IHSG Hari Ini Anjlok 1,98 Persen ke Level 6.723, Hampir Semua Sektor Memerah
Tangkapan layar penutupan IHSG hari ini, Rabu (13/5/2026). IHSG hari ini. IHSG hari ini ditutup melemah 1,98 persen ke level 6.723,32.(Bursa Efek Indonesia BEI)
16:40
13 Mei 2026

IHSG Hari Ini Anjlok 1,98 Persen ke Level 6.723, Hampir Semua Sektor Memerah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Rabu (13/5/2026), di tengah respons pasar terhadap pengumuman rebalancing Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG turun 135,58 poin atau 1,98 persen ke level 6.723,32.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di rentang 6.705,43 hingga 6.787,35, dengan posisi pembukaan di level 6.763,94.

Baca juga: IHSG Sesi I Anjlok 1,81 Persen ke Level 6.734,54

Volume transaksi saham tercatat mencapai 36,59 miliar lembar dengan frekuensi perdagangan sebanyak 2,272 juta kali. Nilai transaksi mencapai Rp 19,31 triliun, sementara kapitalisasi pasar berada di level Rp 11,825 triliun.

Pergerakan saham pada penutupan perdagangan didominasi pelemahan. Sebanyak 260 saham menguat, 428 saham melemah, dan 271 saham stagnan.

Sejumlah indeks lokal juga ditutup di zona merah. Indeks LQ45 turun 1,79 persen ke level 657,88, KOMPAS100 melemah 2,45 persen ke posisi 893,25, dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 2,59 persen ke level 437,89.

Baca juga: IHSG Hari Ini Dibuka Melemah ke Level 6.763,94

Hampir semua sektor melemah

Performa sektoral pada perdagangan hari ini mayoritas berada di zona merah. Hanya dua sektor yang berhasil menguat, yakni sektor transportasi dan sektor industri.

Sektor transportasi naik 4,89 persen ke posisi 2.142,35, sedangkan sektor industri menguat 1,26 persen ke level 1.916,67.

Baca juga: Harga Emas Pegadaian Hari Ini 13 Mei Kompak Turun, Cek Daftar Lengkapnya

Di sisi lain, sektor energi turun 1,61 persen ke posisi 3.413,43. Sektor siklikal melemah 1,4 persen ke level 1.036,42, sedangkan sektor nonsiklikal turun 0,44 persen ke posisi 726,60.

Pelemahan juga terjadi pada sektor keuangan yang turun 0,58 persen ke level 1.357,28 dan sektor infrastruktur yang terkoreksi 2,72 persen ke posisi 2.061,46.

Selain itu, sektor properti melemah 0,7 persen ke level 895,41. Sektor barang baku turun 4,43 persen ke posisi 1.965,14, sektor teknologi terkoreksi 0,71 persen ke level 7.396,39, dan sektor kesehatan melemah 1,22 persen ke posisi 1.602,74.

Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini 13 Mei Turun Rp 20.000, Cek Daftar Lengkapnya

Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG hari ini.Antara Foto/Hafidz Mubarak A Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG hari ini.

Pelemahan IHSG di tengah rebalancing MSCI

Pelaku pasar diminta tetap tenang menyikapi reaksi pasar saham usai pengumuman rebalancing MSCI pada Rabu (13/5/2026) waktu Indonesia. Investor ritel juga diimbau tidak terjebak aksi panic selling.

Co Founder PasarDana sekaligus Praktisi Pasar Modal, Hans Kwee, menilai penghapusan sejumlah emiten Indonesia dari indeks MSCI lebih bersifat teknikal.

Baca juga: Besok Libur Apa? Cek Tanggal Merah Mei dan Jadwal Long Weekend

Menurut Hans, langkah tersebut berkaitan dengan metodologi penilaian bobot dan likuiditas saham, sehingga tidak serta-merta mencerminkan memburuknya fundamental perusahaan.

“Perlu dipahami bahwa penghapusan (deletion) sejumlah emiten dari indeks ini lebih bersifat teknikal terkait metodologi bobot dan likuiditas, bukan serta-merta mencerminkan kerusakan fundamental pada perusahaan tersebut,” ujar Hans kepada Kompas.com.

