Ekonomi Thailand 2025 Tumbuh 2,4 Persen, Ditopang Investasi dan Pariwisata
Perekonomian Thailand menunjukkan ketahanan pada 2025, mencatat pertumbuhan yang melampaui perkiraan awal.
Investasi swasta, konsumsi domestik, serta pemulihan sektor pariwisata menjadi faktor utama yang menopang ekspansi ekonomi negara tersebut.
Di tengah ketidakpastian global, otoritas ekonomi Thailand juga melihat sektor pariwisata sebagai motor utama yang akan menopang pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) pada tahun-tahun mendatang.
Baca juga: Ekonomi Digital ASEAN Berpotensi Rp 16.828 T, Thailand Catat Adopsi AI Tertinggi
Pemandangan malam dan gedung Terminal 2 di kota Bangkok, Thailand menggunakan kamera telefoto 50 MP zoom 3,7x di Huawei Pura 80 Ultra
Pertumbuhan ekonomi Thailand melampaui proyeksi awal
Dikutip dari Nation Thailand, Selasa (17/2/2026), data resmi yang dirilis oleh National Economic and Social Development Council (NESDC) menunjukkan bahwa ekonomi Thailand tumbuh 2,4 persen sepanjang 2025.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan proyeksi awal, terutama karena peningkatan aktivitas ekonomi pada akhir tahun.
Pada kuartal IV 2025, PDB Thailand meningkat sebesar 2,5 persen secara tahunan.
Pertumbuhan tersebut merupakan percepatan signifikan dibandingkan ekspansi 1,2 persen pada kuartal sebelumnya dan melampaui perkiraan konservatif sebesar 1,7 persen.
Baca juga: Pasar Properti Thailand Merosot, Rumah Mewah Tak Laku
Lonjakan pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh peningkatan investasi dan konsumsi domestik.
Secara keseluruhan, investasi mencatat pertumbuhan 8,1 persen pada kuartal terakhir, menjadi kenaikan tertinggi dalam satu dekade terakhir. Investasi swasta meningkat sebesar 6,5 persen, terutama didorong oleh pembelian mesin industri dan peralatan kantor.
Konsumsi rumah tangga juga menunjukkan ketahanan, dengan pertumbuhan sebesar 3,3 persen.
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi.
Salah satu pendorong utama konsumsi adalah lonjakan pembelian kendaraan, seiring berakhirnya program subsidi kendaraan listrik pemerintah.
Baca juga: Ekspor Durian Asia Tenggara 2025: Dominasi Thailand, Vietnam Melaju, RI Mulai Masuk
Pengeluaran untuk barang tahan lama bahkan melonjak hingga 12,2 persen dalam tiga bulan terakhir tahun tersebut, mencerminkan meningkatnya kepercayaan konsumen dan percepatan pembelian menjelang berakhirnya insentif fiskal.
Investasi menjadi pendorong utama ekspansi
Lonjakan investasi menjadi faktor kunci yang menopang pertumbuhan ekonomi Thailand pada 2025.
Selain meningkatnya pembelian peralatan industri, sektor teknologi dan manufaktur juga menunjukkan kinerja kuat.
Ekspor peralatan telekomunikasi dan komputer mencatat pertumbuhan signifikan masing-masing sebesar 83 persen dan 91 persen.
Baca juga: Hadapi Gejolak Pasar Global, Thailand Perpanjang Dukungan Sektor Beras
Namun, tidak semua sektor ekspor mengalami peningkatan. Ekspor produk pertanian seperti beras dan karet menghadapi tekanan akibat persaingan harga global.
Sektor otomotif juga menunjukkan kinerja yang beragam. Ekspor mobil penumpang turun tajam sebesar 36,2 persen, meskipun ekspor truk pikap dan perhiasan meningkat.
Meski demikian, Thailand tetap mencatat surplus perdagangan sebesar 23,3 miliar dollar AS sepanjang 2025.
Surplus perdagangan ini mencerminkan daya saing sektor manufaktur Thailand, meskipun terdapat tekanan pada beberapa komoditas tradisional.
Baca juga: Ekonomi Thailand Lesu, Pelaku Usaha Khawatirkan Resesi
Pariwisata dipandang sebagai mesin utama pertumbuhan
Selain investasi dan konsumsi domestik, sektor pariwisata dipandang sebagai faktor kunci dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Thailand ke depan.
