Garuda Indonesia Group Terbangkan 5,42 Juta Penumpang pada Kuartal I 2026
Pesawat Boeing 777-300 ER yang dioperasikan oleh Garuda Indonesia. Dua warga negara asing (WNI) resmi menjabat sebagai direktur di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.(PEXELS/JEFFRY S.S)
20:20
13 Mei 2026

Garuda Indonesia Group Terbangkan 5,42 Juta Penumpang pada Kuartal I 2026

- PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mencatatkan pertumbuhan kinerja operasional dan perbaikan kinerja keuangan pada kuartal I 2026. 

Ini seiring penguatan trafik penumpang dan peningkatan kapasitas produksi penerbangan di seluruh lini operasional perseroan.

Sepanjang Januari hingga Maret 2026, Garuda Indonesia Group mengangkut sebanyak 5,42 juta penumpang. Angka tersebut tumbuh 6,76 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,08 juta penumpang.

Baca juga: Bisnis Perawatan Pesawat Arab Saudi Serap SDM Garuda Indonesia Group

Ilustrasi pesawat Boeing 737-800 NG yang dioperasikan Garuda Indonesia.WIKIMEDIA COMMONS/BAHNFREND Ilustrasi pesawat Boeing 737-800 NG yang dioperasikan Garuda Indonesia.

Pertumbuhan trafik penumpang tersebut turut ditopang oleh peningkatan frekuensi penerbangan sebesar 5,87 persen menjadi 19.337 penerbangan dibandingkan 18.265 penerbangan pada kuartal I 2025.

Pertumbuhan trafik itu juga mendorong peningkatan pendapatan usaha konsolidasian perseroan sebesar 5,36 persen menjadi 762,35 juta dollar AS dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 723,56 juta dollar AS.

Pendapatan penerbangan berjadwal (scheduled flight) menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan sebesar 7,36 persen menjadi 648,10 juta dollar AS dibandingkan 603,69 juta dollar AS pada kuartal I 2025.

Selain mencatatkan pertumbuhan pendapatan, perseroan juga berhasil menekan rugi bersih hingga sekitar 45,2 persen menjadi 41,62 juta dollar AS dibandingkan rugi bersih periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 75,93 juta dollar AS.

Baca juga: Anak Usaha Garuda Cetak Kenaikan Laba, Bisnis Perawatan Pesawat Makin Kuat

Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan mengatakan, capaian kinerja pada kuartal I 2026 menjadi sinyal positif terhadap konsistensi proses penguatan fundamental operasional dan bisnis yang saat ini terus dijalankan perseroan secara bertahap.

Dirut Garuda Indonesia Glenny Kairupan saat ditemui di Istana, Jakarta, Senin (2/2/2026). KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA Dirut Garuda Indonesia Glenny Kairupan saat ditemui di Istana, Jakarta, Senin (2/2/2026).

“Pertumbuhan trafik penumpang, peningkatan kapasitas penerbangan, serta perbaikan kinerja keuangan pada kuartal I 2026 menunjukkan bahwa langkah transformasi dan penguatan fundamental bisnis yang dijalankan perusahaan mulai menunjukkan progres positif secara bertahap. Fokus kami saat ini tetap diarahkan untuk menjaga operational discipline, memperkuat service reliability, serta memastikan pertumbuhan bisnis berjalan lebih sehat dan sustainable,” ujar Glenny dalam keterangan resmi, Rabu (13/5/2026).

Tingkat ketepatan waktu penerbangan membaik

Garuda Indonesia Group juga mencatatkan perbaikan tingkat ketepatan waktu penerbangan atau on time performance (OTP) menjadi 91,01 persen pada kuartal I 2026 dibandingkan 87,93 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi operasional armada, hingga akhir kuartal I 2026 perseroan berhasil mengoperasikan hingga 102 armada serviceable sebagai bagian dari akselerasi program return-to-service (RTS) aircraft yang dijalankan secara bertahap untuk mendukung kebutuhan kapasitas penerbangan.

Baca juga: Garuda Indonesia (GIAA) Pertahankan Peringkat idBBB dari Pefindo

Pada periode tersebut, Garuda Indonesia mengangkut sebanyak 2,47 juta penumpang, sementara Citilink mengangkut sebanyak 2,94 juta penumpang.