Baca juga: Tabel KUR Bank Jateng Mei 2026 Terbaru, Pinjaman Rp 50 Juta Cicilan Mulai Rp 960 Ribuan

Hans menilai banyak pelaku pasar dan fund manager sebenarnya sudah mengantisipasi penghapusan saham-saham tersebut dalam beberapa bulan terakhir.

Menurutnya, fund manager pasif kemungkinan memanfaatkan periode terakhir menjelang 29 Mei 2026 untuk melakukan rebalancing portofolio sesuai hasil pengumuman MSCI.

“Selain itu banyak pelaku pasar dan fund manager sudah mengantisipasi penghapusan saham tersebut oleh MSCI dalam beberapa bulan terakhir. Fund manager pasif sebagian akan memanfaatkan periode terakhir di 29 Mei untuk melakukan rebalancing portofolionya mengikuti pengumuman MSCI,” paparnya.

Baca juga: Daftar Pinjol Resmi OJK Mei 2026 Terbaru, Tinggal 94 Perusahaan, Cek Lengkapnya

Di tengah volatilitas pasar jangka pendek, Hans melihat kondisi saat ini justru membuka peluang akumulasi pada saham blue chip maupun small cap yang terkoreksi akibat kepanikan pasar dan tekanan jual paksa atau forced selling.

“Di balik volatilitas jangka pendek ini, justru terbuka peluang untuk melakukan akumulasi pada saham-saham blue chip dan sektor small cap yang harganya terkoreksi secara anomali akibat kepanikan dan tekanan jual paksa oleh fund manager pasif,” tutur Hans.

Baca juga: Tabel KUR Mandiri Mei 2026 Terbaru, Pinjaman Rp 10 Juta-Rp 500 Juta, Cek Cicilannya

ilustrasi IHSG turun, IHSG hari ini. IHSG hari ini dibuka melemah.canva.com ilustrasi IHSG turun, IHSG hari ini. IHSG hari ini dibuka melemah.

Hans juga menyoroti pentingnya transparansi pasar modal Indonesia agar mampu mengikuti jejak India sebagai pasar berkembang yang sukses menarik minat investor global.

Menurut dia, peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan self regulatory organization (SRO) seperti PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sangat penting untuk memperketat pengawasan struktur kepemilikan saham dan transaksi afiliasi.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan pasar yang lebih adil.

Baca juga: Tabel KUR BSI Mei 2026 Terbaru, Pinjaman Rp 1 Juta-Rp 100 Juta, Cek Angsuran per Bulan

“Transparansi kini menjadi modal krusial bagi Indonesia untuk mengikuti jejak sukses India. Dalam hal ini, peran OJK dan SRO sangat vital dalam memperketat pengawasan terhadap struktur kepemilikan dan transaksi pihak afiliasi guna memastikan pasar yang lebih adil,” lanjut dia.

Hans menambahkan, keterbukaan informasi secara lebih real time serta reformasi perlindungan investor minoritas akan menjadi sinyal positif bagi lembaga pemeringkat global seperti MSCI.

Baca juga: MSCI Depak 19 Saham RI, Investor Ritel Disarankan Tak Panic Selling, Justru Kesempatan Akumulasi Bertahap

Menurut dia, India berhasil bangkit dan menjadi primadona pasar berkembang setelah menyelaraskan batas kepemilikan asing serta memperkuat basis investor domestik lewat digitalisasi investasi secara masif.

Hans menilai kondisi saat ini juga menjadi momentum bagi investor untuk mengevaluasi portofolio secara lebih objektif. Pasalnya, pasar yang mampu berbenah setelah koreksi teknikal sering menghasilkan pertumbuhan lebih kuat dalam jangka panjang.

Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.

Baca juga: Tips Jual Emas agar Cuan Maksimal, Ini Hal yang Wajib Diperhatikan

Tag:  #ihsg #hari #anjlok #persen #level #6723 #hampir #semua #sektor #memerah

KOMENTAR