Ilustrasi Chatuchak Weekend Market di Thailand.
Tourism Council of Thailand (TCT) memperkirakan sektor pariwisata akan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi tahun ini, seiring dengan pemulihan penerbangan dan peningkatan jumlah wisatawan.
Dikutip dari Bangkok Post, pariwisata memiliki peran strategis dalam struktur ekonomi Thailand. Sebelum pandemi Covid-19, sektor ini menyumbang sekitar 12 persen terhadap PDB negara tersebut, menjadikannya salah satu sumber pendapatan utama.
Pemulihan sektor pariwisata dipandang penting untuk memperkuat aktivitas ekonomi domestik, terutama di sektor jasa, perhotelan, transportasi, dan perdagangan.
Baca juga: Ekonomi Thailand Diprediksi Terlemah dalam Hampir 30 Tahun, Ada Apa?
Pemulihan perjalanan internasional serta meningkatnya frekuensi penerbangan menjadi indikator penting bagi kebangkitan sektor pariwisata Thailand.
Dengan meningkatnya jumlah wisatawan, permintaan terhadap berbagai layanan domestik juga ikut meningkat.
Konsumsi domestik tetap menjadi fondasi pertumbuhan
Selain investasi dan pariwisata, konsumsi domestik tetap menjadi pilar penting bagi pertumbuhan ekonomi Thailand.
Sekretaris Jenderal NESDC Danucha Pichayanan menyatakan, pertumbuhan ekonomi ke depan akan didukung oleh beberapa faktor utama, termasuk konsumsi domestik dan pemulihan sektor jasa.
Baca juga: Vietnam Diprediksi Salip Thailand Jadi Ekonomi Terbesar Kedua ASEAN
“Momentum pada tahun 2026 akan dipertahankan oleh konsumsi swasta yang berkelanjutan, pemulihan di sektor pariwisata dan jasa yang vital, serta peningkatan belanja modal pemerintah," ungkap Pichayanan.
Pernyataan tersebut mencerminkan keyakinan otoritas ekonomi Thailand bahwa konsumsi domestik akan tetap menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, belanja modal pemerintah juga diharapkan memberikan kontribusi positif terhadap aktivitas ekonomi.
Ilustrasi pemandangan kota Bangkok, Thailand.
Inflasi rendah dan dukungan faktor struktural
Selain konsumsi dan investasi, stabilitas harga juga menjadi faktor pendukung pertumbuhan ekonomi Thailand.
Baca juga: Kontribusi Pasar Saham ke PDB 72 Persen, Bos OJK: Masih di Bawah India, Thailand, Malaysia
NESDC memperkirakan inflasi akan tetap rendah, berada dalam kisaran minus 0,3 persen hingga 0,7 persen pada tahun mendatang.
Inflasi yang rendah dapat membantu menjaga daya beli masyarakat serta mendukung stabilitas ekonomi makro.
Selain itu, kondisi cuaca yang menguntungkan dan ketersediaan air yang cukup diharapkan dapat meningkatkan produksi pertanian, yang merupakan sektor penting dalam perekonomian Thailand.
Pemulihan sektor pertanian dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat pedesaan dan mendukung konsumsi domestik.
Baca juga: Baht Thailand vs Ringgit Malaysia, Siapa Terkuat di Asia pada 2025?
Proyeksi pertumbuhan ekonomi Thailand pada 2026
Meskipun mencatat kinerja yang lebih baik dari perkiraan pada 2025, otoritas ekonomi Thailand tetap mempertahankan proyeksi pertumbuhan yang moderat untuk tahun berikutnya.
NESDC menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 2 persen pada 2026, dengan kisaran proyeksi antara 1,5 persen hingga 2,5 persen.
Proyeksi ini mencerminkan pendekatan yang hati-hati di tengah ketidakpastian ekonomi global, termasuk volatilitas perdagangan internasional dan kondisi ekonomi negara-negara mitra dagang utama.
Namun, pemerintah Thailand tetap optimistis sektor domestik, terutama konsumsi, investasi, dan pariwisata, akan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi.
