Drama Inter vs Juventus Berlanjut, Spalletti Respons Komentar Chivu dan Bela Bastoni
Atmosfer panas pasca-pertandingan bertajuk Derby d'Italia antara Juventus melawan Inter Milan pada akhir pekan lalu masih menyisakan ketegangan tinggi.
Kemenangan tipis 3-2 yang diraih tuan rumah diwarnai dengan kontroversi pengusiran pemain serta saling lempar kritik antara kedua kubu pelatih.
Drama ini bermula dari kartu merah yang diterima bek Juventus, Pierre Kalulu, pada menit ke-42.
Kalulu diusir keluar lapangan setelah dianggap melanggar bek Inter Milan, Alessandro Bastoni.
Namun, tayangan ulang menunjukkan adanya indikasi simulasi yang dilakukan Bastoni, sehingga memicu perdebatan panjang mengenai sportivitas di lapangan hijau.
Baca juga: Puasnya Cristian Chivu Usai Inter Milan Gasak Juventus di Derby dItalia
Pelatih kepala Inter, Cristian Chivu, memberikan komentar pedas terkait insiden tersebut dalam wawancara pasca-pertandingan.
Chivu menilai bahwa meskipun kontak yang terjadi sangat minim, Kalulu seharusnya lebih waspada dalam menjaga pergerakannya agar tidak memberikan celah bagi wasit untuk mengambil keputusan.
“Saya pikir itu sentuhan ringan, tetapi tetap saja sentuhan. Ketika saya menghadapi situasi serupa di Liga Champions, saya memberi tahu pemain saya untuk tidak menempatkan diri mereka dalam situasi di mana mereka memaksa wasit untuk membuat keputusan,” ujar Chivu.
Ia juga menambahkan kritik terkait kedewasaan bermain sang lawan.
“Meskipun sentuhannya ringan, dan kita harus mengakui itu sentuhan yang ringan, pemain saya tetap merasakan sentuhan tersebut dan berlari dengan kecepatan penuh. Kalulu adalah pemain berpengalaman dan dia seharusnya tahu bahwa dalam situasi seperti ini, Anda harus menjaga tangan Anda agar tidak menyentuh pemain lain,” pungkasnya.
Jawaban Pedas Luciano Spalletti
Mendengar sindiran tersebut, juru taktik Juventus, Luciano Spalletti, mengaku tidak menyangka bahwa rekannya sesama pelatih akan memberikan komentar yang menyudutkan pemainnya secara personal.
Baca juga: Inter Milan Vs Juventus 3-2, Cristian Chivu Dukung Kartu Merah Pierre Kalulu
Spalletti menegaskan bahwa fokus utama seharusnya tetap pada sportivitas dan peningkatan kualitas tim, bukan mencari-cari kesalahan individu lawan.
Reaksi pelatih Juventus, Luciano Spalletti, pada laga Serie A kontra Lecce di Stadion Allianz pada Sabtu (3/1/2026).
“Saya tidak ingin mengomentari perkataan Elkann dan para direktur. Saya dapat mengatakan bahwa Pierre adalah orang yang baik, orang yang sopan, dan fakta bahwa dia harus menerima sindiran dari pelatih lawan adalah sesuatu yang tidak pernah saya duga,” kata Spalletti pada Senin malam.
Spalletti juga menyoroti fenomena simulasi dalam sepak bola yang dianggapnya sebagai noda dalam permainan.
“Simulasi adalah pelanggaran terhadap sepak bola dan yang harus saya lakukan adalah meningkatkan tim ke level di mana simulasi tidak memungkinkan orang lain untuk menentukan hasil pertandingan bagi kami," tegas Luciano Spalletti.
"Apa yang terjadi tidak penting, tetapi apa yang Anda lakukan ketika sesuatu terjadi pada Anda itulah yang penting. Kami perlu membalikkan situasi ini,” imbuhnya.
Pembelaan Marotta dan Nasib Alessandro Bastoni di Timnas
Di sisi lain, desakan publik agar Alessandro Bastoni dicoret dari skuad timnas Italia akibat perilaku tidak sportif semakin menguat.
Namun, Presiden Inter, Beppe Marotta, pasang badan dan menyebut bahwa reaksi media di Italia sudah berlebihan dalam menyudutkan sang pemain muda.
"Kita melihat kesalahan yang dilakukan seorang pemain muda, sesuatu yang biasa, bukan hal yang luar biasa," kata Marotta seperti dikutip dari ANSA.
Baca juga: Luciano Spalletti Meledak Usai Skor Inter Milan Vs Juventus 3-2, Wasit Jadi Sasaran
"Pastinya kejadian itu pantas disesali karena mungkin dilebih-lebihkan. Ada banyak faktor di sana: tangan pemain Juventus yang terlibat dan wasit dengan cepat meniup peluit. Semua itu membuat Bastoni mengambil keputusan, sebuah keputusan yang salah."
Marotta menekankan bahwa karier internasional Bastoni tidak boleh hancur hanya karena satu insiden di kompetisi Serie A.
"Saya bicara di sini karena kami melihat media benar-benar bersikap berlebihan menyikapi apa yang terjadi. Pemain ini menjadi sasaran kritik media yang melebih-melebihkan apa yang sebenarnya terjadi. Ini hanya sebuah kesalahan dari seorang anak yang merepresentasikan masa depan tim nasional kita. Beberapa kritik bahkan mempertanyakan pemanggilannya ke Timnas Italia bulan depan. Itu benar-benar tidak adil," ungkap Marotta.
Spalletti pun setuju bahwa keputusan pemanggilan pemain tetap berada di tangan pelatih timnas, Gennaro Gattuso.
"Tentu saja, Gattuso harus bebas memanggil siapa pun yang dia inginkan. Sayangnya, saya bukan lagi CT dan saya akan menyerahkan situasi itu kepadanya. Kami memiliki pelatih yang hebat, kami harus membiarkannya bebas melakukan apa yang dia inginkan," tuturnya.
Tag: #drama #inter #juventus #berlanjut #spalletti #respons #komentar #chivu #bela #bastoni