Anak Alami Pubertas Dini, Ini Pemeriksaan Medis yang Perlu Dilakukan Menurut Dokter
Ilustrasi anak sakit. Pemeriksaan fisik hingga MRI diperlukan untuk memastikan penyebab pubertas dini pada anak dan menentukan penanganan yang tepat sejak awal.(Freepik)
18:36
7 Januari 2026

Anak Alami Pubertas Dini, Ini Pemeriksaan Medis yang Perlu Dilakukan Menurut Dokter

Pubertas dini pada anak memerlukan evaluasi medis yang menyeluruh karena kondisi ini tidak selalu merupakan variasi normal dari proses tumbuh kembang.

Profesor Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia sekaligus ahli endokrinologi anak, Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A, Subsp. End., FAAP, FRCPI (Hon.), menjelaskan bahwa pemeriksaan diperlukan untuk memastikan penyebab pubertas dini dan menentukan penanganan yang tepat.

Pemeriksaan pubertas dini

Berikut adalah beberapa jenis pemeriksaan yang akan dilakukan untuk memastikan penyebab pubertas dini.

  • Pemeriksaan fisik sebagai langkah awal

Menurut Prof. Aman Pulungan, pemeriksaan fisik menjadi langkah pertama untuk menilai tanda-tanda pubertas dan tahapan perkembangannya.

“Pemeriksaannya dimulai dari pemeriksaan fisik untuk melihat tanda-tanda pubertas yang muncul,” ujarnya saat diwawancarai Kompas.com pada Selasa (6/1/2026).

Pemeriksaan ini mencakup penilaian pertumbuhan tinggi badan, berat badan, serta perkembangan organ seksual sekunder.

  • Pemeriksaan darah untuk menilai hormon

Setelah pemeriksaan fisik, anak biasanya menjalani pemeriksaan darah atau laboratorium.

“Dilakukan juga pemeriksaan darah untuk melihat aktivitas hormon,” kata dokter spesialis anak subspesialis endokrinologi yang berpraktik di Klinik Anak AP&AP Jakarta dan RSPI Pondok Indah tersebut.

Pemeriksaan ini bertujuan mengetahui apakah hormon pubertas sudah aktif lebih awal dari seharusnya.

  • Pemeriksaan usia tulang

Ilustrasi dokter anak. Pemeriksaan fisik hingga MRI diperlukan untuk memastikan penyebab pubertas dini pada anak dan menentukan penanganan yang tepat sejak awal.Freepik Ilustrasi dokter anak. Pemeriksaan fisik hingga MRI diperlukan untuk memastikan penyebab pubertas dini pada anak dan menentukan penanganan yang tepat sejak awal.

Prof. Aman Pulungan menjelaskan bahwa pemeriksaan usia tulang menjadi bagian penting dalam evaluasi pubertas dini.

“Pemeriksaan umur tulang dilakukan untuk melihat apakah pertumbuhan tulang anak sudah lebih maju dari usia sebenarnya,” ujarnya.

Hasil pemeriksaan ini membantu dokter memperkirakan potensi tinggi badan anak di masa depan.

  • Pemeriksaan MRI dan USG jika diperlukan

Dalam kondisi tertentu, pemeriksaan pencitraan seperti MRI dan USG perlu dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab patologis.

“Pada anak perempuan dengan pubertas sangat dini, kita lakukan MRI dan USG, sedangkan pada anak laki-laki MRI harus dilakukan,” kata Prof. Aman Pulungan.

Pemeriksaan ini bertujuan memastikan tidak ada tumor atau kelainan pada organ yang mengatur hormon pubertas.

  • Menentukan variasi normal atau gangguan medis

Menurut Guru Besar UI tersebut, hasil pemeriksaan tidak selalu menunjukkan adanya penyakit.

“Ada juga yang merupakan variasi normal, tetapi itu tergantung usia dan tahapan pubertasnya,” ujarnya.

Karena itu, penilaian akhir harus dilakukan oleh dokter spesialis endokrinologi anak.

Kapan pemeriksaan harus dilakukan?

Prof. Aman Pulungan menekankan bahwa pemeriksaan sebaiknya dilakukan segera setelah orangtua melihat tanda pubertas muncul terlalu dini.

“Kalau sudah muncul tanda pubertas di usia yang tidak sesuai, jangan menunggu, segera periksakan,” katanya.

Deteksi dan evaluasi dini dinilai penting untuk mencegah dampak lanjutan dari pubertas dini.

Ia mengingatkan bahwa peran orangtua sangat penting dalam proses pemeriksaan dan penanganan pubertas dini.

“Orangtua perlu aktif mengamati perubahan anak dan mengikuti anjuran pemeriksaan dari dokter,” ujarnya.

Dengan pemeriksaan yang tepat dan penanganan sesuai indikasi, pubertas dini pada anak dapat ditangani secara aman dan terarah.

Tag:  #anak #alami #pubertas #dini #pemeriksaan #medis #yang #perlu #dilakukan #menurut #dokter

KOMENTAR