Libur Imlek 2026 Diperkirakan Putar Uang Rp 9 Triliun, Konsumsi Rumah Tangga Terdongkrak
Pertunjukan Barongsai di Klenteng Sam Poo Kong, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (17/2/2026).(KOMPAS.COM/Muchamad Dafi Yusuf)
12:44
17 Februari 2026

Libur Imlek 2026 Diperkirakan Putar Uang Rp 9 Triliun, Konsumsi Rumah Tangga Terdongkrak

- Perayaan dan libur Tahun Baru Imlek pada Februari 2026 diperkirakan mendorong perputaran uang lebih dari Rp 9 triliun.

Momentum libur nasional selama dua hari dinilai meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus mendorong konsumsi rumah tangga dan aktivitas ekonomi di berbagai sektor.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Otonomi Daerah Sarman Simanjorang mengatakan perayaan Imlek tahun ini menjadi salah satu penggerak ekonomi pada awal tahun, terutama didorong oleh belanja keluarga, perjalanan wisata, dan aktivitas ritel.

“Perkiraan potensi perputaran uang selama perayaan dan libur Imlek tahun 2026 diperkirakan mencapai lebih dari Rp 9 triliun,” ujar Sarman dalam keterangannya, Selasa (17/2/2026).

Baca juga: MBG Disetop Sementara Saat Imlek, Awal Ramadhan, dan Lebaran

Menurut dia, pemerintah menetapkan libur nasional Imlek pada 16–17 Februari 2026, yang dimanfaatkan masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga, berwisata, hingga melakukan ziarah menjelang Ramadan 1447 Hijriah.

Menurut Sarman, kondisi ini berdampak langsung pada peningkatan permintaan di sektor transportasi, pariwisata, ritel, hingga kuliner.

Dari sisi transportasi udara, jumlah penumpang yang bepergian melalui Bandara Soekarno-Hatta diperkirakan mencapai 1,74 juta orang dengan tujuan kota-kota besar seperti Medan, Semarang, Surabaya, Pontianak, Banjarmasin, Bali, dan Palembang.

"Dengan asumsi rata-rata tiket Rp 1 juta, nilai transaksi tiket pesawat diperkirakan mencapai Rp 1,74 triliun," katanya.

Sementara itu, jumlah penumpang kereta api diperkirakan mendekati 1 juta orang dengan nilai transaksi sekitar Rp 150 miliar. Penumpang kereta cepat Whoosh juga meningkat sekitar 25 persen menjadi 25.000 orang dengan nilai transaksi sekitar Rp 6,25 miliar.

Baca juga: Rayakan Imlek Tanpa Boncos, Ini Strategi Jitu biar Tetap Hoki dan Dompet Happy

Dari sisi mobilitas masyarakat menggunakan kendaraan pribadi juga meningkat signifikan. Data Jasa Marga memperkirakan sebanyak 1,6 juta kendaraan bergerak selama periode libur Imlek, dengan sekitar 831.000 kendaraan meninggalkan wilayah Jabodetabek.

"Dengan asumsi satu kendaraan membawa empat orang, total pergerakan masyarakat diperkirakan mencapai 6,4 juta orang," ujarnya.

Selain transportasi, menurut Sarman sektor ritel dan pariwisata turut merasakan lonjakan aktivitas ekonomi. Tradisi perayaan Imlek seperti makan bersama keluarga, pemberian angpao, serta pembelian buah dan makanan khas Imlek seperti jeruk mandarin, apel, nanas, dan kue keranjang turut mendorong konsumsi masyarakat.

Permintaan buah khas Imlek bahkan diperkirakan meningkat hingga 30 persen.

Sarman memperkirakan dari sekitar 2,8 juta keluarga keturunan Tionghoa di Indonesia, jika setiap keluarga membelanjakan rata-rata Rp 1 juta, maka potensi perputaran uang mencapai Rp 2,81 triliun.

Selain itu, sektor ritel diperkirakan menyumbang sekitar Rp 2,66 triliun dari total transaksi selama periode libur Imlek.

Ia menilai peningkatan konsumsi selama Imlek akan memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I-2026 yang ditargetkan mencapai sekitar 5,5 persen.

“Momentum Imlek menjadi awal penguatan konsumsi rumah tangga yang akan berlanjut pada Ramadan dan Idul Fitri, yang merupakan puncak perputaran uang terbesar di Indonesia,” kata Sarman.

Tag:  #libur #imlek #2026 #diperkirakan #putar #uang #triliun #konsumsi #rumah #tangga #terdongkrak

KOMENTAR