan risiko diabetes tipe 2.(Pexels/Márcio Carvalho)
10:36
9 Januari 2026

Penelitian Ungkap Kaitan Kafein dalam Darah dengan Lemak Tubuh dan Risiko Diabetes Tipe 2

Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa kadar kafein dalam darah dapat memengaruhi jumlah lemak tubuh, yang pada gilirannya berhubungan dengan risiko pengembangan diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

Penelitian ini dilakukan oleh tim dari Karolinska Institute di Swedia, University of Bristol di Inggris, dan Imperial College London di Inggris, yang menemukan hubungan antara kadar kafein dalam darah, indeks massa tubuh (BMI), dan risiko diabetes tipe 2.

Kadar kafein dan lemak tubuh: Apa hubungannya?

Penelitian yang diterbitkan pada Maret 2023 ini menunjukkan bahwa kadar kafein yang lebih tinggi dalam darah berkaitan dengan BMI yang lebih rendah dan massa lemak tubuh yang lebih sedikit.

"Kadar kafein dalam darah yang lebih tinggi, yang diprediksi secara genetik, berhubungan dengan BMI yang lebih rendah dan massa lemak tubuh yang lebih sedikit," ungkap tim peneliti, seperti dikutip dari ScienceAlert.

"Penelitian ini juga menemukan bahwa kadar kafein yang lebih tinggi berhubungan dengan risiko lebih rendah untuk diabetes tipe 2," lanjut mereka.

Studi ini melibatkan hampir 10.000 orang yang diambil datanya dari berbagai database genetik, dengan fokus pada variasi genetik yang memengaruhi kecepatan metabolisme kafein dalam tubuh.

Ilustrasi kopi. Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa kadar kafein dalam tubuh dapat memengaruhi lemak tubuh dan risiko diabetes tipe 2.Shutterstock/Farknot Architect Ilustrasi kopi. Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa kadar kafein dalam tubuh dapat memengaruhi lemak tubuh dan risiko diabetes tipe 2.

Salah satu alasan mengapa kafein dapat membantu mengurangi lemak tubuh adalah karena kafein dapat meningkatkan termogenesis (proses tubuh menghasilkan panas) dan oksidasi lemak (proses mengubah lemak menjadi energi).

Kedua proses ini berperan penting dalam metabolisme tubuh yang lebih efisien dalam membakar lemak.

"Kafein dapat membantu tubuh membakar lemak lebih efektif, yang pada gilirannya dapat mengurangi risiko obesitas dan diabetes tipe 2," kata Benjamin Woolf, ahli epidemiologi genetik dari University of Bristol.

Namun, meskipun kafein dapat berkontribusi pada pengurangan lemak tubuh, penting untuk tetap mengonsumsi kafein secara bijaksana, karena konsumsi berlebihan dapat berisiko menyebabkan gangguan tidur atau kecemasan.

Kafein dan penyakit jantung: Apa kaitannya?

Penelitian ini tidak menemukan hubungan yang signifikan antara kadar kafein dalam darah dan risiko penyakit jantung, seperti serangan jantung, stroke, atau fibrilasi atrium.

Dengan kata lain, meskipun kafein dapat berperan dalam pengurangan lemak tubuh dan pengelolaan diabetes, dampaknya terhadap kesehatan jantung masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

"Penurunan berat badan yang sehat seharusnya tidak hanya berfokus pada pengurangan kalori, tetapi juga pada pemahaman bagaimana makanan dan minuman memengaruhi tubuh dalam jangka panjang," kata Elizabeth Barnes, ahli gizi terdaftar.

"Kafein bisa membantu menurunkan lemak tubuh, tetapi konsumsi kafein harus dilakukan dengan bijaksana dan tidak hanya mengandalkan satu zat untuk hasil yang optimal," tambahnya.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa minuman berkafein yang bebas kalori, seperti kopi hitam, bisa menjadi bagian dari pola makan yang lebih sehat dan membantu dalam penurunan berat badan.

Namun, konsumsi kafein tetap harus disesuaikan dengan kebutuhan tubuh masing-masing individu.

Tag:  #penelitian #ungkap #kaitan #kafein #dalam #darah #dengan #lemak #tubuh #risiko #diabetes #tipe

KOMENTAR