Menurut Glenny, fokus utama perseroan saat ini diarahkan pada penguatan fundamental bisnis melalui peningkatan operational excellence, cost discipline, penguatan service reliability, optimalisasi jaringan penerbangan, serta transformasi layanan dan digitalisasi operasional secara berkelanjutan.

“Transformasi yang dijalankan saat ini merupakan proses rebuilding fundamentals yang dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan Garuda Indonesia Group dapat tumbuh dengan fondasi bisnis yang lebih sehat, agile, dan sustainable dalam jangka panjang," tutur Glenny.

Garuda Indonesia gelar RUPST Tahun Buku 2025

Sementara itu, perseroan pada Rabu (13/5/2026) melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025.

Baca juga: Garuda Indonesia Masuk 25 Besar World’s Best Airlines 2026 Versi Airline Ratings

Rapat tersebut dihadiri atau diwakili oleh pemegang 384.278.471.558 lembar saham atau 94,39 persen dari keseluruhan pemegang saham Garuda Indonesia.

Dalam RUPST tersebut, perseroan membahas sejumlah mata acara terkait kinerja tahun buku 2025, di antaranya laporan tahunan perseroan tahun buku 2025, termasuk laporan keuangan konsolidasian perseroan, laporan tugas pengawasan dewan komisaris, laporan keuangan Program Pendanaan Usaha Mikro dan Usaha Kecil (PUMK), hingga penetapan akuntan publik dan/atau kantor akuntan publik untuk mengaudit laporan keuangan konsolidasian perseroan dan laporan keuangan program PUMK tahun buku 2026.

Selain itu, RUPST juga membahas pendelegasian kewenangan persetujuan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) Tahun 2026-2030 dan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2027 beserta perubahannya, laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum, hingga perubahan pengurus perseroan.

Pada agenda perubahan pengurus perseroan, RUPST resmi menyetujui pengangkatan Frans Dicky Tamara sebagai Direktur Human Capital & Corporate Service dan Sugito Anjasmoro sebagai komisaris.

Baca juga: Haji, Pesawat Kosong, dan Dilema Garuda Indonesia

Selain itu, perseroan juga memberhentikan dengan hormat Eksitarino Irianto sebagai Direktur Human Capital & Corporate Service serta Frans Dicky Tamara sebagai komisaris yang menjabat sejak 15 Oktober 2025.

Berikut susunan Dewan Komisaris dan Direksi Garuda Indonesia berdasarkan keputusan RUPST 13 Mei 2026:

Dewan Komisaris

  • Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen: Fadjar Prasetyo
  • Komisaris Independen: Mawardi Yahya
  • Komisaris: Chairal Tanjung
  • Komisaris: Sugito Anjasmoro

Dewan Direksi

  • Direktur Utama: Glenny Kairupan
  • Wakil Direktur Utama: Thomas Sugiarto Oentoro
  • Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Balagopal Kunduvara
  • Direktur Operasi: Dani Haikal Iriawan
  • Direktur Teknik: Mukhtaris
  • Direktur Niaga: Reza Aulia Hakim
  • Direktur Human Capital & Corporate Service: Frans Dicky Tamara
  • Direktur Transformasi: Neil Raymond Mills

Baca juga: Garuda Indonesia Resmi Terbangkan Jemaah Haji 2026, OTP Capai 100 Persen

Perseroan menyebut, sejak tahun 2025 berbagai inisiatif pendekatan transformasi yang berlangsung secara berkelanjutan dan bertahap mulai menunjukkan perbaikan fondasi di awal 2026.

"Dengan susunan manajemen baru ini diharapkan akan mendukung langkah akselerasi perseroan untuk menuju fase turnaround yang semakin solid, serta menjadikan Garuda Indonesia sebagai national flag carrier yang berdaya saing dan membawa kontribusi terbaiknya bagi bangsa dan negara,” kata Glenny.

Tag:  #garuda #indonesia #group #terbangkan #juta #penumpang #pada #kuartal #2026

KOMENTAR