



Dukung Perkembangan Pertanian dan Pangan Dunia, Petrokimia Gresik Bersama Pupuk Indonesia Tingkatkan Produktivitas Padi di Timor Leste
–Petrokimia Gresik meningkatkan produktivitas padi di Timor Leste menjadi 7,5 ton/hektare, dari sebelumnya rata-rata hanya 1,5 – 3 ton. Hal itu terlihat dari panen raya The Rice Harvest Ceremony bersama Presiden Timor Leste Jose Manuel Ramos Horta di Kecamatan Vemasse, Kabupaten Baucau, Timor Leste, Selasa (14/5).
Wakil Direktur Utama Pupuk Indonesia Gusrizal menyampaikan, panen raya itu merupakan bukti komitmen Pupuk Indonesia bersama anak perusahaan terhadap pembangunan sektor pertanian Timor Leste. Pertanian adalah tulang punggung perekonomian Timor Leste yang menyediakan lapangan kerja dan penghidupan bagi sebagian besar penduduk.
”Implementasi dari komitmen ini, Pupuk Indonesia bersama Petrokimia Gresik dan Petrosida Gresik yang merupakan perusahaan afiliasi group telah melakukan kerja sama dengan Pemerintah Timor Leste untuk memberikan petani akses terhadap pupuk berkualitas tinggi dan input pertanian lainnya,” ujar Gusrizal.
Panen raya itu merupakan hasil demonstration plot (demplot) yang dilakukan Petrokimia Gresik bersama anak perusahaan, yaitu PT Petrosida Gresik menggandeng Camara de Comercio e Industria de Timor-Leste (CCI TL). Demplot mengaplikasikan produk nonsubsidi andalan Petrokimia Gresik dan Petrosida Gresik.
Sementara itu, Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menambahkan, ada peningkatan signifikan dari hasil demplot di Timor Leste, yaitu sekitar 500 persen. Kerja sama itu menjadi komitmen perusahaan untuk mendukung perkembangan pertanian dan pemenuhan pangan dunia, yang saat ini tengah menjadi isu global.
”Alhamdulillah demplot yang kita lakukan bisa memberikan hasil optimal sehingga mampu menjadi harapan baru bagi peningkatan ketersediaan pangan dunia. Hasil positif demplot ini pun ditindaklanjuti dengan kerja sama Bisnis Purchase Order Perdana Distributor Timor Agronova yang telah ditandatangani, berupa pembelian 18 ton pupuk dan 2 ton pestisida yang dikirim dalam tiga kontainer,” ujar Dwi Satriyo.
Dia menambahkan, demplot di Timor Leste ini menerapkan pola pemupukan berimbang 5:3:2 yang telah diterapkan Petrokimia Gresik di sejumlah daerah. Artinya untuk satu hektare lahan padi mengaplikasikan 500 kg pupuk organik, 300 kg NPK Phonska Plus, dan 200 kg ZA Plus.
Selain itu, demplot ini juga dikawal dengan pengendalian hama menggunakan pestisida yang diproduksi Petrokimia Gresik melalui salah satu anak perusahaannya, yaitu Petrosida Gresik.
”Panen demplot ini awalnya kita target 6 ton setiap hektare. Ternyata teknologi kami mampu menghasilkan panen hingga 7,5 ton per hektare. Selain itu juga dengan teknologi yang ditawarkan Petrokimia Gresik, penanaman padi di Timor Leste bisa dilakukan sebanyak dua hingga tiga kali dalam setahun. Padahal selama ini hanya bisa dilakukan setahun sekali,” tandas Dwi Satriyo.
Lebih lanjut dia menjelaskan, kerja sama tiga kontainer tersebut baru tahap awal dari target capaian sebanyak 20 hingga 30 kontainer pada 2024. Kerja sama itu diharapkan bisa mendukung swasembada pangan di Timor Leste.
”Sebagai bagian dari Pupuk Indonesia, kami berkomitmen untuk mendukung kemajuan pertanian tidak hanya di Indonesia tetapi juga di negara-negara tetangga, termasuk Timor Leste. Persoalan pangan menjadi persoalan dunia yang harus kita atasi bersama-sama,” ujar Dwi Satriyo.
Presiden Timor Leste, Jose Manuel Ramos Horta menyampaikan terima kasih atas kerja sama Petrokimia Gresik di Baucau. Baucau memiliki potensi pertanian yang baik, tapi dibutuhkan upaya untuk mencapai swasembada pangan.
”Terima kasih kepada kawan-kawan dari Indonesia. Semoga kerja sama ini membawa kemajuan pertanian yang sekarang menjadi perhatian dunia,” ujar Ramos Horta.
Direktur Utama Petrosida Gresik Widodo Heru Sulistyo menambahkan, Petrosida Gresik siap men-support ketahanan dan kemandirian pangan Timor Leste yang dicanangkan 2025. Sebagai perusahaan pestisida, Petrosida Gresik berperan untuk pengendalian hama dan penyakit dan menyediakan pupuk hayati dan organik, zat pengatur tumbuh tanaman, benih serta teknologi pertanian yang andal.
”Petrosida Gresik menggunakan kaidah 6T, yaitu tepat dosis, tepat mutu, tepat jenis, tepat cara aplikasi, tepat sasaran, tepat waktu aplikasi dapat membantu memaksimalkan hasil pertanian khususnya untuk Timor Leste dan dibuktikan dengan hasil demplot pada hari ini,” ucap Widodo Heru Sulistyo.
Tag: #dukung #perkembangan #pertanian #pangan #dunia #petrokimia #gresik #bersama #pupuk #indonesia #tingkatkan #produktivitas #padi #timor #leste