Gula Aren Organik Pacitan Diekspor ke Belanda dan Australia
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto (pegang bendera) dalam prosesi pemberangkatan hasil olahan gula aren di Desa Temon Kabupaten Pacitan Jawa Timur, Kamis (12/02/2026).(KOMPAS.com/SLAMET WIDODO)
11:32
17 Februari 2026

Gula Aren Organik Pacitan Diekspor ke Belanda dan Australia

- Produk gula aren organik dari Pacitan, Jawa Timur, menembus pasar internasional. Ekspor dilakukan ke Belanda, Malaysia, dan Australia.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan gula tersebut diproduksi pekebun Kelompok Tani Akur X yang membentuk CV Temon Agro Lestari di Desa Temon, Kecamatan Arjosari.

CV Temon Agro Lestari mencatat ekspor 1 ton ke Belanda, 10 ton ke Malaysia, dan 500 kilogram atau 0,5 ton ke Australia.

“Kementerian Pertanian terus mendorong hilirisasi, sertifikasi, dan pengembangan desa ekspor agar nilai tambah dan manfaat ekonomi benar-benar dirasakan oleh petani,” kata Amran dalam keterangannya, dikutip Selasa (17/2/2026).

Baca juga: Trump dan Netanyahu Tekan Iran untuk Batasi Ekspor Minyak ke China

Kelompok Tani Akur X merupakan binaan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian. Pendampingan dilakukan melalui Program Desa Pertanian Organik Berbasis Komoditas Perkebunan.

Program tersebut mendorong pengembangan komoditas secara berkelanjutan dengan target pasar ekspor. Pendampingan meliputi bantuan ternak, sarana produksi pupuk kompos, serta pelatihan untuk memperoleh sertifikasi organik.

Dengan fasilitasi tersebut, pekebun memproduksi pupuk kompos secara mandiri dan menggunakannya di kebun.

Kementerian Pertanian mencatat luas lahan aren bersertifikasi organik mencapai 15,66 hektar dengan melibatkan 25 pekebun. Potensi produksi tercatat 18 ton per tahun.

Baca juga: Pemerintah Bakal Setop Ekspor Timah

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan Abdul Roni Angkat menyebut sertifikasi meningkatkan nilai jual dan memperluas pasar gula aren Pacitan.

Harga gula aren yang sebelumnya Rp 20.000 per kilogram meningkat menjadi Rp 30.000 per kilogram setelah bersertifikat organik.

“Ke depan, Ditjen Perkebunan akan terus memperluas pembinaan agar semakin banyak pekebun yang naik kelas dan berorientasi ekspor,” ujar Roni.

Tag:  #gula #aren #organik #pacitan #diekspor #belanda #australia

KOMENTAR