Warga RI Hadapi Upaya Scam Sekali Seminggu, Total Kerugian Capai Rp 9,1 Triliun
Ilustrasi scam.(Dok. Shutterstock/Pungu X)
20:04
13 Mei 2026

Warga RI Hadapi Upaya Scam Sekali Seminggu, Total Kerugian Capai Rp 9,1 Triliun

- Indonesia tengah menghadapi lonjakan kasus penipuan digital yang sangat mengkhawatirkan.

Direktur Jenderal dari Direktorat Jenderal Ekosistem Digital, Kementerian Komunikasi dan Digital RI Edwin Hidayat Abdullah menekankan adanya urgensi kolaborasi industri dalam menghadapi krisis keamanan siber.

Edwin menyatakan, sebanyak 65 persen masyarakat Indonesia terpapar upaya scam setidaknya satu kali setiap pekan.

“Skala ancaman ini menuntut pendekatan yang terintegrasi dan kolaboratif, mensinergikan kebijakan yang kokoh, peran aktif institusi, serta implementasi teknologi yang mumpuni. Pertahanan digital yang efektif hanya dapat tercapai melalui kerja sama seluruh ekosistem, termasuk peran vital penyedia keamanan identitas digital seperti VIDA,” ujar dia dalam keterangan tertulis, Rabu (13/5/2026).

Baca juga: Jaringan Scam Internasional Bergeser ke Batam, Hunian Mewah Jadi Markas Judi Online

Menurut data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), akumulasi kerugian akibat kejahatan siber ini telah mencapai angka Rp 9,1 triliun selama rentang waktu November 2024 hingga Januari 2026.

Skala ancaman ini tercermin dari intensitas laporan yang masuk, dengan rata-rata terdapat 1.000 pengaduan masyarakat setiap harinya.

Sebagai respons terhadap eskalasi krisis keamanan ini, VIDA, perusahaan identitas digital dan fraud prevention di Indonesia memperkenalkan ID FraudShield.

Ini merupakan sebuah inovasi pertahanan berlapis yang dikembangkan khusus untuk mengidentifikasi dan menangkal ancaman penipuan identitas berbasis AI secara real-time.

Founder and Group CEO VIDA Niki Luhur dalam National Cybersecurity Connect 2025.KOMPAS.com/ AGUSTINUS RANGGA RESPATI Founder and Group CEO VIDA Niki Luhur dalam National Cybersecurity Connect 2025.Founder dan Group CEO VIDA Niki Luhur mengatakan, peluncuran ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa teknik penipuan telah berevolusi jauh melampaui manipulasi wajah.

Pelaku kini menggunakan injection attacks untuk menyisipkan gambar palsu langsung ke sistem verifikasi, emulatorfarms untuk menjalankan ribuan identitas tiruan secara bersamaan, hingga GPS spoofing untuk memalsukan lokasi, semua dirancang agar lolos dari pemeriksaan biometrik tanpa terdeteksi.

"Kami ingin menekankan keamanan digital harus berevolusi. Kita tidak bisa lagi hanya bergantung pada pemeriksaan orangnya saja, tetapi juga harus memeriksa perangkat dan jaringannya secara simultan," ucap dia.

Ia menambahkan, ID FraudShield memberikan visibilitas penuh untuk mendeteksi risiko yang sebelumnya tidak terdeteksi oleh sistem standar.

ID FraudShield memberikan proteksi terhadap manipulasi wajah seperti deepfake, upaya spoofing, hingga penggunaan rekaman video (screen replay).

ID FraudShield juga ,elakukan identifikasi terhadap penggunaan emulator, perangkat yang telah dimodifikasi secara ilegal (rooted/jailbroken), maupun keberadaan aplikasi kloning.

Inovasi ini juga mampu mendeteksi anomali pada koneksi seperti penggunaan VPN dan proxy, serta menangkal manipulasi lokasi melalui teknik GPS spoofing.

Niki menjelaskan, inovasi ini diposisikan sebagai solusi bagi ekosistem keuangan termasuk perbankan, multifinance, layanan pinjaman digital, asuransi, dan platform pembayaran dalam memitigasi risiko fraud yang kian kompleks.

"ID FraudShield memungkinkan institusi untuk memperkuat deteksi ancaman tanpa mengorbankan pengalaman pengguna maupun kepatuhan terhadap standar regulasi yang berlaku," tutup dia.

Tag:  #warga #hadapi #upaya #scam #sekali #seminggu #total #kerugian #capai #triliun

KOMENTAR