IHSG Sesi I Ditutup Anjlok 3 Persen,  Tertekan Aksi Jual Asing
Ilustrasi IHSG(ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)
11:52
24 April 2026

IHSG Sesi I Ditutup Anjlok 3 Persen, Tertekan Aksi Jual Asing

- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tajam pada penutupan sesi satu perdagangan Jumat, (24/4/2026). Indeks turun 225,75 poin atau 3,06 persen ke level 7.152,85.

Sejak pembukaan di posisi 7.378,072, indeks langsung bergerak di zona merah dan terus mengalami pelemahan hingga menyentuh angka terendah harian di 7.171,454.

Sementara itu, area tertinggi sempat tercapai di 7.383,400.

Tekanan pasar terlihat dari dominasi saham yang melemah.

Baca juga: IHSG Dibuka Melemah 0,75 Persen ke 7.322, Tekanan Pasar Berlanjut

Sebanyak 625 saham terkoreksi, jauh melampaui 94 saham yang menguat, sementara 95 saham stagnan.

Dari sisi likuiditas, aktivitas perdagangan masih terbilang tinggi.

Volume transaksi mencapai 25,959 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 11,989 triliun, dan frekuensi perdagangan 1,52 juta kali transaksi.

Meski demikian, tingginya nilai transaksi belum mampu menahan tekanan turun indeks.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, melihat pelemahan yang terjadi pada IHSG masih berada dalam koridor koreksi yang wajar, meski arus keluar dana asing terus membebani pergerakan pasar.

Ia mencatat IHSG dibayangi aksi jual bersih (net sell) investor asing sebesar Rp 1,36 triliun pada perdagangan Kamis (23/4/2026). Secara kumulatif sejak awal tahun, net foreign sell telah mencapai Rp 35,11 triliun.

Tekanan itu menggambarkan masih dominannya sikap risk-off di kalangan investor global terhadap pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Secara teknikal, Nafan menilai pergerakan IHSG saat ini berpotensi menguji fase lanjutan dalam struktur gelombang, yakni “wave (ii) atau wave (a)” sebagai bagian dari pola korektif.

Meski demikian, indikator menunjukkan sinyal yang beragam.

Relative Strength Index (RSI) mulai mengindikasikan momentum positif yang didukung peningkatan volume transaksi, namun indikator Stochastic K_D justru memberikan sinyal negatif, menandakan potensi volatilitas masih cukup tinggi dalam jangka pendek.

“Secara teknikal, IHSG hanya mengalami koreksi wajar dan memungkinkan untuk menguji “wave (ii) atau wave (a)” target. Berdasarkan indikator, RSI menunjukkan sinyal positif didukung kenaikan volume, namun Stochastics K_D menunjukkan sinyal negatif,” ujar Nafan saat dihubungi Kompas.com, Jumat.

Dalam kondisi tersebut, Nafan menyarankan investor ritel selektivitas dalam memilih saham.

Investor disarankan untuk fokus pada emiten dengan fundamental yang solid, valuasi yang relatif murah, serta saham yang mulai menunjukkan indikasi pembalikan tren.

Selain itu, disiplin dalam penerapan manajemen risiko menjadi kunci di tengah kondisi pasar yang masih fluktuatif. “Fokus pada saham pilihan dengan fundamental solid; Fokus pada saham bervaluasi murah; Fokus terhadap saham yang menunjukkan arah pembalikan tren, dan gunakan manajemen risiko dengan disiplin,” paparnya.

Lebih lanjut, tekanan terhadap pasar juga dipengaruhi oleh faktor global, khususnya meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.

Eskalasi ini memicu ketidakpastian terhadap prospek perdamaian dan mendorong pergeseran alokasi aset ke instrumen safe haven seperti dollar AS.

Dampaknya turut terasa pada nilai tukar rupiah yang melemah sekitar 105 poin ke level Rp 17.280 per dollar AS.

Di saat yang sama, lonjakan harga minyak Brent ke kisaran 106 dollar AS per barrel akibat gangguan di Selat Hormuz semakin memperburuk sentimen.

Sebagai negara net importir minyak, Indonesia menghadapi peningkatan kebutuhan dollar AS untuk impor energi, yang pada akhirnya memberikan tekanan tambahan terhadap rupiah dan stabilitas pasar keuangan domestik.

“Bahkan Indonesia yang merupakan negara net importir minyak, kebutuhan dollar AS untuk impor energi meningkat tajam, sehingga secara langsung menekan kurs rupiah,” lanjutnya.

Baca juga: IHSG Turun 2,16 Persen, Asing Kaburdari Saham Big Caps, Minati Saham Komoditas-Energi

Tag:  #ihsg #sesi #ditutup #anjlok #persen #tertekan #aksi #jual #asing

KOMENTAR