Baca juga: Ekspor Beras Thailand Terancam Turun Tahun Depan, Ini Sebabnya
Pariwisata sebagai katalis pemulihan ekonomi Thailand
Wat Arun di Bangkok, Thailand.
Pemulihan sektor pariwisata tidak hanya berdampak pada sektor jasa, tetapi juga memiliki efek multiplier terhadap seluruh perekonomian.
Ketika wisatawan datang, mereka membelanjakan uang untuk berbagai layanan, termasuk transportasi, akomodasi, makanan, hiburan, dan belanja. Hal ini menciptakan permintaan yang lebih luas di berbagai sektor ekonomi.
Peningkatan aktivitas pariwisata juga membantu menciptakan lapangan kerja, terutama di sektor informal dan usaha kecil.
Dengan meningkatnya jumlah wisatawan, aktivitas ekonomi di berbagai wilayah juga ikut meningkat, terutama di destinasi wisata utama seperti Bangkok, Phuket, dan Chiang Mai.
Baca juga: Meksiko Terapkan Tarif hingga 50 Persen untuk China, Indonesia, sampai Thailand
Peran kebijakan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan
Selain faktor pasar, kebijakan pemerintah juga memainkan peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Thailand.
Program subsidi kendaraan listrik, misalnya, terbukti berhasil meningkatkan konsumsi domestik dan mendorong investasi di sektor otomotif.
Program ini menciptakan lonjakan pembelian kendaraan listrik sebelum subsidi berakhir, yang membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, belanja modal pemerintah juga diperkirakan akan menjadi faktor penting dalam mendukung aktivitas ekonomi ke depan.
Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Thailand Cuma 1,2 Persen, Dampak Pariwisata Lesu
Investasi pemerintah dalam infrastruktur dan proyek pembangunan dapat membantu meningkatkan produktivitas dan daya saing ekonomi Thailand.
Tantangan yang masih dihadapi
Meskipun menunjukkan ketahanan, ekonomi Thailand masih menghadapi sejumlah tantangan.
Ilustrasi Thailand. Per 1 Mei 2025, pelancong wajib isi Thailand Digital Arrival Card.
Beberapa sektor ekspor, seperti produk pertanian dan otomotif, menghadapi tekanan akibat persaingan global dan perubahan permintaan internasional.
Selain itu, ketergantungan terhadap sektor pariwisata juga dapat menjadi risiko jika terjadi gangguan pada sektor tersebut, seperti perubahan kondisi global atau kebijakan perjalanan internasional.
Baca juga: Thailand Tarik Bea Masuk 10 untuk Impor Barang Murah demi Jaga UKM
Namun, pemulihan sektor pariwisata dan peningkatan investasi domestik memberikan harapan bagi pertumbuhan ekonomi Thailand.
Struktur ekonomi yang semakin bergeser
Perkembangan ekonomi Thailand menunjukkan pergeseran struktur ekonomi menuju sektor jasa dan teknologi.
Pertumbuhan ekspor produk teknologi seperti peralatan telekomunikasi dan komputer mencerminkan transformasi ekonomi Thailand menuju sektor bernilai tambah lebih tinggi.
Selain itu, investasi di sektor industri dan teknologi juga menunjukkan bahwa Thailand berupaya memperkuat daya saingnya dalam ekonomi global.
Baca juga: Pengelola Blok Blora Akuisisi Lapangan Migas Manora di Teluk Thailand
Sektor pariwisata, yang merupakan bagian dari sektor jasa, tetap menjadi salah satu pilar utama ekonomi Thailand.
Pemulihan ekonomi di tengah ketidakpastian global
Pertumbuhan ekonomi Thailand pada 2025 menunjukkan bahwa negara tersebut mampu mempertahankan momentum pemulihan di tengah ketidakpastian global.
Investasi swasta, konsumsi domestik, dan pemulihan sektor pariwisata menjadi faktor utama yang menopang pertumbuhan ekonomi.
Dengan proyeksi pertumbuhan yang moderat pada 2026, sektor domestik diperkirakan akan tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Thailand.
Sektor pariwisata, khususnya, dipandang sebagai faktor penting dalam mendukung pemulihan ekonomi dan memperkuat pertumbuhan jangka menengah.
Tag: #ekonomi #thailand #2025 #tumbuh #persen #ditopang #investasi #pariwisata