CASH Perkuat Ekosistem Digital Meski Pendapatan Turun pada 2025
- PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) mencatatkan dinamika kinerja sepanjang tahun buku 2025 di tengah penyesuaian strategi bisnis dan transformasi model usaha pada industri pembayaran digital yang semakin kompetitif.
Bank Indonesia mencatat transaksi pembayaran digital nasional pada kuartal I-2026 mencapai 14,39 miliar transaksi atau tumbuh 33,76 persen secara tahunan (year on year/YoY). Sementara itu, transaksi QRIS tumbuh 119 persen (YoY).
Perseroan menilai, pertumbuhan industri tersebut menunjukkan adopsi pembayaran non-tunai di Indonesia masih berada dalam tren positif dan terus berkembang.
Baca juga: Cashlez (CASH) Siapkan Rights Issue Rp 237 Miliar di Tengah Tekanan Kinerja
Ilustrasi transaksi.
Sejalan dengan perkembangan industri, CASH mencatat pertumbuhan aktivitas transaksi yang tercermin dari peningkatan jumlah merchant menjadi 29.700 merchant.
Selain itu, jumlah dan nilai transaksi juga meningkat sepanjang 2025.
Meski demikian, peningkatan aktivitas tersebut belum sepenuhnya diikuti pertumbuhan pendapatan.
Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 110,19 miliar pada 2025, turun dibandingkan Rp 138,34 miliar pada tahun sebelumnya.
Baca juga: Cashlez (CASH) Rights Issue Rp 237,2 Miliar untuk Perkuat Modal
“Kami melihat bahwa pertumbuhan volume transaksi belum sepenuhnya diikuti oleh kualitas pendapatan yang optimal. Hal ini menjadi fokus utama perseroan dalam melakukan penyesuaian strategi ke depan, khususnya dalam meningkatkan monetisasi dan efisiensi operasional,” kata manajemen CASH dalam siaran pers, Rabu (13/5/2026).
Dari sisi profitabilitas, perseroan masih mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 67,74 miliar pada tahun 2025. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Perseroan menyebutkan, peningkatan rugi bersih dipengaruhi oleh kenaikan beban operasional, biaya pendanaan, serta penurunan pendapatan. Selain itu, struktur pendapatan yang masih didominasi penjualan perangkat juga mengalami penurunan kontribusi terhadap pendapatan.
Ilustrasi transaksi digital menawarkan kemudahan dan cepat kepada pengguna.
Perusahaan menilai, kondisi tersebut membuat prospek pendapatan jangka panjang relatif terbatas dibandingkan model bisnis financial technology (fintech) berbasis layanan.
Baca juga: RUPST Cashlez (CASH) Setujui Rights Issue hingga 996,6 Juta Saham
Di tengah kondisi tersebut, perseroan melakukan aksi korporasi melalui rights issue untuk memperkuat struktur permodalan dan menjaga likuiditas.
Namun, aksi korporasi tersebut juga dinilai berpotensi menimbulkan dilusi bagi pemegang saham apabila tidak diikuti perbaikan kinerja keuangan dalam jangka menengah.
Perseroan juga tengah menjalankan transformasi bisnis, termasuk penguatan ekosistem digital, integrasi teknologi, serta rebranding menjadi “cashUP”.
Namun, langkah tersebut dinilai masih memerlukan waktu untuk memberikan dampak signifikan terhadap kinerja keuangan.
Baca juga: Kinerja 2025 Tertekan, Cashlez (CASH) Tetap Fokus di Bisnis Pembayaran Digital
Menurut perseroan, kondisi itu mencerminkan adanya risiko dalam proses transisi strategi, khususnya dalam menyeimbangkan antara pertumbuhan dan profitabilitas.
PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk merupakan perusahaan teknologi keuangan yang menyediakan solusi pembayaran digital terintegrasi serta distribusi perangkat dan infrastruktur penerima pembayaran bagi merchant dari skala UMKM hingga korporasi.
Perseroan berfokus pada pengembangan ekosistem penerimaan pembayaran non-tunai berbasis teknologi informasi dengan model bisnis payment acquiring yang menggabungkan perangkat, sistem, dan layanan operasional transaksi dalam satu platform terintegrasi.
Tag: #cash #perkuat #ekosistem #digital #meski #pendapatan #turun #pada #2025