Minim Operasi dan Downtime, Teknologi XERF Jadi Sorotan: Apa Itu?
ilustrasi perawatan wajah untuk kecantikan (freepik)
12:54
17 Februari 2026

Minim Operasi dan Downtime, Teknologi XERF Jadi Sorotan: Apa Itu?

Baca 10 detik
  • Pasar perawatan kulit non-bedah di Indonesia tumbuh, seiring meningkatnya minat pada prosedur minim downtime.
  • Teknologi XERF asal Korea Selatan resmi debut di Surabaya, menggunakan monopolar RF frekuensi ganda 6,78 MHz dan 2 MHz.
  • Diklaim lebih presisi dan nyaman, serta telah mengantongi persetujuan FDA Amerika Serikat.

Pasar perawatan kulit non-bedah di Indonesia terus bertumbuh dalam beberapa tahun terakhir. Di saat yang sama, konsumen semakin selektif: mereka menginginkan hasil yang nyata tanpa prosedur invasif dan tanpa waktu pemulihan panjang.

Di tengah tren itu, teknologi pengencang kulit generasi terbaru asal Korea Selatan resmi diperkenalkan di Tanah Air.

Teknologi tersebut adalah monopolar Radiofrequency (RF) pertama di dunia yang menggunakan dua panjang gelombang sekaligus, yakni 6,78 MHz dan 2 MHz, dikenal sebagai XERF.

Perawatan wajah tanpa operasi. (Dok. Istimewa) PerbesarPerawatan wajah tanpa operasi. (Dok. Istimewa)

Pendekatan frekuensi ganda ini diklaim mampu menghantarkan energi lebih dalam sekaligus lebih presisi ke lapisan kulit yang membutuhkan, sehingga perawatan terasa lebih nyaman tanpa memicu kemerahan atau bengkak berlebih.

“Kombinasi frekuensi ganda ini memungkinkan pengantaran energi tidak hanya lebih dalam, tetapi juga lebih presisi pada area yang membutuhkan. Hasilnya, kulit menjadi lebih halus dan kencang secara optimal namun tetap aman bagi pasien,” ujar Aji Bayu Chandra, pemilik Maharva Clinic, dalam keterangannya baru-baru ini. 

Teknologi medis non-invasif ini resmi melakukan debut di Indonesia melalui kolaborasi antara idsMED Aesthetics Indonesia dan Maharva Clinic. Peluncuran yang digelar di Surabaya tersebut menandai penggunaan pertama XERF di Indonesia.

Kehadiran teknologi ini dinilai menjawab meningkatnya permintaan pasar terhadap prosedur peremajaan kulit premium tanpa bedah dengan downtime minimal. XERF juga disebut telah mengantongi persetujuan dari Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat, yang menjadi salah satu indikator standar keamanan dan efektivitas secara global.

Vice President idsMED Aesthetics Indonesia, Andy Rahardja, menyebut Indonesia sebagai pasar estetika yang dinamis, khususnya di segmen non-bedah. Menurutnya, adopsi teknologi berbasis sains menjadi langkah strategis untuk menyelaraskan standar layanan lokal dengan tren internasional.

Head of Aesthetics idsMED Indonesia, Marisa Theresia, menambahkan bahwa diferensiasi utama XERF terletak pada distribusi energi yang lebih terkendali, sehingga meningkatkan kenyamanan pasien selama prosedur berlangsung.

Dengan mulai beroperasinya teknologi ini di Surabaya, akses terhadap perawatan pengencangan kulit premium diharapkan semakin luas. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Surabaya sebagai salah satu pusat layanan estetika di Indonesia, melengkapi dominasi Jakarta dalam lanskap wisata medis dan kecantikan.

Editor: Bimo Aria Fundrika

Tag:  #minim #operasi #downtime #teknologi #xerf #jadi #sorotan

KOMENTAR